Menembus kawah PAPANDAYAN
24 Mar 2011 4 Comments
in D'sandals
Saat itu hari sabtu saya dan sahabat saya memutuskan untuk mencoba trekking ke gunung papandayan di kota Garut. Jenuh dengan suasana kota Jakarta yang penat, membuat kami benar-benar ingin refreshing. Berangkatlah kami naik bis AC dari terminal kampung rambutan jurusan kampung rambutan-garut. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Karena kami berangkat dari Jakarta sudah sore, sampai di Garut pun sekitar maghrib.

Niat kami malam ini menginap dulu di kota garut baru besok paginya berangkat ke papandayan. Dari terminal Guntur kami nail becak ke kota. Karena hotel yang direkomendasikan tukang becaknya kurang layak baik kebersihan, keamanan dan kenyamanan, kami pun akhirnya berjalan kaki mencari penginapan sambil melihat-lihat kota. Akhirnya atas rekomendasi pemilik salah satu minimarket, kami menginap di wisma PKPN di jalan ciledug.
Kamar yang luas, cukup bersih, cukup nyaman, cukup layak huni dan murah saja, Cuma Rp100.000,- per malam dengan 2 tempat tidur kami juga mendapat fasilitas satu termos air panas. Kenapa air panas, karena memang udara di garut ini sangat dingin di malam hari bagi yang tidak terbiasa.

Jalan-jalan malam, menyusuri kota garut, menikmati kulinernya dan suasana kotanya. Entah apakah karena ini malam minggu atau memang sehari-sehari begitu, malam disini begitu meriah dan ramai sekali. Ada yang unik dengan kulinernya, wedang ronde yang dicampur dengan serutan kelapa muda. Patut dicoba.
Keesokan pagi dengan naik elf tujuan cikajang dengan tarif Rp5.000,-
turun di Cisurupan. Cari sarapan dulu di pasar, namun karena kami lihat banyak warung makan yang belum buka, kami inisiatif untuk masuk ke dalam pasar. Nah di tengah pasar ini kami menemukan warung makan, beruntung sekali masakannya baru matang.
Dilanjutkan naik ojek ke pintu gerbang gunung papandayan. Sebelumnya kami sempat bersitegang dengan para tukang ojek karena tawar menawar harga, namun akhirnya kami pun luluh dengan harga Rp25.000,- per orang, yah daripada tidak bisa naik, karena dari cisurupan ke pintu gerbang papandayan sendiri masih cukup jauh dan menanjak sekitar 45 menit belum ditambah salah satu ojeg kehabisan bensin, damn, jadi mesti nunggu dia beli bensin ke desa terdekat di bawah.

Kami pun sepakat menggunakan jasa tukang ojeg tersebut untuk menjadi guide kami. Batu-batu terjal yang luas dan pemandangan kawah yang begitu banyak dengan asap yang mengepul sudah menanti kami. Jangan lupa gunakan masker untuk menghindari bau belerang yang cukup menyengat. Pemandangannya unik dan sangat menakjubkan.

Mesti hati-hati karena cukup terjal dan banyak jurang, jangan sampai terjatuh ke kawahnya. Disana sini bisa ditemukan kawah-kawah kecil yang aktif dan belerang-belerang berwarna kuning pekat. Dikarenakan jalan untuk mencapai pos pertama, pondok saladah ada yang patah/longsor, kami harus melewati jalan baru dan cukup jauh. Kami harus menuruni lembah yang menghijau, kontras sekali dengan kawasan sebelumnya.

Yang sangat mengejutkan di bawah lembah yang berbentuk cekungan ini terdapat air terjun kecil yang airnya jernih sekali. Kami pun istirahat sejenak. Selanjutnya kami meneruskan perjalanan kembali menanjak dan sampailah di pos pertama, pondok saladah. Disini sangat hijau sekali, rerumputan yang tinggi-tinggi dan pepohonan disekelilingnya. Kami pun menemukan beberapa pohon edelweiss. Untuk diketahui, terdapat pula jalan yang dapat dilalui mobil off road untuk dapat sampai bandung.
Perjalanan menanjak kembali kurang lebih satu jam sampailah kami di pos kedua, tegal alun. Tegal alun ini sangat luas, terdapat hamparan edelweis muda, savanna dan juga mengalir sungai kecil yang bening. Akhirnya waktu lebih banyak kami habiskan di tegal alun ini. Sangat menakjubkan.

Jalan menuju ke puncak berupa semak-semak dan kemudian hamparan pepohonan yang hangus. Ya, akibat letusan pada tahun 2002, banyak pohon-pohon yang terbakar dan masih belum pulih benar sekarang ini. Tapi pemandangan pepohonan yang hangus ini menjadi sesuatu yang unik.

Setelah semua selesai kami pun turun gunung untuk segera kembali ke Jakarta.

Mar 31, 2011 @ 23:12:52
hi mas arief,,,
senang bisa membaca blog kamu lagi setelah lama dinantikan hehehe..
wah tahun kemaren banyak jalan-jalannya ya, sampe pernah ke palembang juga
xoxo
Apr 11, 2011 @ 06:47:56
iya mas, nantikan terus tulisan jalan-jalan dan cerita saya selanjutnya, pasti lebih menarik
Apr 11, 2011 @ 07:33:10
iya, nantikan cerita dan jalan2 berikutnya, pasti lebih seru
Jun 02, 2011 @ 06:34:39
kapan ya bisa backpacker bareng kamu heheh..