JELAJAH Kuala Lumpur – PENANG

Petronas

Klik klik klik browsing tiket Airasia, Tiger, Jetstar. Eits, mau kemana gue? Ke KL Ngabisin libur panjang akibat cuti bersama sehari. Gue pun ajak teman dari Medan yang udah sering bolak-balik ke KL, paling gak tau setiap sudut kotanya hehe. So, diaturlah jadwal tiket kami dan yang paling penting mau ke kota mana, urusan di kota itu mau keliling kemana dipikirin sambil jalan aja. Opsi pertama ke Sing baru ke KL, opsi kedua KL-Penang-KL. Karena pertimbangan tiket lebih murah dan sama-sama belum pernah ke Penang, akhirnya kita pilih opsi kedua.

Dengan flight malem Airasia jam 19.00, gue berangkat dari Jakarta- Kuala Lumpur. Sementara temen gue sudah berangkat duluan siang nya dari Medan. Jakarta-KL ditempuh selama 2 jam penerbangan dan waktu di KL satu jam lebih cepat dari Jakarta. Jadi jangan lupa putar jarum jam nya satu putaran ke depan. Karena biasanya banyak yang lupa dan suka bermasalah membaca jam penerbangan padahal belum disetting degan waktu setempat.

Begitu sampai bandara LCCT (Low Cost Carrier Terminal), bandara khusus untuk Airasia di Kuala Lumpur, selanjutnya naik bis ke KL Sentral (semacam terminal utama di Kuala Lumpur). Ada 2 cara untuk menuju ke KL Sentral sebenarnya, bisa naik bis atau naik LRT (light rail transit), hanya saja jam operasi LRT ini cuma sampai jam 11 malam aja. Sementara klo bis bisa naik Aerobus atau Skybus yang tersedia selama 24 jam dengan interval waktu berangkat tiap setengah jam sekali.

LCCT-KL Sentral ditempuh kurang lebih selama satu jam. Hotel tempat kami menginap namanya My Hotel yang terletak di Jalan Bricfields, sangat dekat dengan KL Sentral, tinggal jalan kaki selama kurang dari 5 menit. Di Bricfields ini juga banyak tersedia hotel murah lainnya, tinggal pilih saja. Namun untuk rekomendasi terbaik si ya My Hotel ini (di jalan Brickfields ini My Hotel ada 2 buah yang letaknya berdekatan). Dan klo sampe KL Sentral sudah tengah malam, jangan khawatir untuk urusan makan, masih cukup banyak tempat makan pinggir jalan yang buka.

Esok paginya kami kembali ke bandara LCCT untuk flight pagi kami jam 08.10 untuk meneruskan perjalanan ke Penang. Mau tak mau kami pun harus berangkat Subuh sekitar jam 5 pagi dari KL Sentral. Padahal baru tidur 1-2 jam, muka cemot dan gak karuan ya sudahlah, toh tak ada yang kenal, cuek aja hahaha. Kuala Lumpur-Penang sendiri ditempuh selama 50 menit.

Kota Penang

Penang ini terletak di Pulau Pinang dengan ibukotanya George Town. Dari Bandara ke kota George Town naik Rapid Penang (macam busway klo di Jakarta) nomor 401E. Tiketnya dapat dibeli didalam rapid, jadi begitu masuk rapid bilang sama sopirnya tujuan kita (sesuai tempat yang dilalui rapidnya), nanti sopir kasih tau harga tiketnya, uangnya tinggal dimasukkan ke sebuah lubang dan sopir kasih tiketnya. Harga tiap jurusan tentunya berbeda-beda. Tips, sediakan banyak uang kecil (RM1) dan recehan, karena kita sebaiknya bayar dengan uang pas, kebanyakan sopir tak punya kembalian.

Rapid ini cukup nyaman dan bersih, klo kita mau berhenti di halte terdekat kita tinggal pencet tombol ‘stop’  berwarna merah yang tersedia disetiap tiang-tiang di dalam rapid. Kekurangan rapid ini buat orang asing, tiap kali sampai halte tidak ada pengumuman sudah sampai di halte mana, seperti yang biasa terdengar di Busway klo di Jakarta. Meski di dalam rapid ada peta halte mana saja yang dilewati tapi kadang susah juga, mesti mengira-ngira, andalan terakhir ya tinggal nanya aja ma orang.

Kami turun di Komtar (Kompleks Tun Abdul Razak), sebuah gedung tinggi yang merupakan gedung tertinggi kedua di Malaysia setelah Petronas dimana didalamnya ada mol, perkantoran dan stasiun utama rapid. Dari sana kami jalan kaki sekitar 10-15 menit ke Tune Hotel tempat kami menginap. Kami pikir, George Town ini kota yang nyaman dan menarik.

Old Town

Makan siang kami menuju ke New World Park yang berada di sebelah kiri hotel. New World Park ini semacam tempat nongkrong untuk makan dan minum dan di kawasan tengah terdapat panggung band. Kami memilih makan di Old Town, kedai kopi yang menyajikan makanan juga, seperti Starbuck lah. Namun yang special dari Old Town adalah white coffee-nya, jelas sekali itu menjadi trade marknya “Old Town white coffee”. Dan siang itu gue pesen nasi lemak with fried chicken dan cold white coffee. Mantap sekali.

Berbekal petunjuk nomor rapid bus lengkap dengan jurusannya yang didapat dari hotel, mulailah kami berpetualang. Naik rapid nomor 204 dari Komtar menuju ke Penang Hill (Bukit Bendera). Ada apa disana? Di Penang Hill ini terdapat kereta listrik yang bakal membawa kita menaiki bukit dengan kemiringan sekitar 30 derajat. Tiketnya sebesar RM6. Namun sayang, waktu kesana kereta tersebut sedang rusak.

kereta listrik @Penang Hill

Dekat dengan Penang Hill sebenarnya ada tempat wisata lain, seperti Kek Lok Si Temple dan bat Cave Temple. Tapi kami memutuskan menuju ke Port Cornwallis. Port Cornwallis ini berupa museum benteng tua jaman Inggris lengkap dengan meriam-meriamnya. Ada satu meriam yang paling besar dan konon dikeramatkan, namanya  Meriam Seri Rambai. Meriam ini kndisinya masih bagus dan terletak di sudut benteng dan mengarah langsung ke laut. Keunikan lainnya, kita bisa menemukan banyak sekali burung gagak yang berkeliaran disini dan suasana kota kolonial sangat terasa sekali. Tiket masuk kesini RM2 per orang.

Merian Seri Rambai @Port Cornwallis

Naik free shuttle bus mengantarkan kami kembali ke Komtar untuk beristirahat sejenak di hotel. Sore hari melanjutkan perjalanan ke Batu Feringgi dengan rapid Penang  nomor 102 dari halte di depan hotel. Kurang lebih satu jam perjalanan menuju ke Batu Feringgi, tujuan kami ini sebenarnya kami mengejar matahari terbenam dan katanya pantai di Batu Feringgi ini paling bagus.

Menuju kesana kami melewati daerah pantai yang cukup bagus, Ada Tanjung Bunga dengan pantainya yang mirip dengan Bangka Belitung, mirip karena ada batu-batu besarnya, itu saja, hanya saja di sini lebih sedikit. Hotel-hotel disini juga bisa dibilang sangat bagus dengan view yang menawan. Jadi pengen rasanya menginap disini hehehe…

Sampai di Batu Feringgi kami sempatkan makan dulu. Ada sebuah tempat makan macan foodcourt gitu dan cukup ramai dengan pengunjung rata-rata muka bule. Ada satay, kebab, fried rice, mie, laksa dan lain-lain. Kami pun coba pesan satay, ada satay chicken dan beef, bisa juga mix antara keduanya, 12 tusuk dihargai RM8 sekitar 23 ribuan klo dirupiahin. Satay disini bumbu kacangnya mirip bumbu siomay or batagor tapi gak pedes, itu kekurangannya (Indonesia banget  ya, gak nampol klo gak pedes). Untuk minumnya gue pilih sirup lychee, harganya RM2,5. Lumayan lah buat cemilan sore hahaha

Satay Mix Chicken & Beef

Setelah kenyang, kami berjalan dan menuju ke pantai, pas saat itu benar-benar sunset. Pantainya sebenarnya biasa, mirip Kuta di Bali sebenarnya hanya saja pasirnya disini putih kasar. Kita (mungkin) bisa juga naik kuda, karena pas disana ada bule-bule yang naik kuda gitu, dan kudanya tak cuma jalan tapi lari. Klo gue disuruh coba, ntar dulu deh daripada pulang Jakarta membawa luka hehehe…

Jalanan malam di Batu Feringgi ini ramai sekali dengan pedagang-pedagang kaki lima layaknya di Malioboro, Jogja. Ada yang jual pakaian, kacamata, souvenir, lukisan dan banyak lagi. Jangan ragu untuk menawar, biasanya mereka pasang harga tinggi dulu. Seperti pengalaman gue kemaren, gantungan kunci 6 buah di satu penjual gue lihat di label harganya 10 ringgit, di toko sebelah nya lagi gue ditawarin 16 ringgit. Tak mau lah gue, eh penjualnya langsung turunin harga jadi 15 ringgit, gue diem aja, dia turunin lagi menjadi 13, lalu 10, terakhir dia kasih 8 ringgit. Akhirnya gue bisa bawa pulang dengan harga 7 ringgit hehehe. Dan klo barang tersebut ada label harganya, jangan takut juga untuk menawar, tanya saja apakah itu sudah harga fix ato masih bisa kurang, pandai-pandai saja mulut berbicara hehehe.

Nasi Kandar + Teh Tarik

Kembali ke hotel dan makan malam di Kedai Nasi Kandar dekat hotel. Nasi Kandar ini nasi putih dicampur dengan lauk, bisa milih ikan, telur, cumi, rendang yang semua berkuah santan, lalu disiram dengan berbagai macam kuah kari. Minumnya secangkir teh tarik, nikmat sekali. Sebenarnya masih pengen makan yang lain tapi perut ini rasa tak mampu hu hu hu….. Satu yang selalu membuat gue terkesan, cara mereka membuat teh tarik, cepat sekali dan tak tumpah ketika diayun-ayunkan. Kata teman, it’s his job, everytime he’s doing that thing, so he expert about that. Pastinya, but it always impress me.

Esok hari dengan penerbangan paling pagi jam 06.50 kembali kami ke bandara Penang naik teksi (begitu orang sana menyebut taksi), RM 60. Sepertinya perjalanan ini kami menjadi orang dengan spesialis penerbangan pagi hehe…Muka pun kembali cemot, karena masih ngantuk luar biasa. Ngupi sebentar di McD dan selanjutnya kami terbang ke KL. Di KL Sentral kami menitipkan tas di Locker dengan biaya RM5 yang berlaku sampai malam, agar kami bisa jalan-jalan tanpa membawa beban.

Selanjutnya naik LRT ke KLCC, tadinya mau naik ke atas Petronas tapi karena dah keburu siang jadinya tiket yang dibagikan secara gratis sudah habis. Ya, kita bisa naik ke Petronas gratis, pagi hari mulai jam 8 dibagikan tiket gratis dengan jam naik yang berbeda. Jadi harus datang pagi-pagi karena tiketnya juga terbatas. Tapi jangan datang hari senin, karena hari itu off untuk maintenance mingguan.

Gue mencoba menghubungi teman yang sedang liburan di KL juga buat ketemuan, tapi karena terlalu lama gak ada kabar akhirnya kami memutuskan ke Batu Caves yang terletak di Negara bagian Selangor, sekitar 13 km utara Kuala Lumpur. Dari stasiun KLCC dengan LRT menuju ke stasiun Gombak/Putra (stasiun terakhir). Dari sana tinggal naik taksi selama kurang lebih 15 menit, tawar aja RM15. Karena pengalaman kemaren kami dikenai RM30. Pas pulangnya ditawarin RM15. Kami cuma bisa saling melongo, dua kali lipat cuy. Kata temen RM15 lumayan buat makan plus ngupi di Old Town, banget!.

Batu Caves

Batu Caves ini sebuah gua besar di dalam bukit  batu kapur, disana terdapat tempat ibadah orang Hindu dan kebanyakan keturunan India. Untuk bisa mencapai gua tersebut kita mesti naik 272 buah anak tangga dengan kemiringan 30 derajat dan cukup tinggi. Gua ini sangat besar dan terang, di dalamnya ada lubang besar dan ketika sinar matahari masuk, pemandangannya begitu bagus, sinar matahari begitu jelas terlihat.

Pemandangan unik lainnya, didalam gua ini hidup monyet-monyet dan burung dara. Kita pun bisa memberi makan monyet tersebut, tapi hati-hati ya, si monyet bisa merebutnya dan naik ke badan hehe…Tapi tenang saja, aman kok, mereka cm mau makanannya saja. Di sebelah batu caves terdapat Dark Cave. Seperti namanya gua ini sangat gelap, untuk trip ke dalam dikenakan biaya dan cukup mahal. Beda dengan batu caves, di dark cave ini kita dilarang memberi makan monyet.

Dari Batu Caves kami kembali ke KLCC untuk makan siang. Satu hal yang paling gue gak suka makan di foodcourt di KL or Sing, selalu susah mencari tempat duduk, mostly in wiken yak. Makanya paling suka gak makan di foodcourt hehehe… Lalu kami kembali ke KL sentral ambil tas dan menuju ke Bricfields lagi untuk cari hotel buat malam ini dan pilihan masih jatuh ke My Hotel setelah berkeliling ke Hotel Mexico dan Hotel Sentral.

Keramaian @Masjid Jamek

Sore hari kami menuju ke Kawasan Masjid Jamek, naik rapid dari KL Sentral tinggal 2 kali melewati stasiun Pasar Seni baru stasiun Masjid Jamek. Kawasan ini so hip sekali klo malam. Segala macam pedagang ada layaknya pasar malam, dan gue seneng banget karena banyak sekali jajanan huhuy. Dari laksa, otak-otak, berbagia macam cake, berbagai macam sate, krupuk ikan, rojak, kacang rebus, jagung bakar dan masih banyak lagi. Sangat menyenangkan.  Buat yang pengen cari kain-kain untuk buat baju, disini juga banyak. Untuk yang satu ini ada toko langganan temen gue, kemaren aja dia mpe borong hahaha…..

Puas berkeliling, balik ke Bricfields dan makan malem di Old Town (lagi), ngupi white coffee n makan mie kuah kari, mantap! Dan saat itu hujan turun, lucu juga, besok mau balik Jakarta eh malamnya ditangisi hujan, KL gak mau gue balik Jakarta neh kayana hahahaha.

Hotel dan Tiket Rapid

Estimasi pengeluaran di luar tiket pesawat :

-          Tiket Aerobus LCCT-KL Sentral : RM8

-          Tiket Sky Bus LCCT-KL Senral : RM9

-          Tiket LRT KL Sentral-KLCC : RM1,6 (berbeda untuk tiap jurusan)

-          My Hotel (Bricfield) : RM75 (double bed)

-          Tune Hotel (Penang) : RM98 (king bed)

-          Tiket Rapid Penang : Bandara Penang-George Town (Komtar) : RM2,70

Komtar -Penang Hill : RM2

Komtar-Batu Feringgi : RM2,70

Jurusan lain beda-beda tarifnya

-          Nasi Kandar (lauk ikan dan telur dadar) : RM6

-          Teh tarik : RM2

-          Nasi Lemak (Old Town) : RM7,9

-          Mie kuah kari (Old Town) : RM7,9

-          White Coffee (cold) : 5,9

GELAYUT MANJA ANAK KRAKATAU

Petualangan tak terduga karena sebenarnya ini di luar rencana. Tapi akhirnya I’m in dalam petualangan seru, menegangkan, kocak, dan penuh ceria. Yippi da badoooooo Krakatau here we come (naik mobil ala jaman batu tapi sudah ada mesinnya jadi gak capek ngayuh)

Ngumpul di depan Balai Sarbini, Plangi, aku berangkat bareng si Kyum, terjebak macet di jalan sudirman, pas macet-macetan lha kok ya bareng ma big bos, mobil RI 20 itu tiba-tiba ada di samping cuy. Daku ma Kyum otomatis membuka kaca taksi dan dadah dadah dong, secara ma bapaknya sendiri harus ramah, trus salaman n foto bersama pake BeBe, upload deh di twitter. Aku liat orang-orang yang kena macet disekeliling pada ngeliatin semua dengan muka bête, Whatever lah yang penting ngeksis. But tiba-tiba ajudan si bapak bawa seember air dan diguyurin ke kepalaku and Kyum sambil teriak “woiiii, bangun  urang sadayana, khayalan kalian sudah terlalu jauh”. Otomatis aku kaget dan teriak “ Apah? Hanya khayalan? Baiklah klo begitu  *lanjut twitteran *muka polos.

Di Plangi ternyata udah banyak yang kumpul, satu dua tiga empat…..dua puluh tujuh. Dan mataku terpaut (halah) pada satu orang, eh ini Luna Maya bukan si, beneran ni Luna Maya bareng bodyguard bernama Wisnu en Fauzan ikutan ke Krakatau *kucek-kucek mata , oh mirip Luna Maya, tak apalah so good so nice lah hahaha *jadi ngiklan sosis *dadah dadah Detania aka Ajeng :D

Daripada kelamaan berangkat aja yuks. Dua mobil layaknya travel membagi kami dua kelompok, geng mobil berisik dan geng mobil tenang. Disebut geng mobil berisil karena sepanjang jalan orang-orang di dalamnya berisiknya minta ampun (termasuk gue si makhluk ganteng yang ada didalamnya), ditambah alunan lagu-lagu Ungu, ST 12, Wali dan sejenisnya yang membuat kami teriak, ada lagu laen gakkkkkk??? Briptu Norman kek, Shinta Jojo kek, Kangen band kek *jiaaahhhhhh *dikeroyok semobil.

geng mobil berisik

Melewati jalan tol yang panjang sekali dan kemudian mengarungi lautan dengan kapal fery sampailah di pelabuhan Bakauheni dan mulailah menjelajah Lampung menuju Pelabuhan Canti, Kalianda, Lampujng Selatan kira-kira 2-3 jam perjalanan dari Bakauheni. Naik turun bukit, jalan berkelak kelok, sawah, ladang, hutan, perumahan tapi dari tadi gak ada mol yang keliatan yak #kalem  *tendang keluar mobil.

Pelabuhan Canti ini pelabuhan kecil saja, melayani pelayaran dari dan ke pulau-pulau di sekitar Lampung Selatan, Pulau Sebesi, pulau Sebuku, pulau Rakata, pulau Panjang, Anak Krakatau. Komoditi utama yang paling menonjol adalah pisang, yak ada kapal yang berlabuh dan penumpangnya adalah pisang semua, semua itu diambil dari pulau-pulau tadi. Tak heran kan cemilan populer dari Lampung adalah keripik pisang yang dibuat dengan berbagai macam rasa, ada coklat, keju, original dan lain-lain (serasa sales toko oleh-oleh). Ada gak ya keripik pisang rasa crispy, klo belom ada, itu ide ku ya (minta royalty klo ada yang bikin).

pisang ijo

Setelah berberes tujuan selanjutnya Pulau Sebesi, pulau dimana kami akan menginap nanti. Tentunya kesana  pake kapal ya, mobil kami bukan mobil amphibi, belom secanggih itu kok, kecuali dipinjemi mobilnya agen 007 (emang ada gitu *berpikir keras bukan berpikir biar jadi keras  #eeaaa  #ngok).

Ditengah perjalanan kami sempatkan untuk snorkeling dulu di dekat pulau Umang-umang. Bersama Bunga, Arya, Kyum, Madam Sherly, Anggun en Riana. Foto-foto, nyari kerang dan terumbu karang trus bak penjelajah sejati mencoba mengelilingi pulau Umang-umang itu. Alhasil ketika berhasil mengelilingi pulau, kami diteriakin orang-orangan kapal, eh temen-temen yang dikapal maksudnya supaya cepat naik ke kapal karena mau lanjut ke Sebesi. Ternyata kami sudah terlalu lama berkutat di pulau itu.

pulau umang-umang

Pulau Sebesi yang ditempuh selama satu jam ini merupakan pulau terbesar di antara pulau-pulau lain disekitarnya. Banyak pemukiman penduduk disini, ada pasar, warung, Masjid, sekolah pun ada. Sebagian penduduknya banyak yang beternak kerbau. Dan rumah tempat kami menginap berada tepat dibibir pantai, 4 rumah dengan 3 kamar tidur masing-masing dibagi 3 rumah buat cewek, 1 rumah buat yang cowok. Udah kayak ikan asin dijemur dah yang 1 rumah itu hahaha.

Setelah ganti baju kering dan bersiap menuju rute pertama kita menikmati dulu air kelapa hijau yang disediain orang penginapan, seger banget. Ma Aryo bilang ma Dinda, pohon kelapa itu tumbuh dari buah kelapa, berarti buah kelapa itu adalah benih atau bibit pohon kelapa yang dalam istilah biologinya disebut spermatozoa, jadi klo kita minum air buah kelapa jadinya kita minum…………. Yang tau jawabannya jawab via BBM ato twitter aja yak hehe.

minum kelapa ijo

Ke Krakatau, ditempuh selama kurang lebih 2 jam. Cuaca agak gerimis dan angin pun cukup kencang ditambah ombak yang cukup bikin jantung degt-degan karena kapal menjadi terayun-ayun cukup keras. Yang gampang mabuk pasti dah muntah-muntah tu. Dinda yang duduk di dek atas kapal sebagai garda depan (karena duduknya paling depan bersandar pada tiang dengan tangan ala Kate Winslet ‘Titanic’) pun menyerah dan turun ke bawah. Mas Gamet yang tidur disebelah kiri Dinda tetep anteng, Primas dan Reza yang bobo romantis sebelah kanan juga nyenyak.

Dan finaly kami injak bumi Krakatau. Dibantu 2 guide mulailah pendakian ini. Karena Anak Krakatau ini masih kecil (namanya juga anak, pasti masih kecil lah, yang gede punya siapa hayooo ngaku…..wkwkwkwk) dan masih terasa panas pasir di permukaan, tanaman yang tumbuh pun belum banyak dan merata. Pemandangan yang paling menonjol ya pohon cemara or pinus or whatever it called. Tanjakan ke arah puncak sudut kemiringannya sekitar 30 derajat dan berupa pasir semua. Tapi dilarang untuk sampai puncak, karena hawa panas dan bau belerang sangat menyengat. Klo disuruh nekat sebenernya si pengen banget naik ke puncak hehe…

Pemandangan dari punggung Anak Krakatau ini begitu menakjubkan, so speechless, awesome, indah banget sumpah bikin kami gak pengen turun. Kami pun sudah memetak-metak tanah buat bangun rumah, bangun hotel, cottage, resort and spa #ngok. Pas mau turun dicegah ma Trio Primas, Reza ma Rahmat, mereka bilang tunggu sebentar, buswaynya bentar lagi datang. Aksi diteruskan, memetakan garis di laut sebagai jalur busway. Sementara gue bilang ada awan bawah kerucut anak Krakatau, Dinda bilang itu asap *efek bau belerang telah meracuni pikiran dan mata kami rupanya

puncak anak krakatau

Dan bau belerang itu ternyata tak hanya mempengaruhi pikiran dan perilaku kami, tapi juga mempengaruhi tingkah polah dua orang pemandu, lihat saja kenarsisan mereka gak kalah, juara? hehehe…

sang pemandu

Makan siang di tepi pantai anak Krakatau rame-rame meski dengan sayur dan lauk sederhana tapi begitu nikmatnya. Bukan apa-apa emang laper soalnya hahahaha, jadi apa aja mau daripada pingsan. Then we have to go…….see u anak krakatoa, we’ll miss u so much and promise we’ll back soon. So much muahhh *serentak aksi kiss bye semua.

me @anak krakatoa

Sebelum kembali ke Sebesi snorkeling lagi, dan menjelang sunset berlayar pulang.

rumah penginapan

Suasana mandi di rumah penginapan ini cukup seru juga. Kebetulan kamar mandi di rumah yang cowok airnya gak ngalir samas ekali. Jadilah kami antri mandi di kamar mandi yang ada diluar yang cuma ada 2 buah itu. Aku coba numpang mandi di rumah yang cewek, kebetulan tinggal ngantri satu orang. Habis mandi trus makan malam dilanjut ngobrol ngalur ngidul cekakak cekikik soal obsesi Bunga dengan 44 nya dan lain-lain yang dipandu oleh Wakil Pembina, Mas Dwi.

Ganti suasana ma Wisnu Cimol pindah ke warung, mau ngeteh manis aget sebenernya hehehe. Di warung sudah ada Mas Gamet, Ajeng, Mas Ardy. Tak berapa lama Mas Aryo, Mas Dwi, Dinda, Sisca, Bunga dan Arya ikut gabung, dan terbagilah 2 kubu dalam satu kelompok. Apakah telah terjadi perpecahan dalam kelompok ini, apakah mereka saling membenci, bagaimanakah kelanjutan kisah cinta yang terjalin antara si X dan si Y, dan siapakah yang akan terdeportasi malam ini, saksikan terus dilayar monitor anda. Saya, Admin, undur diri sampai jumpa besok malam di BIG BROTHER SEBESI (BigBrother  edisi prepet-prepet). Tiba-tiba ada tokek bunyi dan gue akan mencoba mentransletkan apa yang dia bilang meskipun bikin gue jadi takut ma tokek itu, dia bilang gini “ woi teruskan ceritanya woi, klo gak gw gampar lo”.

Jadi 2 kubu ini menjadi yang main kartu ma yang ngobrol gak jelas bikin sixpack. Yang main kartu Mas Dwi, Mas Gamet, Mas Aryo, Mas Ardy, Ajeng, Sisca dan muncul kemudian Wisnu Harahap. Sedang kubu satunya gue, Wisnu Cimol, Dinda, Bung dan Arya. Dari Lo Gua End, Lo Gua Ngok, Lo Gua Ahh, Kacang Sukro, Mie Rebus dua telur (satu dikocok satu utuh) nya Bunga, trus Wine Manis Anget yang bikin Bunga ‘teler’ dan mulai nge-hang sampai puncaknya dia membunyikan terompetnya (kentut) yang semula tak diakuinya meskipun tak seberapa besar bunyinya, lebih mirip terompet mampet ‘prepet prepet’ huahahahaha *ampun Bungaaaaa

sunrise @sebesi

Selamat pagiiiiii……bangun setengah 5 lebih, buru-buru ke kamar mandi udah gak tahan pengen #pup *ups, lalu buru-buru balik kamar, solat Subuh, trus ambil kamera potret sunrise, balik kamar ambil BB sama charger menuju ke warung numpang nge-charge, ketemu Fauzan dari rumah orang setempat katanya habis numpang #pup (sory bro aib lo gue ungkap hahaha), lanjut keliling kampung, liat kebo dilapangan hehehe….balik penginapan, sarapan, packing, berangkat buat hoping island. Menuju ke kapal kami disuguhin kata-kata peringatan-peringatan di tembok pagar pantai salah satunya ‘dosa para penzina’, mmmmm……

So let’s get started, snorkeling-snorkeling, banyak lihat ikan-ikan dan warna-warni terumbu karang dan biota laut lainnya. Banyak juga kejadian lucu dari orang-orang nya, mulai kisah momogi gara-gara gue minta snack ma Dinda trus dikasih momogi, eh banyak yang cemburu wkwkwkwk  *dikeroyok sekapal. Pas snorkeling Bunga kaget ada benda panjang putih dan ternyata itu kakinya Cici hahahaha, Wisnu Cimol dengan renang gaya bebasnya yang bikin heboh karena air laut muncrat kemana-mana, dan hebohnya Mas Dwi yang selalu ngajakin snorkeling sampe dipanggil-panggil padahal guenya dah nyebur duluan ckckckck.

snorkling

Menjelang siang, kapal kembali ke Sebesi untuk ambil makan siang, then menju ke Pulau Sebuku kecil buat makan siang. Pulau Sebuku ini pantainya biru banget, pemandangan disekelilingnya juga bagus tapi panas karena emang siang bolong. Dan menu makan siang kali ini, nasi putih, cumi saus hitam dan ikan goreng. Nikmat mantap. Ajeng aja mpe bilang ‘gue suka cumi saus itemnya’. Pertanyaannya, apakah Ajeng nambah cuminya?

pulau sebuku

Akhirnya kembali ke pelabuhan Canti, antri mandi lagi, giliran siapa, gue habis siapa, lo habis siapa, habis lo siapa, habis gue siapa sambil ditungguin di depan kamar mandi wkwkwkwkwk, jadi ketauan kan yang mandinya lama. Seingat gue untuk antrian dimulai dari Ajeng, trus Wisnu Cimol , lanjut Reza, gue, Rahmat, Mas Aryo, Arya selebihnya bukan urusan gue karena emang gak tau hehehe (sory buat yang gak kesebut.)

Habis mandi seger, ganti baju, sisir rambut (halah), semprot parfum dikit, tak lupa buat solat trus liat Gita makan es krim jadi pengen, lanjut ke warung seberang udah ada Riana ma Dyah or Atih ya (lupa) lagi makan bakso, akhirnya ikutan beli bakso juga. Ajeng pun ikutan kepengen trus pesen juga, Mas Aryo juga ngikut. Sementara yang laen banyak yang pada beli es krim magnum.

bakso @sebesi

Tiba waktunya untuk meninggalkan Canti yang sederhana tapi cantik, dimana banyak jejak senyum canda tawa kami disana, jejak air bilasan kami, jejak sampah kami, jejak tapak langkah kami,  jejak nafas kami  jejak kata-kata cabul (ada gak ya???? *bbm yang lain, nanyain kata demi kata termasuk cabul ato enggak) #pencitraan.

Melalui distrik Kalianda, Lampung Selatan dan tak berapa lama sampailah di Bakauheni dan langsung masuk fery sambil menikmati pertunjukan gratis manusia-manusia pemburu receh di tepi kapal fery. Dan masih saja bikin heboh ma Mas dwi, Wisnu Cimol, Cici and Dinda sampai gak enak ma yang lain karena kita ketawanya dah kayak 50 orang aja. Dan ada pemandangan “Koyo Man” aka manusia berkoyo’, si Arya yang lehernya ditempel koyo salonpas (dilarang sebut merk klo dibayar #eh)

senset @bakauheni

Sunset yang mulai terlihat mengalihkan pandangan kami, semua orang seakan berlomba menjadi fotografer profesional dadakan, dengan berbagai gaya mencoba mengambil momen itu, dari gaya manyun ala Bunga, gaya kalem ala Mas Aryo sampai gaya ngetekin ala Ajeng tapi gak ada yang ala Chef (*dikecup Farah Queen). Gak puas disitu, kami pun naik ke atas, dek kapal paling atas, istilah kerennya rooftop. Tapi ternyata kami terpencar, yang naik ke rooftop cuma gue, Mas Dwi, Ajeng, Cici, Wisnu Cimol, Dinda, Mas Aryo, Kyum, Fauzan, Lutfi dan terakhir naik Wisnu Harahap.

Kehebohan masih terus berlanjut. Mas Dwi masih terus berusaha ‘ngedeketin’ Cici (uhuk-uhuk #eeaaa #ngok), Muslih dan Fauzan yang asik cerita berdua, Kyum yang pewe duduk sendirian, Ajeng yang sibuk dengerin musik dan nyanyi gak jelas di ujung yang lain, daku yang galau tiduran menatap bintang di langit (halah), Wisnu Cimol yang masih berusaha membuktikan sebagai pakar Parkour (hehehe), Mas Aryo yang ikutan galau natap bintang-bintang, Wisnu Harahap yang waktu itu masih entah ada dimana dan akhirnya semua disatukan oleh Dinda dengan cerita-cerita serunya yang dari sini ujung sana punteun semua dan Suster Ngesotnya Mas dwi yang ngaku kalah hihihihi.

@rooftop

Tapi tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara misterus, ada suara tak ada wujud, oh ternyata suara dari bawah. Kami diminta turun saat itu juga, suara heboh kami membuat kapten marah, klo kami gak turun akan dicium kapten kapal satu-satu. Jelas saja kami memilih turun daripada dicium kapten kapal, kami lebih memilih harga diri dan kehormatan kami sebagai anak bangsa yang berbudi pekerti yang luhur dan berani berkata tidak untuk narkoba dan free seks  #pencitraan. Yang bener disuruh turun aja dan jangan bikin ribut.

Kami pun turun, tapi masih aja tetep bikin heboh dan kemudian terdengarlah lagu cinta satu malam yang terkenal itu. Ternyata teman-temen yang lain ada di panggung dangdut cinta satu malam itu. Sampai akhirnya pelabuhan Merak telah menanti kami untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Plasa Semanggi menjadi titik awal keberangkatan dan titik akhir kepulangan kami, kami pun berpisah untuk bertemu kembali.

the team

Tengkiu so much my friends, my Krakatauers, u’re all rockin.

Deep hug and kiss : Ajeng, Bunga, Dinda, Sisca, Kumara, Sherly, Anggun, Gita, Riana, Dyah, Atih, Mba Esti, Mba Affani, Mas Dwi, Mas Ardy, Mas Aryo, Wisnu Cimol, Arya, Wisnu Harahap, Fauzan, Mas Gamet, Reza, Primas, Rahmat, Lutfi, Mas Liko.

Menembus kawah PAPANDAYAN

Saat itu hari sabtu saya dan sahabat saya memutuskan untuk mencoba trekking ke gunung papandayan di kota Garut. Jenuh dengan suasana kota Jakarta yang penat, membuat kami benar-benar ingin refreshing. Berangkatlah kami naik bis AC dari terminal kampung rambutan jurusan kampung rambutan-garut. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Karena kami berangkat dari Jakarta sudah sore, sampai di Garut pun sekitar maghrib.

Niat kami malam ini menginap dulu di kota garut baru besok paginya berangkat ke papandayan. Dari terminal Guntur kami nail becak ke kota. Karena hotel yang direkomendasikan tukang becaknya kurang layak baik kebersihan, keamanan dan kenyamanan, kami pun akhirnya berjalan kaki mencari penginapan sambil melihat-lihat kota. Akhirnya atas rekomendasi pemilik salah satu minimarket, kami menginap di wisma PKPN di jalan ciledug.

Kamar yang luas, cukup bersih, cukup nyaman, cukup layak huni dan murah saja, Cuma Rp100.000,- per malam dengan 2 tempat tidur kami juga mendapat fasilitas satu termos air panas. Kenapa air panas, karena memang udara di garut ini sangat dingin di malam hari bagi yang tidak terbiasa.

Jalan-jalan malam, menyusuri kota garut, menikmati kulinernya dan suasana kotanya. Entah apakah karena ini malam minggu atau memang sehari-sehari begitu, malam disini begitu meriah dan ramai sekali. Ada yang unik dengan kulinernya, wedang ronde yang dicampur dengan serutan kelapa muda. Patut dicoba.

Keesokan pagi dengan naik elf tujuan cikajang dengan tarif Rp5.000,- turun di Cisurupan. Cari sarapan dulu di pasar, namun karena kami lihat banyak warung makan yang belum buka, kami inisiatif untuk masuk ke dalam pasar. Nah di tengah pasar ini kami menemukan warung makan, beruntung sekali masakannya baru matang.

Dilanjutkan naik ojek ke pintu gerbang gunung papandayan. Sebelumnya kami sempat bersitegang dengan para tukang ojek karena tawar menawar harga, namun akhirnya kami pun luluh dengan harga Rp25.000,- per orang, yah daripada tidak bisa naik, karena dari cisurupan ke pintu gerbang papandayan sendiri masih cukup jauh dan menanjak sekitar 45 menit belum ditambah salah satu ojeg kehabisan bensin, damn, jadi mesti nunggu dia beli bensin ke desa terdekat di bawah.

Kami pun sepakat menggunakan jasa tukang ojeg tersebut untuk menjadi guide kami. Batu-batu terjal yang luas dan pemandangan kawah yang begitu banyak dengan asap yang mengepul sudah menanti kami. Jangan lupa gunakan masker untuk menghindari bau belerang yang cukup menyengat. Pemandangannya unik dan sangat menakjubkan.

Mesti hati-hati karena cukup terjal dan banyak jurang, jangan sampai terjatuh ke kawahnya. Disana sini bisa ditemukan kawah-kawah kecil yang aktif dan belerang-belerang berwarna kuning pekat. Dikarenakan jalan untuk mencapai pos pertama, pondok saladah ada yang patah/longsor, kami harus melewati jalan baru dan cukup jauh. Kami harus menuruni lembah yang menghijau, kontras sekali dengan kawasan sebelumnya.

Yang sangat mengejutkan di bawah lembah yang berbentuk cekungan ini terdapat air terjun kecil yang airnya jernih sekali. Kami pun istirahat sejenak. Selanjutnya kami meneruskan perjalanan kembali menanjak dan sampailah di pos pertama, pondok saladah. Disini sangat hijau sekali, rerumputan yang tinggi-tinggi dan pepohonan disekelilingnya. Kami pun menemukan beberapa pohon edelweiss. Untuk diketahui, terdapat pula jalan yang dapat dilalui mobil off road untuk dapat sampai bandung.

Perjalanan menanjak kembali kurang lebih satu jam sampailah kami di pos kedua, tegal alun. Tegal alun ini sangat luas, terdapat hamparan edelweis muda, savanna dan juga mengalir sungai kecil yang bening. Akhirnya waktu lebih banyak kami habiskan di tegal alun ini. Sangat menakjubkan.

Jalan menuju ke puncak berupa semak-semak dan kemudian hamparan pepohonan yang hangus. Ya, akibat letusan pada tahun 2002, banyak pohon-pohon yang terbakar dan masih belum pulih benar sekarang ini. Tapi pemandangan pepohonan yang hangus ini menjadi sesuatu yang unik.

Setelah semua selesai kami pun turun gunung untuk segera kembali ke Jakarta.

AMAZING of Belitong


1. Lo mau kemana cuy ko udah packing aja?

Hehehe iya neh, gw mau traveling ke Belitong bareng temen-temen, mau seru-seruan.

2. Berapa orang yang ikut?

Ada 12 orang, gw, bang Ardy, tante Pipin, Meita, Wisnu, Bonnie, Arif Rahman, Mas Dwi, Linto, Achmad, Kaka(k) ma Indah. Yang 3 terakhir ini dari Bandung, yang laen dari Jakarta semua.

3. Naik apa kalian?

Naik Sriwijaya Air, tapi rombongan ada juga si yang naik Batavia Air. Penerbangan ke Belitong ato tepatnya ke bandara Tanjung Pandan dari Jakarta cuma ada 2 penerbangan aja, ya Sriwijaya ma Batavia itu. Perkiraan waktu ke Tanjung Pandan dari Jakarta kurang lebih 45 menit. Gw cs berangkat dengan penerbangan paling pagi jam 06.35.

Gw berangkat dulu ya pren, ngejar Damri yang jam 4 pagi dari Rawamangun neh cos dibilangin suruh kumpul di Terminal IB Soetta sejam sebelum boarding. Tar gw cerita-cerita lagi klo udah sampe sono, oke.

4. Woi, udah sampe lo? How’s Belitong? Gimana pantai-pantainya?
Udah dong. Oya dari atas pesawat menjelang landing kita bisa lihat lho di bawah banyak banget danau-danau kaolin alias danau yang terbentuk akibat penambangan timah, warna airnya pun beda-beda, keren banget.

Klo Belitong ini ya kota kecil ya, gak begitu banyak aktifitas yang terlihat. Lo tau gak, jalanan dari bandara ke kota Belitongnya itu lengang banget, lancar jaya deh. Dan lo tau apa penyebab kelengangan ini? Datang aja ke POM bensin, pada ngumpul disana mau kocok arisan eh antri BBM. Halo guys, sodara-sodara kita di Belitong ini mengalami kesulitan mendapatkan BBM, karena pasokan dikit, POM bensin pun cuma ada 2 atau 3 gitu dan selalu penuh dengan antrian tiap hari. Mobil rombongan gw pun hampir kena sindrom kehabisan juga, klo kehabisan paling-paling jalan-jalannya on feet, trus kita suruh ketua rombongan ma sopirnya dorong mobil n antri BBM hahaha….ampun bang…..ampun bang Ardy…..kita ke Komodo yuk hehehe….

Yeee, tunggu lah pantainya, ini juga baru sampe hotel, namanya hotel Martani. Di dalamnya ada kamar-kamar (yaiyalah namanya juga hotel), trus ada kolam renang mini nya yang kering (hayo siapa tadi yang nanyain kolam renang? Ngacung sendiri, nyebur, nyungsep). Habis ini baru deh maen-maen ke pantai, tapi mau cari sarapan dulu.

5. Widih, asik ya, cerita lagi dong.

Iya. Jadi kita-kita neh sarapan mie khas Belitung, yang terkenal mie Belitung Atep di Jl. Sriwijaya No. 27, Tanjung Pandan, Belitung. Yang buat mie belitung ini enak adalah kuah kari udang nya yang gurih dan kental, dicampur dengan mie dan tauge, irisan tahu goreng, emping dan cabe rawit tumbuk khas Belitong yang harum. Untuk urusan minuman, pas nya minum es jeruk kunci. Oiya, karena tempat duduk dan meja di warungnya penuh, so kita dipersilahkan masuk ke ruang keluarga mereka, dilayani bu Atep n nonton DVD seri pak Bondan maknyus pas datang ke situ. Belum tentu yang lain dapat kesempatan langka ini khan…

6. Lha pantainya mana, dari tadi lo ngoceh makanan aja, bikin gw laper juga.
Sabar dong, tinggal baca juga. Pantai pertama yg dikunjungi namanya Tanjung Tinggi. Di pantai ini bisa ditemukan ratusan batu-batu granit super gede dan tinggi. Ada yang berdiri sendiri, ada yang menumpuk ada pula yang membentuk gua dan juga yang membentuk lorong sempit yang bisa kita lalui. Dan lo tau gak, Laskar Pelangi itu syutingnya di sini, pasti lo ngiri. Dan disini pula lah tonggak sejarah itu terbentuk, demi menjaga kelangsungan penjelajahan dunia kita mentasbihkan diri sebagai Laskar Pelancong.

Foto-foto itu wajib hukumnya, klo gak foto itu berdosa besar, bisa masuk dalam MURI tuh bahkan World Guiness Book sebagai orang yang gak narsis sama sekali. Dan sebagai satu-satunya orang yang membawa tripod, Bonnie kami tunjuk sebagai fotografer, klo udah selesai kami tinggal bilang ‘tinggal pencet’ agar difoto lagi (pake timer) hahaha……

Eh iya kita makan siang disini, ada resto sea food gitu, makanannya cukup enak kok. Kita pesan cumi goreng tepung, udang goreng, Gangan (sop ikan dengan kunyit dan ada potongan nanasnya). Ada udang saus tiram, gw ambil itu, pas gw mw ambil kepiting juga, ada yang bilangin “itu bukan punya kita, mereka pesan sendiri”. Waduh, jangan-jangan udang saus tiram ini bukan punya kita juga, maafin aku yaoloh, jadikan udang ini baik untuk tubuhku. Amin.

Abis makan siang gw ma temen-temen gw pergi ke Tanjung Kelayang, cukup deket si klo gw bilang dari Tanjung Tinggi tadi. Pasir lautnya cuy putih banget, seputih susu, gak boong gw. Klo ntar lo kesini, lo ambil aja tu pasir pake botol plastik kecil buat kenang-kenangan (cos I did) hehe… trus dsini tuh banyak banget kapal nelayan, garis pantainya cukup panjang dan airnya jernih. Yang paling mencuri perhatian gw disana ada batu gede banget dan di atasnya tumbuh subur tanaman macam pakis-pakisan gitu.

Setiap tempat kayanya punya story yah, disini celana nya si Arif Rahman sobek bek dari bawah ke atas, dan akhirnya harus dia tutupin pake handuk kecilnya. Sibuk pula dia pilih celana di toko souvenir.

Trus lanjut ke Tanjung Binga. Bisa dibilang ini kampung nelayan, klo lo mau beli ikan asin, disini tempatnya. Lo tau gak tempat buat jemur ikan-ikan itu terbuat dari rotan-rotan kering yang dijalin gitu aja membentuk seperti lapangan kecil. Di bawahnya ditopang pake kayu atau rotan yang lebih besar , hebat yah, gw aja kagum, bisa ya. Dan itu lantai-lantai rotan kuat banget, tapi gw agak deg-degan juga si jalan di atas rotan ini, takut kejeblos aja tiba-tiba. Di atas lantai rotan ini pula dibangun kaya pondokan kecil gitu, fungsinya buat tempat merendam ikan yang mw dibuat ikan asin. Lo kan doyan ikan asin, tar klo lo kesini beli ya, pasti dapat murah tuh…

7. Ogah ah, beli di pasar disini juga banyak kok. Ngapain coba jauh-jauh di Belitong. Eh itu liat sunset gak?
Hahahahaha…….pinter lo ya, baru gw mau cerita berburu sunset. Jadi setelah dari Tanjung Binga itu, kita menuju Bukit Berahu. Di atas bukit ini terdapat sebuah bangunan, macam sebuah tempat istirahat tapi bukan penginapan, di bawah terdapat sebuah kolam renang dengan pemandangan laut lepas. Sambil nunggu tu matahari tenggelem, kita bisa kongkow dulu sambil ngobrol trus pesan makan dan minum, standar si mie goreng atau rebus, pisang goreng dan segala macem jus dan kopi atau teh. Yang lucu neh kita menemukan (bukan memasak) makanan jenis baru, mie goreng asu sama pisang goreng sambel asu. Kata ‘asu’ itu Cuma ungkapan kita aja setelah menemukan yang klimaks, dan sambel disitu itu lah yang bikin jadi klimaks hehehehe…pedesnya asuuuuu…..sampe bang Ardy bilang mw lebih rajin solat karena pedesnya cabe aja deritanya klimaks hehehe…

8. Lha ko jadi misuh gitu si, kayak gak ada ungkapan laen aja.
Gak misuh kali, itu kan cuma luapan ekspresi aja, ekspresi jiwa muda hehe…

9. Terusin gih gimana jadinya tuh sunset.
Oh iya, jam 5 sore gitu, kita menuju ke pantai melalui anak tangga berjumlah 97 buah, padahal kita ngarepnya itu berjumlah 99 buah, kami pun kecewa terutama si Arif Rahman hehe… Dan ternyata disana terdapat beberapa cottage yang terbuat dari kayu, keren ya. Akhirnya duduk-duduk aja dipasir pantai sambil nungguin si mentari tenggelam sambil foto-foto ala Meteor Garden bukan S*MASH. Catet juga, akhirnya melalui seleksi yang ketat, terpilih sudah Arif Rahman sebagai Miss Babel dengan celana renang biru dipadu celana robeknya yang membentuk rumbai hahaha….

Sunsetnya oke banget disini, klo gak percaya liat aja foto kita-kita hehe..

Balik hotel, bersih-bersih, trus makan mie kepiting di restaurant DIVA. Kirain makan malam bareng DIVA wkwkwkwk. Oya, pas disini baru nyadar, kulit udah berubah menjadi keling cuy, jiahhhh gw lupa lagi pake sunblock tadi. Udah ah, dah kenyang, sekarang balik hotel dan tidur yak.

10. Pagiiii Laskar Pelancong, kemana kalian hari ini?
Pagiii…..tadi setelah Subuh kita ke Danau kaolin, mengejar sunrise, cuma sayang mataharinya malu-malu, ngumpet aja dibalik awan, mungkin gara-gara ada salah satu laskar pelancong (no mention ah) yg pengen pup kali ya jadinya mataharinya ogah nongol, takut bau #eh. Iya cuy, jadi tu lagi asyik-asyik foto-foto tiba-tiba ada yang teriak ngajak pulang karena temennya sakit perut, pengen pup, udah kluar dikit mungkin hahahaha….#jahat. Kan kita pake 2 mobil, jadi yang pulang duluan yang satu rombongan ma yang sakit perut. Nah, begitu mereka balik hotel, si bulat kuning yang selalu menyinari kita itu mulai deh berani keluar menampakkan sinarnya .

Next trip kita menuju ke Manggar, kata gw si kota 1000 kopi, tapi Wisnu bilang 1001 kopi, padahal yang bener kan 1000 warung kopi hehe…Kota ini yang terbesar kedua setelah Tanjung Pandan. Dan lo gak lengkap klo ke Manggar ini gak nyicip kopi Manggar. Pilih aja salah satu warkopnya, tips ni, pilih yang rame, biasanya rame itu enak dan meriah. Padahal belum tentu ya #tips menyesatkan. Ada 2 jenis kopi yang disediain, ada kopi susu atau kopi O. Maksudnya kopi O ini kopi hitam aja bisa with or without sugar. Biasanya mereka juga nyediain makanan seperti pisang goreng atau mie rebus gitu.

11. Ada apa lagi di Manggar, ke rumah ibu Muslimah gak?
Ada banyak, makanya kemaren ikut, nanya mulu si. Kita gak ke rumah ibu Muslimah orang kita udah ada Ibu Muslimah sendiri si Momy Pipin (Ibu Mustahil) hahaha. Jadi kita ke bukit, macam tempat istirahat gitu deket rumah dinasnya bupati & wakil bupati, namanya Bukit Samak A1. Bener-bener dah ni anak-anak laskar pelancong ulahnya, kita borong magnum meski ada pengkhianat satu yang beli feast, si Meita, bikin aib pula pas foto kebalik tu tulisan dibungkusnya hahaha. Yaolo ampuni Meita yaolo…

#fyi neh ya cuy, nama bukit ini sendiri untuk gw certain disini menjadi perdebatan sendiri antara Tante Pipin, Wisnu dan bang Ardy, Bukit Asam A1 atau Bukit Samak A1,mmmmm…..

12. Hahahaha ngakak gw, kalian tu ya suka banget bikin aib, hinadina.
Klo gak gitu bukan Laskar Pelancong namanya hehe…laper ah, makan yukkkkk……
Nah kita menuju ke Desa Lalang neh, tepatnya di pantai Nyiur Melambai. Pesenanya Ikan bakar dan tumis kangkung, minumnya kelapa muda. Kjadian demi kejadian terjadi, dari Mas Dwi yang menemani si mbak membakar ikan, sampai si penabur benih yang ngliatin si mbak berbaju merah, dan tertangkap basah oleh si Wisnu…tidaaakkkkkk.

Btw, momy Pipin makan pake kangkung aja, vegetarian rupanya *ditampar pake double combo steak

13. Lanjut gan……….
Setelah kenyang neh, pak sopir membawa kita ke sebuah bendungan, Bendungan Pice namanya. Layaknya sebuag bendungan, ada pintu airnya yang menjaga debit air yang keluar. Pemandangan alam sebelah kiri bendungan boleh lah dianjungi jempol. Tapi ada satu yang menodai keindahan ini, kebancian Linto pun kambuh, dia foto-foto pake bunga warna kuning. Linto belum sembuh yaolo….

Klo lo inget nonton film Laskar Pelangi, bangunan apa yang paling lo inget? Sekolah SD Muhammadiyah Gantong. Iyesss, sama ma gw berarti. Beruntung banget pas sampe di sekolah ini yang terletak di atas bukit pas lagi gak ada pengunjung. Jadi kita bebas mau foto-foto. Cuma satu yang gw cari, pohon besar yang ada di depan sekolah itu mana ya? Inget kan di ceritanya ada pohon besar di depan sekolah.

Seperti yang udah gw bilang td, Bu Mus pun hadir ditengah-tengah kita. Berjilbab, cantik (sesuai pesenan), tutur bahasanya baik (errrrr…), tingkah lakunya kalem (mmm…), dialah Ibu Mustahil. Dia membawa kami dalam keceriaan dan keseruan Laskar Pelancong. Kami bangga padamu Ibu.

14. Hahahaha….beneran ada itu Ibu Mustahil?
Ada lah, tar lo gw kenalin deh, dia baek kok. Gw cerita lagi neh, sekolah SD Muhammadiyah Gantong ini disekelilingnya terdapat danau, entah buatan atau alami gak tau deh. Yang paling khas dari bangunannya adalah tonggak kayu yang menopang sisi bangunan yang miring. Meskipun bangunan SD ini bukan yang asli (replica) dan lokasinya pun bergeser gak jauh dari lokasi semula, tapi gak mengurangi rasa ingin tahu tentang sekolah SD si anak-anak Laskar Pelangi itu.

Meninggalkan lokasi, trus menuju ke Pantai Punai, pantainya si Lintang. Lokasinya sebelah tenggara pulau Belitong, terletak di desa Kelumpang. Perjalanan kesana dari SD Muhammadiyah Gantong langsung diguyur hujan lebat. Bahkan sampai ke pantainyapun gerimis masih turun, namun akhirnya mereda menjelang sore. Pantainya sendiri cukup bagus, meski tak seindah tanjung tinggi, suasananya sepi dan banyak bertebaran batu granit yang tak terlalu besar. Perlu diketahui juga, listrik belum sepenuhnya masuk disini, fasilitas umum seperti toilet dan Mushola juga sdikit kurang terawat, warung makan sederhana juga cuma ada satu.

Tapi pantai punai ini memberikan kenang-kenangan buat gw cuy, pas lagi maen-maen di atas batu granit yang lumayan gede, habis foto-foto, nah pas turun gw kurang hati-hati, napak yg pas licin, jatuhlah gw, untungnya gak kenapa-kenapa Cuma lecet aja di siku kanan kiri gw. Untung pak sopir baik hati, dia ngambilin P3K di mobil. Si Linto sibuk ngarahin, kasih ini dulu, kasih itu biar gak infeksi. Si Wisnu sibuk motoin. Tante Pipin sibuk ngliatin. Gw sendiri sibuk bergaya karena mau difoto wekekekeke.

Sumpah, sunset disini cantik banget, coba gak habis hujan pasti lebih cantik.

15. Kasian banget si lo mpe jatoh segala, trus kalian gak maen-maen air gitu, berenang-berenang atau main pasir?
Gak afdol lah klo maen ke pantai gak maen air. Hari inilah saatnya kita snorkeling hehehe….

Ada kejadian kecil ni, jadi pas keluar hotel mau masuk mobil, ternyata si kaka(k) ma indah ada disebelah gw. Lha si kaka(k) ini bcandain gw, ukuran berapa sandalnya (Oh God, sandal gunung kita ternyata sama sodara-sodara, kejadian seribu satu kan di dunia). Spontan gw bilang, ayo difoto-difoto sambil deketin sandal gitu, apesnya kepergok si Gajah Tegal alias arif Rahman. Puas deh jadi bulanan-bulanan mereka. Dan kenapa tiap kali si Gajah Tegal mulai bikin racun, gw tak bisa berkata-kata, habis kata-kata gw ditelan bumi…hadeuh…klo ngutip kata-kata Desi Ratnasari “no comment”.

Oke, mari menuju ke Tanjung Kelayang. Dari sini kita bakalan naik kapal ke pulau lengkuas, selama dalam perjalanan ini ombaknya cukup besar, pemandangan sekitarnya bagus banget. Di Pulau Lengkuas ini terdapat sebuah mercusuar. Mercusuar ini berwarna putih, punya ketinggian 18 lantai.

Untuk masuk ke mercusuar ini kita mesti lepas sandal/sepatu dan kaki kita harus dibersihkan dulu dari pasir dengan air baru deh setelah bersih kita diperbolehkan masuk. Karena apa, klo kita masuk masuk ke mercusuar dalam keadaan berpasir, otomatis lantai dan tangga di mercusuar jadi kotor dengan pasir, ‘susah bersihinnya mas’ begitu kata bapak-bapak yang menjaga itu mercusuar. Dan luar biasa pemandangan dari setiap lantai yang bisa dilihat dari jendela mercu, dan yang paling amazing view dari puncak mercu, Subhanallah, great creature, sejengkal Surga, mungkin hanya sebesar zaroh nya Surga ada di sini.

16. Maen aernya di pulau lengkuas ini juga?
Enggak, dari pulau lengkuas kita menuju pulau tanjung layar buat makan siang. Pulau yang diakui Arif sebagai pulaunya #ngikik. Habis itu baru kita naik kapal ke tengah laut buat cari spot yang pas buat snorkeling. Klo udah dapet baru deh siap-siap pake pelampung dan alat snorkeling lainnya….truss…..byuurrrr……. Terumbu karang disini cukup cantik, banyak ikan-ikannya ada babi laut juga. Dan di depan terdapat batu granit tunggal gede banget menjulang dari dasar laut ke atas permukaan. Keren. Oya jangan lupa klo snorkeling disini bawa kamera yang anti air, jadi bisa makin narsis kaya kita-kita.

Pernah baca di salah satu majalah, klo kawasan terumbu karang itu ada or banyak babi lautnya tandanya perairan di sekitar terumbu karang itu kurang sehat. But whatever lah ya, nikmati aja lah alam ciptaan Tuhan ini sepuasnya, mumpung cuaca lagi bagus-bagusnya. Klo udah nyebur di laut tuh rasanya males yah buat ke kapal lagi, karena klo udah naik ke kapal pengennya nyebur lagi, nagih bener…

Dari jauh ni kliatan gundukan pasir putih di tengah laut, besarnya tak seberapa, sebesar lapangan badminton kali ya, dipinggirnya kliatan seperti ada burung-burung laut gitu. Ternyata ini yang namanya pulau pasir dan yang gw kira burung itu ternyata bintang laut-bintang laut yang gede banget. No comment deh, bagus banget. Time buat berenang-renang, gila-gilaan, narsis-narsisan, hina-dinaan, what a perfect place. Bakal kangen seru-seruan disini.

17. Yaolo, seru banget ya, gw jadi pengen kesana juga. Ya Tuhan, jatuhkan sekarung duit ya Tuhan , biar saya bisa liburan ke Belitong…
Yaelah, gak segitunya juga kali, makanya nabung dong.

Gw lanjutin nih ya, capek seru-seruan di pulau pasir, kita jalan-jalan santai di Pulau Gede. Di pantainya sendiri banyak terdapat batuan granit besar juga, banyak tumbuh rumput laut di tepi pantai dan banyak bintang laut kecil-kecil. Dan kalo diperhatikan di batu-batu granit yang terdapat dsini, banyak yang ditumbuhi semacam kerang, orang Belitong bilang kermis, tumbuhnya pun rapat sekali bahkan ada yang menumpuk.

Dari sini kita bisa menikmati juga pulau burung. Kenapa dinamakan pulau burung, karena terdapat susunan batu-batu granit yang salah satu batunya membentuk paruh burung. Cantik, apalagi dinikmati pas sore hari seperti ini. Langit yang biru dan awan putih yang jarang-jarang. Pemandangan yang mahal bukan.

Dah capek, trus kembali ke Tanjung Kelayang, bersih-bersih, ganti baju yang kering, solat, trus makan malam di restaurant tepi laut, namanya Bandar Belitong, heheheh jadi inget di Jakarta punya Bandar Jakarta. Bangunannya bagus dibuat seperti saung-saung, cukup mewah dan menarik, makanannya juga lumayan Cuma kurang banyak hehehe….

18. Wah puas banget pastinya yah, petualangan yang menyenangkan bersama teman-teman yang seru dan menyenangkan.
Sangat puas, apalagi teman-temannya gila-gila semua kayak gini, gak asik lah klo gak gila hahahaha…..makanya klo nanti ada trip lagi lo ikut aja.

19. Oke..oke…Kemana lagi abis itu?
Abis makan pulang lah ke hotel, mesti packing besok kan harus balik Jakarta.

20. Hah, udah mau balik, lha kapan beli oleh-olehnya?
Halah, cepet deh lo klo ngomongin oleh-oleh. Oke, habis cek out neh, kita menuju ke sebuah toko yang menjual makanan khas Belitong, ada abon ikan, kerupuk ikan, dodol kacang, kerupuk kulit ikan kakap, keripik rumput laut, sirop jeruk kunci dan lainnya. Heboh deh kita, masing-masing bawa satu kardus gitu, serasa balik kampung wkwkwkwk….

Ada lagi yang jual souvenir, mitra dengan KUKM, ada kaos dengan tulisan belitong, ada gantungan kunci, batu satam, kapal-kapalan dari kerang, tas, banyak deh. Cuma ternyata harga kaos disini lebih mahal dari yang ada di bandara, dsini dihargai 80 ribu per buah, sementara di bandara Cuma 65 ribu, padahal dari produk yang sama. Mendingan beli yang di bandara, lumayan kan beda 15 ribu. Di bandara juga ada yang jual souvenir cuma gak tau harganya apakah juga lebih murah. Disitu cuma beli kopi bubuk manggar aja yang udah dikemas dalam plastik, harganya 25 ribu.

Udah itu aja yang gw beli, oleh-oleh buat lo tar ambil sendiri ye, pakean kotor gw hehehe….suruh nyuciin maksudnya hahaha….Dah mau boarding neh, ke pesawat dulu yak, sampai ketemu di Jakarta.

Jalan-Jalan ke PADANG

Sebenarnya perjalanan ini tahun lalu di bulan Desember. Mendapat tugas mengantar dokumen negara yang disebut DIPA ke kantor wilayah di Padang bersama 2 orang rekan, ibu (Lola) dan mbak (Risky). Awalnya aku gak tau klo dapat tugas dinas ke Padang, meski sebenarnya emang aku pengen dapat ke Padang, eh taunya beneran dapat. Alhamdulillah ya…

Menumpang pesawat Lion Air, kami pagi itu mendarat di bandara Minangkabau. Kami dijemput oleh pegawai Kanwil dan menuju ke kantor. Setelah bertemu beberapa orang penting di Kanwil (bukan sok penting tapi emang orang penting lho, pejabatnya gitu..) kami melaksanakan tugas kami menyerahkan DIPA. Cek…cek and ricek semuanya kelar dan beres. Kemudian kami pun berpamitan dan diantar menuju ke hotel (cepet banget ya hehehe).

Hotel Padang, ini dia hotel kami, bangunan depannya bangunan tua jaman Belanda tapi kamar-kamar di bagian belakangnya ada yang bangunan tua ada juga yang bangunan baru. Meski agak sedikit seram, bukan karena apa-apa, karena bangunan kanan kiri hotel rusak semua karena gempa Padang saat itu dan klo membayangkan korban-korbannya, widih, jd ngeri sendiri. Dan asli aku agak (kurang) bisa tidur euy hu..hu..hu…Bayangkan bangunan disebelah kanan dan kiri hotel sudah hancur, bahkan sudah ada yang diratakan. Apakah ada korbannya disana, entahlah tak mau lah diri ini membayangkannya.

Hari kedua, kami menuju ke Payakumbuh mengantar salah satu rekan, bu Lola, karena beliau ini orang asli Payakumbuh jadi sekalian pulang kampung ceritanya. Dengan diantar sopir kami pun berangkat. Waktu tempuh sekitar 5-6 jam melewati Padang Panjang, Bukittinggi dan Payakumbuh. Di Padang Panjang kami mampir makan siang di sate padang Mak Syukur yang terkenal itu. Di dinding bangunan tersebut tampak foto-foto Pak Beye beserta ibu. Konon katanya klo ke Padang Pak Beye (SBY) selalu makan disini.

Lanjut….Perjalanan dari Padang Panjang ke Bukittinggi. Sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan alam yang luar biasa indah, bukit-bukit yang menghijau, air terjun, sungai dan ada rel kereta. Wait…rel kereta? Ya, dsini memang ada rel kereta, ini merupakan rel kereta wisata jurusan Padang ke Bukittinggi yang hanya beroperasi pas wiken saja. Tapi sayang karena gempa banyak rel yang tertimbun longsoran sehingga tidak dapat beroperasi.

Bukittinggi-Payakumbuh sebenarnya bisa ditempuh selama 1 jam saja, tapi karena saat itu hujan dan jalanan rusak jadi banyak jalan yang berkubang dan membuat sedikit terganggu. Dalam perjalanan menuju ke Koto Tuo tempat bu Lola melewati jalan kecil dan kami sempet bertemu dengan monyet yang dibonceng motor. Hehehe lucu ya…ternyata ini adalah monyet yang dilatih untuk memetik buah kelapa, bisa juga lho mereka disewakan. Di Payakumbuh ini penduduknya memang memanfaatkan tenaga monyet untuk memetik buah kelapa.

Kota Payakumbuh sendiri tidak terlalu rame, ya seperti kota kabupaten pada umumnya. Kabarnya Payakumbuh ini akan dijadikan ibu kota propinsi menggantikan kota Padang. Karena kontur geografi Payakumbuh yang rata dan tidak berbukit-bukit relatif aman dari bencana alam. Seiring berjalannya waktu dan rasa capek akhirnya sampailah kami ke rumah orang tua bu Lola.

Rumahnya asri, dikelilingi pohon-pohon besar, ada pohon sawo dan di bagian belakang penuh pohon kakao beberapa hektar. Beristirahat sejenak dan makan makanan khas Padang, Cuma aku lupa apa aja namanya tapi yang jelas ajib dah. Satu yang paling aku suka, ayam goreng cabe hijau, mantap. Tiba waktunya untuk berpamitan, tinggal kami berdua, bertiga dengan pak sopir melanjutkan ke Bukittinggi.

Di Bukittinggi kami mampir sebentar ke Ngarai Sianok, dan bener-bener terjun langsung ke sungai yang ada dibawah lembah, mengunjungi Jam Gadang tapi tidak sempat mampir ke pasar bawah dan atas meski letaknya cuma sebelahan ma Jam Gadang, karena kami mengejar waktu biar tidak terlalu malam sampai di Padang. Tapi dalam perjalanan kami mampir dulu beli oleh2 di salah satu toko souvenir. Puas..puas..puas….
Sampai di Padang jam 9 malam…makan nasi goreng..kembali ke hotel dan tidur…

Esok hari satu rekan, Risky, kembali ke Jakarta dan tinggal lah aku sendiri. Dengan berbekal pengetahuan dari internet, mulailah petualanganku, tapi hanya dibatasi sampe jam 12 saja karena jam 1 mesti take off kembali ke Jakarta. Tadinya berpikir mau naik ojeg untuk berkeliling kota, tapi akhirnya memilih taksi tentunya dengan penawaran yang cukup menarik. Dan dimulailah jalan-jalan aku ini.

Spot pertama melihat reruntuhan hotel ambacang dan beberapa bangunan yang runtuh. Bahkan ada hotel mewah dengan bangunan tinggi juga tak luput ikut rusak.

Taksi pun meluncur ke pantai padang. Pantainya luas dan terlihat di jalan aspal jejak-jejak gempa dimana banyak retakan. Sedang asik foto-foto, tiba-tiba temanku yang orang Padang BBM bilang klo ada gempa, tapi aku tak merasakannya, mungkin karena lagi di pasir jadinya tak terasa ada goncangan. Yasuw lah yang penting tak terjadi tsunami, coba klo terjadi tsunami dan diriku ikut terseret, tentunya tidak akan ada tulisan ini hehe…

Tujuan berikutnya ke Jembatan Siti Nurbaya, view dari sini benear-benar elok, bagus buat foto-foto dan tentunya aku gak melewatkan serta membiarkan kamera ku nganggur, jepret..jepret…jepret….pemandangannya mantap, disatu sisi terdapat kawasan kota lama dengan rumah-rumah jaman dulu dan disatu sisi arah pantai banyak sekali perahu-perahu nelayan. Menakjubkan.

Dari jembatan ini turun ke bawah sedikit sampailah kita ke toko Christine Hakim. Klo kamu berpikir ini toko milik Christine Hakim si artis itu tentu saja bukan, karena toko ini hanya menjual berbagai jenis oleh2 makanan dengan merk Christine Hakim. Merk ini terkenal sekali, karena itu orang klo berkunjung ke Padang belum lengkap klo tidak membeli oleh-oleh Christine Hakim ini.

Karena masih ada waktu sebelum berangkat ke bandara, aku coba basa-basi nanya ke sopir taksi ku, kira-kira klo ke pantai air berapa lama? Dia bilang setengah jam, so, aku beranikan diri ambil keputusan untuk kesana meski dalam hati ketar-ketir juga bisa gak tar kembali ke Padang jam 12an. Melewati bukit naik turun dan berkelak kelok akhirnya sampe juga akhirnya. Benar hanya setengah jam saja.

Oiya, pantai air manis itu pantai yang ada patung si malin kundang itu loh. Hari itu cukup sepi mungkin karena bukan wiken ya. Cuma ada aku, sopir taksiku dan beberapa orang pengunjung lain. Tampak beberapa pemuda dan anak-anak yang menawarkan foto-foto pantai air manis dan beberapa tukang foto. Gak lengkap dong klo tempat wisata gak ada penjualnya, disana pun ada penjual souvenir, pakaian dan jenis oleh-oleh lainnya.

Di pantai ini aku habiskan untuk melihat-lihat dan foto-foto pantai dan patung malin kundang dan kapalnya, ternyata beneran ada patung itu tapi mulai pada rusak bagian kapalnya disana-sini. Baru percaya klo kita melihat dengan mata dan kepala sendiri hehehe. Di seberang pantai ada 2 pulau yang menarik hati untuk dijelajahi. Pulau pisang besar dan pulau pisang kecil. Ku lihat jam tanganku, udah nunjuk jam 10, spontan aja bla..bla..bla dalam keadaan dag dig dug duer antara pengen ke pulau dan dikejar waktu perjalanan ke pulau pun dilalui dengan menyewa perahu penduduk setempat. Inilah petualangan yang sesungguhnya 15 menit dalam lautan sampailah kami ke pulau pisang besar. Menikmati pantainya sebentar dan foto-foto, benar-benar indah sekali, pantai biru, gugusan bukit yang hijau diseberang sana, rasanya terbayar rasa dag dig dug duernya dan kami pun akhirnya kembali ke seberang. Dalam perjalanan ke seberang inilah pertunjukan alam yang menakjubkan lainnya muncul, lumba-lumba, so amazing. Gak salah keputusanku untuk menyeberang pulau tadi, meski ini bener-bener keputusan gila.

Jam 11 tepat kami meluncur kembali ke hotel. Sampai di hotel sopir dari kantor yang akan mengantar ke bandara sudah menunggu, tanpa menunggu lama, aku packing seadanya saja. Ceck out hotel trus ke bandara. Untung gak begitu macet siang itu jadi bisa cepat sampai di bandara sekitar jam 12an lebih. Seru, menegangkan dan ngos-ngosan. Masih dalam keadaan bau pantai air manis dan pasir pantai pun masih tampak jelas menempel di sandal jam 13.00 aku pun terbang kembali ke Jakarta.

*sayang sekali file foto-foto di Padang ini hilang, jadi tak bisa ditampilkan.

MIMPI dalam DIARY

Aku tak mengerti maunya. Entah hal apa yang dia mau, tapi dia tak mau menceritakannya padaku. Ketika ku tanyakan, dia tak mau menjawabnya. Dia malah bilang, sebagai seorang kekasih seharusnya aku tau apa yang ada dalam hatinya dan apa yang dia inginkan. Tapi, apakah harus seperti itu? Aku bukan Tuhan yang bisa tahu segalanya. Seharusnya dia menyadari itu, kemanakah akal sehatnya itu, kenapa tak digunakannya.

Aku ingat malam itu, dia duduk sendirian di bangku taman. Dan aku datang sebagaimana janjiku untuk menemaninya. Dia tersenyum, berdiri dan memelukku, memagut bibir dalam beberapa detik dan kembali duduk diatas bangku. Tatapannya penuh keceriaan tapi ada sesuatu yang disembunyikannya, aku bisa melihatnya dari sudut matanya. Namun aku tak berani untuk menanyakannya. Tiba-tiba dia berseru dan menunjuk ke atas arah sampingku ‘lihat, ada bintang jatuh, ayo make a wish’, ajaknya. Ku lihat dia segera memejamkan matanya dan sedikit menundukkan kepala dan mulai merapalkan harapan dan keinginannya. Entah apa yang dia pikirkan, aku lebih sibuk memperhatikannya.

Bintang jatuh atau atau apalah itu sebenarnya. Para astronom bilang itu adalah komet yang melintasi bumi, atau juga meteor yang masuk ke atmosfir bumi, mereka terbakar dan terlihat api kobarannya. Tapi aku tak terlalu peduli juga dengan namanya. Aku malah jadi takut sendiri, apabila itu meteor yang jatuh ke bumi dan ternyata tidak terbakar sempurna di atmosfir dan masih berbentuk batuan dan tiba-tiba jatuh di dekat kami malam itu. Ku enyahkan segera pikiran itu dan ku pandangi bulan yang tampak sempurna dalam bulatannya yang elok. Meski dia hanya meminjam sinar dari matahari, tanpa batas waktu yang ditentukan.

Di taman itu dia bercerita, dia mempunyai sebuah buku diary. Setiap hal yang dia alami atau yang dia rasakan selalu dia ungkapkan di dalamnya, begitu akunya padaku. Aku sendiri hanya diperlihatkan buku yang menurutku cukup tebal itu. Sebuah buku bersampul warna merah muda bergambar seorang putri dan domba putih di sebuah padang rumput savana. Dia tak mengijinkanku membacanya dan mengetahui apa yang dia rasakan selama ini. Apakah ada rahasia-rahasia yang sengaja dia sembunyikan dariku? Tapi memang itu fungsinya rahasia kan, bukan untuk dibagi. Klo rahasia sudah diceritakan ke orang lain, orang kepercayaan sekalipun, itu namanya bukan rahasia lagi. Rahasia adalah antara manusia dan Tuhan yang tau.

Sendiri aku duduk di cafe ini. Ku hirup aroma kopi hitamku. Sudah satu jam setengah ku tunggu dirinya, tapi tak juga dia datang. Tak bisa juga ku telpon dia, hapeku mati dan tak ada charger. Aku minta tolong ke pelayan kalau-kalau ada charger yang sesuai dengan hapeku, tapi tak ada juga. Apakah sedikit orang yang punya hape dengan merk seperti yang ku punya? Apakah aku sudah ketinggalan jaman? Sedikit mengusik pikiranku. Makanan yang ku pesan pun sudah tandas daritadi. Padahal rencana awal kan mau dinner bareng, tapi perutku sudah tak bisa diajak kompromi. Apalagi harus menunggu lama begini. Ini sudah cangkir kedua, itupun sudah setengahnya ku minum. Ingin ku pesan yang ketiga, tapi ku urungkan. Bisa-bisa mabuk kopi aku malam ini dan tak bisa tidur semalaman, begadang dan terbunuh dalam keterjagaan. Namun hanya kopi ini yang mampu menemani kesendirianku dalam kebosanan. Ku titipkan pesan pada pelayan bila ada yang datang, aku pun beranjak.

Dia tak datang malam itu. Dia ketiduran setelah seharian tanpa lelah bekerja di lapangan. Aku begitu mengenalnya, dia tak akan bisa tahan lama apabila kecapekan. Hanya tidur obat untuknya. Aku menyebutnya si Putri Tidur. Sering jiwa muda membawa ku dan dia bersama menembus lebatnya hutan, mendaki gunung untuk sekedar menikmati edelweis atau bergabung bersama makhluk-makhluk laut menghirup dunia yang cair. Atau saat gairah sedang meletup, tempat yang sepi pun menjadi pelabuhan terakhir mencari keklimaksan. Setelah semua selesai hanya tidur yang dia butuhkan. Dan aku suka memperhatikan ketika dia tidur, tak ada senyum disana.

“Aku menginginkan yang lain”, ucapnya terbaring diatas dadaku. Aku sedikit tersentak, ku belai rambutnya dan ku tanyakan apa gerangan yang dia inginkan yang lain itu. Dia hanya tersenyum, membuatku jadi penasaran. Aku ingat akan diarinya, mungkin dia menulisnya disana apa yang dia inginkan. Mungkinkah aku akan mengambilnya? Ahhh ku singkirkan sejenak pikiran itu dan kembali mereguk nikmat bersamanya dalam ketelanjangan. Sinar matahari senja menerobos melalui jendela yang ku biarkan terbuka di apartemen kamar lantai 9. Sinar dan warna lembayungnya yang indah seakan mencoba mengungguli kenikmatan kami bertaut dalam lenguh.

Diary itu, apa yang hendak dia ungkapkan. Sungguh rasanya pusing memikirkannya. Tak juga ku temukantitik temunya, atau sekedar petunjuk jalannya. Satu-satunya cara hanya dengan mencuri diary-nya, tidak, bukan mencurinya, meminjamnya sebentar darinya tanpa sepengetahuannya. Tapi bagaimana pula caranya. Aku pun tak tau dimana dia menyimpannya. Hanya keberuntungan yang memihakku hingga dia sendiri yang akan menguaknya, pada suatu hari.

Dia pernah bertanya, apakah aku pernah bermimpi tentangnya di saat aku tidur. Ya pernah, kataku, sering malah. Dia tersenyum, dan bertanya kembali apakah yang kau rasakan saat aku bermimpi tentangnya. Menyenangkan sekali bisa bermimpi tentang seseorang yang aku sayangi, jawabku. Dia kembali tersenyum dan kemudian diam dan tertunduk. Tiba-tiba wajahnya menatapku dan bertanya

‘apa yang kita lakukan dalam mimpi itu?’

‘apakah aku cantik disana? Aku ingin tau’, dengan mata berbinar-binar manja.

“kau cantik sekali disana sayang, sama cantiknya seperti sekarang ini”, sambil ku usap pipinya.

“kadang kita bernyanyi bersama, atau menikmati bulan lewat atap rumahmu, atau sekedar berjalan-jalan dikota menikmati es krim, kamu suka es krim kan”, lanjutku.

‘iya, aku suka sekali es krim, terutama rasa cokelat’.

‘aku senang mendengarnya’, tiba-tiba dia memelukku erat, erat sekali.

Dia tertidur ketika aku ke kamarnya. Dia memang sang penidur, penidur cantik, selain karena capek, kalo dekat dengan bantal saja dia pengennya tidur. Dia bilang pengen bisa sering tidur. Aku tak tau apa itu serius atau hanya becanda saja, tapi aku menangkap isyarat nada serius dalam ucapannya itu. Aku pun mencoba untuk mengerti apa yang menjadi maksudnya meskipun itu semua memang sulit untuk bisa dipahami dengan pikiran sederhana. Tak bisa juga dipecahkan melalui rumus-rumus kimia atau matematika. Apalagi melalui ilmu fisika yang selalu bikin kepalaku pusing bila ujian tiba. Cantik namun rapuh, itu lah dia.

Ku lihat diary itu tergeletak begitu saja di meja. Memang hanya keberuntungan saja yang akan memihakku menemukannya. Bahkan aku tak perlu capek-capek mencari tahu dimana dia menyembunyikannya dan bersusaah payah mencarinya. Segera ku bawa diary itu dan perlahan-lahan, lembar demi lembar ku baca dan kucari tau. Apa yang sebenarnya dia mau. Tapi tak juga ku temukan, semua hanya berkisah tentang kejadian yang dia alami dan yang dia rasa, bukan apa yang dia mau. Mungkin keberuntungan tak datang dua kali dalam sehari pikirku.

Rasanya aku putus asa mencari tahu apa yang dia mau sebenarnya. Aku seperti merasa tak berguna sebagai kekasih, tak bisa memahami orang yang aku sayangi ini. Tapi apakah mungkin aku tau klo memang tak pernah diberitahu apa yang dia mau. Bukannya aku tak berusaha, tapi mencoba memahaminya saja sulit, seperti disuruh mencari barang tapi tak dikasih tau barang apa yang harus di cari. Ku kembalikan diari itu ke tempat semula. Dan dia masih tertidur, aku cium keningnya dan membisikkan sesuatu ke telinganya “mimpi indah sayang”. Sejenak aku berpikir mungkinkah dia selalu membawa apa yang dia mau ke dalam mimpinya. Apakah dia sedang bermimpi sesuatu yang dia mau itu? Aku pun berlalu dan mengendapkan pikiran itu.

Tak berselang lama, dia terbangun dalam tidurnya. Dia tersenyum, ceria sekali, dan terus saja tersungging senyum dari pipinya, lesung pipitnya merekah disana. Dia mencari diarinya dan segera membuka halaman yang kosong dan mulai menulis dengan penanya. Ditulisnya “ dalam seumur hidupku, belum pernah aku merasakan mimpi, itulah kenapa aku selalu ingin terus tidur, agar aku bisa bermimpi. Tapi, baru saja aku merasakan mimpi sekali, disana kekasihku mengucapkan mimpi indah sayang, betapa sebuah mimpi yang indah. Kini apa yang ku mau terwujud sudah, aku lengkap sebagai manusia, bisa merasakan mimpi dalam tidurku”.

NAFSU

Gairah malam sedang membara
Mencari raga untuk dapat dirasa
Melepaskan hasrat yang mulai berbisa
Tanpa melibatkan persoalan rasa cinta

Helai kain bukanlah sebuah penghalang
Ketika instink menyatu dengan rahang
Memagut nafas yang merangsang
Menaklukkan raga dia sang jalang

Raga-raga yang sedang berpeluh
Berpacu dalam nada gemuruh
Mengarungi setiap denyut nadi tubuh
Menampar keangkuhan yang perlahan runtuh

Perlahan-lahan namun pasti
Diselingi rintihan memecah sepi
Melakonkan diri dalam berbagai posisi
Mendekap erat seolah tak ingin berhenti

Persetubuhan secara instan
Menjelajah dalam irama yang konstan
Membuncahkan erangan yang tertahan
Melesatkan mata panah yang tak mampu bertahan
Klimaks…

Gerimis Petang Hari

Gerimis hujan menjelang petang
Dan aku masih berjalan dalam keramaian
Kendaraan hilir mudik tanpa jeda
Memenuhi jalan yang tak seberapa lebarnya
Gerobak-gerobak penjual makanan pun tumpah
Di sore hari menjelang petang

Di seberang jalan tukang bubur ayam tampak akur dengan penjual mie ayam
Dan tak jauh disebelahnya abang tukang bakso memarkir gerobaknya
Perutku mulai menunjukkan aksi perlawanan
Tanda alam yang meminta untuk disegerakan
Harumnya tumisan bumbu tukang nasi goreng
Si kapal selam, lenjeran dan teman-teman pempeknya
Tersenyum menyambutku di gerobak sebelahnya
Ahhh mulut ini rasanya basah dengan gairah

Oh pecel ayam, ingin rasanya aku memesanmu
Dada ya bang, nasi uduk dibungkus seperti biasa
Tapi kali ini maaf aku numpang lewat saja yah
Di pertigaan bubur ayam lagi dan sedang ramai pembeli
ditemani martabak yang siap menggebrak meja
Bunyi genderang perang cacing-cacing perut semakin membara
Dan aku semakin tak tahan membendung aksi mereka
Sabar ya sbentar lagi kita sampai rumah

Ya Tuhan ada alfamart memanggilku ‘hey ada magnum classic loh’
Maaf aku sedang tak mau, aku sedang butuh kehangatan kataku
Rendang dan ayam bakar di RM Padang pun memgang tanganku
‘mampirlah sejenak, sudah lama kamu tak kesini bukan?’
Tapi aku sudah tak tahan pengen segera sampai rumah yang tinggal sejengkal
Kalo terlalu lama bisa-bisa pingsan aku dibuatnya

Hei mobil warna merah, tak bisakah kau parkir agak ke pinggir dikit
Jalan ini sudah sempit tambah kau parkir jadi lebih lagi
Maaf bapak berhelm, mundurkan motormu sedikit, saya mau lewat
Dan jangan mengobrol di jalan nanti kesambet setan
Dua anak perempuan duduk bercanda dibawah warung yang telah tutup
Sambil bernyayi walau tanpa irama yang syahdu
Dan ku lihat dua orang kuli sedang mengikat barang di atas pick up
Seakan melawan gerimis yang masih terus mengguyur jalanan
Aku pun terus berjalan dibawah lampu jalan yang benderang
Memegang payung biru yang kadang goyah diterpa angin

Oh Tuhan tukang nasi goreng langganan menghadang
Berhenti di tempat biasa dia tiap malam berdagang
Tapi aku hanya menyapa saja ‘ mari kang’
Sampailah aku dirumah…tempat dimana aku biasa tidur telentang
Ku buka bungkusan yang tadi aku tenteng
Semagkok soto ayam ceker dan seporsi ketan susu
Menjadi santap malamku
Di hari gerimis di petang hari.

Tak Semestinya….

Dalam hidup…

Aku belajar bagaimana untuk mencintai, bekerja keras, jujur, bijaksana, dan ikhlas memaafkan…

Tapi, Aku tidak pernah bisa belajar bagaimana cara untuk berhenti mengingatmu…

Aku berusaha sekuat hati untuk berani menuliskan sederetan kalimat di atas…
Entah apa alasan dibalik itu semua…aku pun tidak tau…

Selama ini aku selalu menganggapmu seseorang yang sangat berarti dalam hidup aku…
Seseorang tempat aku mengadu, berbagi cerita, suka dan duka…walaupun tak jarang pernah aku rasakan kecewa darimu…

Akan tetapi kenapa…di saat aku berusaha untuk selalu jujur dalam bercerita…
Ada satu hal yang selalu dan selalu tidak pernah berani aku menyampaikannya…
Aku takut…pada saat aku menceritakannya…aku akan kehilangan kamu…
Tidak untuk sehari…seminggu…sebulan…ataupun setahun…melainkan untuk selama-lamanya…
Dilema itu ada dan sering kali aku hadapi…bahkan hingga detik ini…
Biarlah hanya Tuhan dan aku saja yang tau…

Selama bintang bintang masih bersinar di angkasa..
Selama bidadari bidadari surga masih menjaga kita..
Walopun air di lautan mengering.. dan
Sampai waktunya aku tiada..

Aku akan selalu..

Begitu isi suratmu padaku yang kamu kirimkan melalui sebuah email tiga tahun yang lalu. Aku hanya bisa tersenyum begitu selesai membacanya. Perasaan senang dan aneh menggelayut di dada, jadi suka senyam-senyum sendiri…..untung gak ada yang mengira aku sudah gila….

Taukah kamu kalo sejak lama pun aku menaruh hati padamu. Tapi sulit sekali aku ungkapkan karena disaat itu aku sudah punya kekasih hati dan aku tak ingin menyakiti hatinya. Walaupun pada akhirnya kamu pun menjadi milikku.

Dua tahun lebih sudah kita arungi kehidupan bersama dalam sebuah keluarga kecil, Dan aku banyak berdoa dan berharap keluarga kita selalu bahagia. Dan aku bahagia ada dirimu disampingku setia mendampingiku. Dan seorang makhluk Tuhan paling manis yang hadir diantara kita, semoga dia menjadi seseorang yang hebat kelak.

Kini sudah sebulan kau pergi dan aku tak tau apa yang harus ku lakukan. Begitu tega dirimu meninggalkanku dan meninggalkan buah hatimu yang masih suci ini. Hanya satu kekecewaanku padamu, kenapa kamu tak mau berterus terang, tak mau jujur padaku dengan semua yang kau derita selama ini, sungguh aku kecewa.

Dapatkah aku menjalani ini sendiri, mampukah aku. Mungkinkah kamu akan kembali dalam kehidupan nyata ini ataukah tetap dalam kehidupanmu kini. Kemana harus aku cari jejak-jejak kehidupanmu bila tak lagi ku temui kamu disini. Kamu sudah pergi sayangku.

Aku sungguh tak mengerti dengan semua ini. Hari minggu yang cerah, bangun pagi tak ku dapati dirimu. Ahh mungkin ke pasar pikirku atau ke warung tetangga seperti biasa. Ku lihat ananda tersayang bergumam sendirian dalam ranjangnya. Dia memegang erat sebuah amplop putih. Aku angkat dia dan mencoba membuka amplopnya. Mmmm tulisan dari seorang yang ku kenal….

Kamu pamit pergi dan minta tak dicari karena sudah tak mampu lagi menanggung beban yang kamu simpan selama ini. Beban telah membohongiku selama ini dan itu hanya membuatmu semakin sakit setiap hari. Demi cintamu padaku kamu lebih memilih untuk pergi daripada harus menanggung malu. Dan kamu menitipkan ananda yang masih suci ini padaku. Kau bilang bahwa ananda ini bukanlah anak kandungku, karena ketika menikah denganku dia sudah ada dalam rahimmu seminggu dan pelakunya adalah ayahmu yang tak rela kamu menikah sehingga berpisah darinya hanya karena kamu anak kesayangannya.

(cerita pendek setengah fiksi/non fiksi….Jakarta 30 Januari 2011)

Jalan-jalan Setahun

Mencoba ingat-ingat kembali masa-masa tahun 2010 yang baru saja lewat. Banyak banget kejutan, dari yang sifatnya biasa aja sampe yang tak biasa saja. Tapi gw mau inget-inget kegiatan travelling gw aja neh hehehe…

Pulau Pramuka

Pulau Pramuka

Pertama banget awal bulan ke kepulauan seribu bareng temen-temen keuangan yang kebanyakan anak BKF. Selama dua hari kami ke pulau pramuka, snorkeling dan jelajah ke pulau-pulau lainnya diantaranya pulau semak.  Dengan menyewa perahu kami diantar ke spot-spot yang bagus untuk snorkeling. Dan benar-benar mantap alam bawah lautnya, karang-karang yang cantik dan beraneka ragam, ikan-ikan yang warna-warni dan ternyata disana terdapat penangkaran terumbu karang juga.

Pulau yang indah, hidup menyatu dengan penduduk dan kami mendapatkan ilmu baru, ada makhluk hidup laut bernama tedong-tedong. Nama itu didapat dari penduduk setempat lho ya. Sebagai info aja di Pulau Pramuka ini gak ada listrik, jd semua pake genset. Genset pun hanya menyala jam 4 sore sampai jam 7 pagi. Perjalanan yang seru….suatu hari pasti bakal kembali lagi menjelajah pulau-pulau yang lain.

Next trip adalah Thailand. Gaya ah ini hehe…ber-4 selama 4 hari menjelajah kota Bangkok dan Phuket.  Skilas kota Bangkok, kota yang ramah, bersih, namun sedikit bangunan tinggi sehingga kurang begitu gemerlap seperti Jakarta. Tapi pariwisata disana betul-betul digarap sedemikian rupa, mereka sadar betul potensi yang mereka miliki. Dan kami pun berkesempatan tinggal dikawasan yang sangat terkenal dengan backpackernya, Khao San Road.

Patong

Patong

Phuket…ditempuh sekitar 1 jam 20 menit dari Bangkok dengan pesawat. Letak bandara phuket ini lebih dekat ke Patong, kota yang berada di pantai barat dan mirip sekali kehidupan malamnya dengan Kuta Bali. Dan disini sangat terkenal dengan adanya Lady Boy. Sementara Phuket sendiri ditempuh dengan jalan darat sekitar 1 jam dari Patong.

Phuket

Phuket

Bali menjadi tujuan berikutnya, sebenarnya ini bagian dari perjalanan dinas. Meskipun begitu cukup membuat puas, tinggal di hotel Haris Kuta yang persis dipinggir pantai Kuta. Perfect. Pagi-pagi lari pagi di pantai Kuta, begitu segar udara dan menikmati suasana sunset di sore hari. Short time but enough.

Masih berkaitan dengan dinas, kali ini terbang ke Batam. Mendengar kata Batam tentunya gak lupa donk bawa paspor hahaha….ya dari Batam Negara tetangga Singapore bisa kita jelajahi sekitar 1 jam naik kapal ferry. Di Batam sendiri tidak begitu menjelajah, hanya ke daerah Batu Aji, itun pun karena ada teman yang nitip lego bekas. Dan ternyata di Batu Aji ini banyak sekali dijual barang-barang bekas seperti pakaian, sepatu, mainan dan lain-lain. Dan si sopir hotel yang dimintain tolong antar pun baru tau klo disana terdapat pasar barang bekas padahal selama ini sering lewat disana.

Kesempatan ke Singapura ini tentu gak bisa dilewatin begitu saja. Dengan naik kapal ferry sampai lah di Singapura.

Merlion

Merlion

Keren ya jalan-jalannya ke luar negeri hahaha….Selama di Singapura ini ada beberapa spot yang gw kunjungi seperti China Town, Bugis Junction, Merlion, Esplanade dan Orchad Road, kemudian kembali lagi ke Batam.

Ciwidey, daerah Bandung Selatan berhawa dingin-dingin empuk menjadi tempat akhir pecan yang menyenangkan bersama teman-teman ber-7. Tujuan pertama tentunya Kawah Putih, kawah gunung yang air dikawahnya berwarna putih kebiruan, begitu menakjubkan.

Ciwidey

Ciwidey

Terakhir kesana jalan untuk turun ke kawahnya masih terjal tapi sekarang sudah bagus dengan anak tangga yang tersusun rapi. Lurus sekitar 3 km dari pintu masuk Kawah Putih kita bisa temukan Situ Patenggang, dimana disana sebuah situ atau danau yang ditengahnya terdapat sebuah pulau.

Sorenya dilanjutkan ke Bandung Utara, putar-putar kota dan terjebak macet luar biasa, akhirnya mobil terparkir ke sebuah resto yang cukup terkenal, dimana terletak disebuah tebing dan bernuansa alam, Kampung Daun namanya. Dari segi rasa memang biasa, tapi dengan suasana yang begitu tenang, sejuk dan terdengar suara gemericik air sungai yang mengalir dengan dihiasi lampu-lampu dan api dari obor, itu mengalahkan semuanya.

Jejak Bali ternyata membawa kembali kesana, kali ini bertiga. Berbekal

Jimbaran

Jimbaran

menyewa mobil plus sopir, penjelajahan kami dimulai dari Tanah Lot, GWK, Pantai Dreamland, Pantai Padang-Padang tempat syutingnya Julia Robert di film Eat, Pray and Love, dan Pura Uluwatu. Tak lupa kami mencari oleh-oleh di Erlangga dan malam hari makan malam di Pantai Jimbaran. Nice Trip.

Esok harinya kami bertiga melanjutkan perjalanan ke Mataram. Ini dia yang kami tunggu-tunggu, begitu penasarannya kami dengan kota Mataram. Dijemput sang guide, kami pun lanjut ke air terjun sendang gila. Letaknya dikaki gunung Rinjani. Kebetulan hari itu hujan dan saat selesai nampak pelangi, indah sekali. Perjalanan ke air terjun ini cukup memakan waktu karena jaraknya memang cukup jauh.

Air Terjun Sendang Gila

Air Terjun Sendang Gila

Oya, hotel kami disana berada di pinggir pantai senggigi, mantab ya dengan kamar yang mengarah ke pantai. Widih……keren parah.

Gili Terawangan

Gili Terawangan

Gili-gili menjadi tujuan kami berikutnya. Gili Trawangan, begitu indah dan ramai turis. Air lautnya jernih, sebiru dan sebening Kristal. Jangan lewatkan kesempatan naik cidomo (cikal dokar motor), seru juga. Snorkeling tentunya menjadi bagian terseru selama di Gili Trawangan ini. Sambil snorkeling sambil memberi makan ikan, begitu roti kita tebar ikan-ikan akan mendekat dan kita bisa menyentuh ikan-ikan itu. Seru sekali.

Oiya, di Gili Trawangan ini sebagian besar kita temui wajah-wajah bule. Kalo kita berkeliling pantai ada aja ulah mereka, seperti halnya beberapa turis perempuan ini. Mereka berjemur tanpa menggunakan penutup dada. Widih, mantap ya hahaha….Dan yang gak kalah gokil ada yang ciuman di pantai, so sweet.

Naik kapal lagi dan sekarang menuju ke Gili Air, Gili ini cenderung lebih sepi, tapi tak kalah cantiknya.

Gili Air

Gili Air

Pasir putih mutiaranya dan pantai yang jernih. Dsini bisa snorkeling, atau sekedar leyeh-leyeh atau berenag-renang di tepi pantai. Pas untuk istirahat dari kepenatan dan keramaian. Nah kalo beruntung ditengah perairan ini bisa ditemukan ikan terbang yang saling bergerombol banyak sekali, kata orang kalo bisa menemukan itu tandanya ada keberuntungan. Mmmmm…

Pas bulan puasa, ber-4 ke Dufan, kebetulan lagi ada promo murah yang itung-itung sekalian ngabuburit. Di sini kami yang berpuasa paling suka naik wahana yang ringan dan yang di indoor karena dingin jadi engga bikin haus, macam perang bintang, istana boneka, arung jeram, alap-alap dan bianglala. Gak kerasa disana kami bermain sampai pas buka puasa.

Siapa yang tahan klo ada pempek, apalagi itu dari Palembang asli.

Jembatan Ampera

Jembatan Ampera

Perjalanan bersama Lion Air membawa ke Palembang sekarang. Kota ini mirip sekali dengan Jakarta, crowded nya gila, panas pula. Siang hari bersama teman dengan menyewa kapal kelotok menyusuri sungai Musi di bawah Jembatan Ampera. Ini serunya, bener-bener seru. Kami menuju ke sebuah pulau yang ada di tengah sungai Musi namanya Pulau Kemarau. Disana terdapat sebuah pagoda dan sebuah kuil di mana di dalamnya terdapat makam. Keren, pulau di tengah sungai.

Paling seru menikmati malam di Palembang adalah di sekitar jembatan ampera, dimana lampu-lampu menghiasi keseluruhan jembatan, cantik sekali. Begitu gemerlapnya, apalagi dilihat dari sekitar benteng kuto besak. Nah disekitar benteng kuto besak ini terdapat restoran-restoran sea food dan dimana pemandangan utamanya adalah jembatan ampera. Sempurna.

Gak afdol dong klo ke Palembang gak nyobain pempek. Di Palembang sendiri pempek ini banyak sekali tokonya, ada pempek Candy, pempek pak raden, pempek vico dan banyak yang lain. Kami pun makan pempek Vico yang letaknya persis di seberang PIM (Palembang Indah Mall). Enak. Dan tak lupa pesan yang dibungkus untuk oleh-oleh.

Pantai Waru

Pantai Waru

Kembali ke pulau Jawa kali ini ke Jogja. Bersama keluarga ke sebuah pantai, yang katanya si ni pantai baru dibuka untuk umum. Pantai ini masih satu garis dengan Pantai Parangtritis, Pantai Depok juga, bedanya Pantai Waru ini cukup rindang karena cukup banyak pepohonan. Dengan karakteristik pantai selatan yang berwarna hitam dan curam k earah pantai. Karena merupakan pantai yang baru dibuka yang otomatis tempat wisata baru dan musim liburan pula, jadinya ramai sekali sehingga kurang bisa menikmati secara leluasa pantainya.

Dari terminal kampung Rambutan menuju ke Jawa Barat bagian selatan, kota yang terkenal dengan dodolnya, Garut. Kota yang yang berhawa sejuk ini cukup memikat. Di malam hari kuliner benar-benar memanjakan dan cukup ramai. Tapi tujuan utama bukan jalan-jalan di kota Garut melainkan ke Cisurupan, disana terdapat sebuah gunung yang masih aktif, gunung Papandayan. Cisurupan sendiri ditempuh dari kota Garut sekitar 30 menit dan diteruskan naik ojek ke arah pintu masuk  pendakian gunung Papandayan.

Papandayan

Papandayan

Gunung ini memiliki banyak sekali kawah yang aktif, terdapat karakteristik gunung yang benar-benar kering karena dikelilingi banyak kawah, ada pula yang menghijau. Papandayan memiliki tinggi sekitar 2.622 meter di atas permukaan laut. Alam yang sangat menakjubkan, disini terdapat 2 tempat peristirahatan, Pondok saladah dan agak naik lagi Tegal Alun dimana disini terdapat mata air yang jernih dan padang edelweiss yang masih berusia muda. Buat yang hobi fotografi disini Surganya. Indah banget.

Untuk naik ke puncak mesti hati-hati, karena kawasan menuju kawah puncak ini kering, masih tersisa pepohonan yang kering sehingga jalur pendakian agak sulit ditemui. Ya jalur ke puncak ini memang pernah terbakar akibat letusan Papandayan tahun 2002 dan sampai saat ini masih kering. Tapi yang jelas Gunung Papandayan ini benar-benar eksotis alamnya dan buat para pemula sangat cocok karena jalur pendakiannya tidak terlalu berat dan cukup landai.

Next flight kali ini with Air Asia bersama 4 teman lainnya, kami mencoba obrak-abrik Singapura dan Kuala Lumpur. Singapura sebagai tujuan pertama kami, Merlion, Esplanade, Orchad Road, Bugis Junction dan Little India selanjutnya lanjut ke Kuala Lumpur.

Di Kuala Lumpur kami berkunjung ke Petronas, tapi sayang karena sudah kesiangan, jadi kami tak berkesempatan untuk bisa naik ke atas menara kembar ini. Akhirnya kami melanjutkan ke Melaka.

Melaka

Melaka

Sebuah kota diluar Kuala Lumpur yang ditempuh selama 2 jam degan bus. Melaka ini seperti halnya kota tua di Jakarta. Disana banyak bangunan lama jaman Portugis dan Belanda. Bangunannya masih sangat terawat. Di Jonker Street setiap sore sampai malam terdapat pasar kaget. Pasar kaget ini pun sangat bersih dan rapi teratur. Disini terdapat pernak-pernik dan makanan yang unik. Seperti halnya permen buah, jadi buah (anggur, strawbery) ditusuk sate trus dicelupin ke dalam gula cair dan dibekukan. Dan juga miniatur-miniatur berbagai jenis benda.

Kesempatan berikutnya kami ke Genting. Kawasan yang mirip Puncak di Bogor ini hanya satu jam saja naik bus dari terminal bukit jalil. Apalagi klo bukan Hotel First World yang dituju klo kesana. Karena disini merupakan taman bermain seperti dufan, ada indoor, outdoor, dan juga waterpark yang menjadi satu kesatuan dengan hotel dan kasino. Tapi ntah mengapa kurang begitu suka dengan ini. Nah saat itu hujan turun dan kabut pun mulai turun, ditambah angin yang begitu kencang, dinginnya begitu kejam.

Kembali ke tanah air, masuk Bogor menuju ke Taman Bunga Cipanas. Ini adalah hajatannya Rohana sama 2 teman fotografernya. Ber-9 orang di Taman Bunga melakukan proses pemotretan, ceile….Ya kami-kami ini menjadi model buat Roha ma teman-temannya.

Taman Bunga Cipanas

Taman Bunga Cipanas

Temanya prewedding cuy, soal pakaian kami sendiri para model yang nyedian, maklum masih amatiran ini pemotretannya hahaha….Seru, hanya saja terhalang hujan jadinya kurang maksimal, tapi lumayan puas lah.

Masih di Bogor kali ini menuju ke Curug Nangka ber-9 dengan orang yang

Curug Nangka

Curug Nangka

berbeda. Perjalanan dari Jakarta ke Curug Nangka kira-kira ditempuh selama 2-2,5 jam. Naik kereta ke bogor, dilanjutkan naik mikrolet dan ojeg. Sampai ditujuan kita belum menemukan langsung air terjun tersebut, karena air terjun tersebut masih ditempuh lagi dengan jalan kaki. Waktu itu hujan turun, tapi kami ber-7 tetap lanjut, sementara 2 teman stay di sebuah warung makan sambil berteduh. Seru dan menantang, cukup lah memacu adrenalin palagi hujan-hujan melewati tanjakan, menyeberangi sungai yang mulai naik volume airnya dan berwarna coklat, licinnya tanah merah dan lintah yang banyak sekali berkeliaran tanpa kita sadari sudah nempek di kaki kita. Saling bantu dan berpegangan tangan satu sama lain begitu terasa kebersamaannya. Dan begitu sampai air terjun, horeee……mulailah kegilaan akan kamera.

Sebagai penutup ni, dan inipun sebenarnya gak terencana sama sekali. Menjelang Natal tiba, teman ada yang dinas dari kantor nya ke Singapura. Bla..bla..bla…akhirnya ikut pula ke Singapura ber-4. Lumayan kan, hotel, makan, dan transport taxi gratis hehehe….Istimewa juga neh, kami nginap di Concorde hotel yang mana berada di kawasan orchad road. Jadi klo mau jalan-jalan di orchad tinggal gelinding aja. Suasana malam disana memang hidup banget, menjelang natal begini, ornament natal ada dimana-mana, pohon natal raksasa dan lampu yang memenuhi sepanjang orchad road. Dan tentunya kami tak lupa singgah ke marina bay sands, mantab. Mustafa Centre di Little India dan China Town pun tak mau terlewatkan begitu saja.

China Town ini memang unik. Kalo mau mencari oleh-oleh segala macam pernak-pernik yang berbau oriental, ada disini. Namanya juga China Town ya hehe…Dapat yang namanya sumpit, itupun tertarik karena ada lukisan capung nya, dan dapat gelang yang terbuat dari giok dan kayu yang kata penjualnya si kayu dari Taiwan. Untuk makanan terdapat berbagai pilihan dan yang menjadi pilihan santap siang adalah makanan Thailand. Lucu ya, satu tempat tapi serasa berada di 3 negara. Berada di Singapura, jalan-jalan di China, makannya di Thailand hehe….

Sekilas perjalanan travelling selama setahun kemaren, menakjubkan dan I’m happy for those all, so blessed. Next pengen banget bisa mengeksplor Indonesia dan tentunya dunia. Dan berharap kaki ini akan terus menjelajah kekayaan yang terdapat di alam ini.

OLAH RAGA BERWISATA (murah)

Dibilang olah raga iya, dibilang cuci mata kok ya lebih banyak porsinya. Kegiatan sunday morning yang menyita waktu dan tenaga buat kami bertiga, trio terguncang hehe…Niat nya si dari awal itu mau jogging ke Ancol dan tentu saja senjata andalan gak boleh ketinggalan untuk dibawa, apa jadinya bila lupa dibawa, bakal terasa garing dong acara jogging pagi itu. Penasaran senjata apakah itu, yak, si benda kecil nan ajaib yang mampu memberikan kami gairah untuk terus berekspresi dan tenaga untuk selalu bergerak, yak si kamera poket hehe.

Jadilah minggu pagi kemaren dengan ber-busway ria menuju ke Ancol. Setelah keluar dari halte busway dan membayar tiket masuk Ancol bergegaslah kami menuju dermaga. Melalui jogging track yg ada di pinggir jalan disepanjang dermaga, bukan jogging tapi jalan aja sambil olah tubuh gerak tangan kanan kiri hehehe…. #hadeh.

Dermaga Ancol

Dermaga Ancol

Disepanjang dermaga banyak sekali yang menawarkan perahu atau boatnya menuju ke kepulauan seribu. Tapi kami tolak, karena kami ke dermaga itu hanya untuk memantau perkembangan keadaan dermaga Ancol (ceile…udah kayak petugas dinas perhubungan aja) sekaligus numpang cuci mata plus narsis ria. Dengan background boat-boat yang bersandar dan dibelakangnya perumahan mewah, serasa kami adalah sang pemilik rumah yang mempunyai dermaga dan boat pribadi. Hmmm…siapa tau nanti jadi beneran (berdoa…).

Jogging eh jalan kaki-nya pun dilanjutkan ke Pantai Festival, udah cukup rame dsana, ada perkumpulan ibu-ibu yang sepertinya mau mengadakan lomba senam membawa banyak sekali trofi. Mungkin trofi itu dibagi bukan untuk para juara, tapi kenang-kenangan saking banyaknya.

Anjungan berupa jembatan kayu yang mengarah ke tengah pantai pun sudah rubuh namun belum diangkat dari pantai. Gantinya sebuah anjungan yang lebih besar dan luas berlantai semen. Karena habis hujan, lantainya jadi banyak yang tergenang air tapi tetep aja rame pengunjung. Anjungan yang lebih luas ini makin membuat nyaman pengunjung yang datang karena bisa menampung banyak orang dan tidak berdesakan. Suasana pun semakin rame terutama di pantai dimana banyak keluarga yang membawa anak-anak mereka untuk bermain air laut.

@ anjungan

@ anjungan

Meskipun cuma jalan dan bukan berlari, bukan berarti melupakan urusan perut. Klo udah lapar ya akhirnya putar-putar cari sarapan berhubung memang sudah waktunya. Bingung mau makan apa, nangkringnya difast food yang diiklannya katanya bikin orang bilang aw..aw..aw…aw karena ketagihan dan tanpa pesan minuman karena kuah sup nya udah banyak, cukup lah sebagai pengganti minum hahahaha…..(padahal takut duit kurang :p)

Dan kami girang bukan kepalang, karena si benda kecil nan langka yang susah sekali ditemukan di alfamart dan mart-mart lain mudah sekali dijumpai dsini. Magnum ya magnum, es krim berlapis Belgian chocolate ini dapat kita temukan di setiap penjual ice cream walls ini. Tapi karena harganya lebih mahal, jadinya cuma beli 1 buat bertiga hehe….(takut keabisan duit gak bisa pulang)

Pagi menjelang siang, udah mulai rame aja yang pada mau masuk Dufan. Kami bertiga akhirnya ngambil tour keliling ancol dengan bus yang akan berhenti di setiap shelter, namanya shelter bus hehe…lumayan kan, enggak capek keliling, gratis pula. Kebetulan pas itu hujan turun mulai deras, tempat yang pas buat berteduh tapi tetep bisa berkeliling. Kata pepatah sambil berolah raga kita berwisata, pas banget ya, how lucky we are.

Acara olah raga yang berganti menjadi jalan-jalan wisata ini berganti lokasi ke WTC Mangga Dua, alasannya gw mau cari tas yang kemaren jebol talinya. Enggak nemu, akhirnya keluar lokasi TKP, melewati rel kereta api, menyusuri jalan raya dan menyeberangi jembatan baja, tibalah kami di sebuah pusat perbelanjaan grosiran yang hit di kalangan ibu-ibu, ITC Mangga Dua. Eh…tunggu, jarak WTC ke ITC itu cukup jauh lho sekitar 500 meter itu kami jalan kaki, bisa disebut olah raga juga khan itu (sebuah penegasan!)

Nah, di ITC ini kami menemukan tas yang bagus, lucu dan imut tapi harga gak masuk kriteria bagus buat kantong, gak selucu wajah kami dan tak se-imut uang recehan kami. Hasilnya malah si acied yang dapat es krim salju yang kemudian digilir bertiga dan hape esia hasil ngutang. Sial, kenapa gw bawa dompet saat itu yah #tepokjidat.

Tiba-tiba sudah ada Mikrolet 015A membawa kami menuju kawasan kota lama, yang ternyata cuma sejengkal aja dari ITC, tau gitu kan kami jalan kaki juga tadi. Tapi lumayan panas juga si klo jalan, orang ternyata sudah jam 12 siang. What? Udah siang aja ternyata.

Widih, siang itu suasana kawasan kota lama udah bak pasar, rameeeee banget. Segala macam manusia ada disitu dengan berbagai penampilan, dari yang biasa aja, sporty ala kami, elegan, phunk, alay dan lain-lain. Yang paling gampang diinget banyak banget disitu komunitas fotografer dengan ciri khas nya, kaos item, celana jeans dan menenteng kamera SLR/ DSLR mereka. Tapi pada sombong, gak ada yang pada mau foto kami neh. #plak

Bingung mau kemana, saking ramenya tempat itu, museum pun jadi sasaran kami. Fyi neh, kawasan kota lama ini memang dikelilingi beberapa museum, salah satunya yang terkenal ya Museum Fatahillah. Tapi kami engga kesana.

Surprise banget begitu masuk ke museum wayang, terakhir kesana belum sebagus itu. Tapi sekarang benar-benar bagus, bersih, rapi, terang dan keren banget. Pokoknya nyaman banget deh. Salut. Cuma satu kritik aja, toilet nya mesti ditingkatkan kebersihannya. Kan bukan cuma warga lokal aja yang datang, tapi wisman pun kemaren juga tertarik berkunjung. Sempet nguping si guide bilang ke wisman-wisman tersebut, dia nyebut si Gatotkaca sebagai Indonesian Superman wkwkwkwk. Beberapa yang menarik perhatian adalah muppet si Unyil cs, lucu banget. Ada juga wayang dari Negara tetangga seperti Malaysia, Kamboja, Suriname dan lain-lain, tapi wayang Indonesia tetap yang paling bagus dan detail.

Unyil cs

Unyil cs

Museum Bank Indonesia menjadi pelarian berikutnya. Kami diberi tiket oleh petugasnya dan itu gratis. Wow…makasih, yang seperti ini nih yang kami cari, cocok buat acara wisata kami siang ini haha…*dicekokin cabe rawit. Biarpun ada larangan, tidak boleh foto-foto, ruangan dilengkapi cctv, namanya orang ya, tetep aja disana sini banyak yang foto-foto. Mungkin maksudnya boleh foto asal gak pake blitz. Karena konon kabarnya lampu blitz bisa merusak benda-benda yang ada di museum (mencari pembenaran).

Di museum ini terdapat berbagai macam mata uang baik kertas maupun koin dan juga emas yang pernah menjadi alat tukar dari berbagai negara. Semuanya tersimpan rapi. Juga diceritakan sejarah Bank Indonesia, bangunannya, symbol logo BI dan yang lainnya. Yang jelas sangat informative dilengkapi alat-alat digital dan manekin serta kenyamanan pengunjung pun terjaga.

It’s time for lunch. Soto ayam menjadi pilihan kami, lokasinya diantara Museum Bank Indonesia dan Bank Mandiri. Disitu juga ada siomay dan batagor. Sedap…sedap…sedap… Hanya dengan 23 ribu rupiah kami bertiga bisa makan kenyang :D

Karena letak Museum Bank Mandiri tinggal ngesot aja dari tempat kami makan, tak ada salahnya sebelum kami pulang mampir sebentar. Saat di loket si petugas nanya apakah salah satu dari kami punya ATM Mandiri. Tentu punya, dan kami pun masuk dengan gratis. Wah senangnya…ada gunanya juga ya. Benar-benar wisata yang murah meriah. Lagipula penting khan mengenal potensi wisata yang ada di sekitar tempat tinggal kita. Jangan sampai orang diluar tempat tinggal kita atau bahkan wisman malah lebih kenal wisata itu. Malu lah kita.

So, mari kita berolah raga sambil berwisata :D

Perempuan Itu!

Perempuan Itu!

Kenapa aku terus memikirkan dya

apa dya sebegitu Hebat kah?

Kenapa aku selalu mengingatnya?

apakah dya juga begitu!

Aku menginginkannya

karena dya bisa membuatku tersenyum, aku senang menghabiskan waktu bersamanya

Aku menginginkannya

karena dya bisa membuatku tenang dan nyaman di dekatnya

Aku menginginkannya

karena dya bisa membuat ego ku runtuh dan salut di depannya

Aku menginginkannya

karena kata-kata yang dikeluarkannya selalu meneduhkan hatiku,

kadang aku malu sendiri

(Perempuan, engkau telah menuliskan ini untukku dan aku pun menuliskannya kembali untukmu, taken from her original poem “Lelaki Itu!’)

UNtitled

Entah apa yang ada dalam pikiranku, tiba-tiba aku mengingatnya. Sebuah lagu itu mengalun lembut dari radio, Janji Sucinya Yovie & The Nuno di sela-sela ku sedang memilih buku di sebuah toko buku. Mellow, itu yang ku rasakan, hampir tak tahan ku menahan air mata untuk tak jatuh. Kenapa lagu ini, kenapa harus disaat ini, kenapa harus tentang dia.

‘Do, aku perlu ngomong sama kamu ni sekarang’ Icha tiba-tiba meneleponku dengan suara berat. Aku pun meluncur ke tempat janjian kami, sebuah cafe kopi yang terletak di kawasan Blok M. Icha sudah menunggu disana.

‘Mau minum apa Do?’

‘Kopi jahe aja’

Dia pun memanggil waitress untuk memesan minuman.

‘Ada apa si say, ko tiba-tiba kamu mau ngomongin sesuatu?penting banget ya?’

‘iya’

‘soal apa?soal kamu pengen cepet-cepet aku lamar ya hehe…, udah gak sabar ya jadi nyonya Ado say?’

Aku heran, Icha hanya diam saja, tersenyum juga tidak, jadi serba salah sendiri aku melempar joke tapi dya malah tanpa ekspresi begini.

‘Ada apa si Cha’

‘Do, aku mau ngasih undangan buat kamu’

‘Undangan?undangan apa?’

Icha menyerahkan undangan itu dengan hati-hati, tangannya sedikit menahan gemetar.

‘Siapa yang nikah Cha?’, ku lihat undangan itu dan ku baca nama di dalamnya. ‘Icha?Icha syapa ni Cha, kamu punya sepupu nama Icha juga ya?’

Icha menunduk dan tiba-tiba sesenggukan, aku kaget bukan main, ada apa ini. Tak ku lanjutkan membuka undangan itu, secara refleks aku mendekat ke Icha dan ku peluk dia.

‘Yang, ko nangis ada apa?Aku tadi ada salah ngomomg ya sama kamu?Maaf ya..’

Pertanyaanku malah semakin membuat dia tak bisa menahan tangisnya. Hanya 2 kata yang terucap lamat-lamat ‘ Maafkan aku’

Baru ku tau setelah ku baca undangan itu secara keseluruhan, apa sebenarnya yang terjadi.

Cuma satu jawaban itu, aku rela, aku tak mau membuat ribut suasana. Namun bertumpuk pertanyaan masih menjadi misteri yang belum pernah terjawab dan tak pernah mau dijawab. Kenapa itu terjadi, dijodohkan atau apa?dengan syapa dan kenapa harus dengan dia dan kenapa tiba-tiba begini? Aku ingin tau itu saja, dan aku hanya ingin tau yang sejujurnya dan aku akan benar-benar rela. Tapi yang ada hanya sebuah suara sepi yang mengalun tanpa nada.

Butuh waktu untukku untuk benar-benar mengerti, kenapa semua ini terjadi dan tak mudah untukku melupakannya begitu saja. Begitu banyak hal yang telah dilalui dan telah banyak tempat disinggahi bersama. Tawanya, manjanya, tatapannya dan suaranya. Banyak hal dan tempat sempat membuatku untuk mengharu biru sejenak dan aku tau ini semua tentang dia.

Hingga saat ini, ku tak sanggup berdiri dalam antrian ini, aku memilih untuk keluar dari barisan itu kembali dalam rak-rak buku yang mampu menyembunyikan kegalauan diriku dan setidaknya bisa menyembunyikan apa yang ada dalam mataku untuk beberapa waktu.

Mengenal sebuah perasaan

Dimana cinta tumbuh berkembang

Tanpa ada titik yang mengakhirinya

Itulah antara kau dan aku

Namun takdir berkata bukan

Cinta tak mudah untuk bersama

Seandainya hidupmu untukku

Dan hidupku hanyalah milikmu

Cinta ini setulus jiwaku

Yang menyatu dalam nafasmu

Hanya mimpiku

Rasanya tak pernah berakhir

Perasaan yang pernah ada

Mesti harus ku memendam rasa

Cinta harus aku hindari

Tak pernah aku mengerti

Jalan cinta yang penuh misteri

REFLEKSI 2009

Tahun 2009…..huahhh, apa yang uda gw lakuin selama tahun 2009 dan apa pula yang telah terjadi selama setaon itu. Bangun, makan, kerja (banyakan browsing, bbm/ym/gtalk, fb)—digetok ma direktur*, solat, molor. Ya ampun gak produktif amat yak, jadi apa yang kau lakukan selama ini anak muda? hahahaha….yah gak segitu blegong nya juga kale, banyak yang gw capai ditahun kemaren, banyak sedihnya, banyak pula senengnya, lebih banyak pemasukan juga (lho…mestinya off the record klo ini mah xixixi).

Banyak lah pengalaman baru, teman-teman baru, kerjaan baru, hp baru (catet!!! hehe). Tapi gw lebih suka mengistilahkan sebagai tahun pembelajaran buat gw, dimana gw belajar banyak hal, dari yang norak sampe hal yang merangsang, eh maksudnya ilmu hidup.

Ada beberapa poin penting yang perlu gw catet di tahun 2009, dan gak perlu panjang lebar gw berbasi-basi ria, langsung gw hajar aja :

*  PENSIUN JADI SEKRETARIS

OK, ini titik awal perjuangan gw yang baru. SK mutasi gw ke Direktorat Pelaksanaan Anggaran kluar di akhir tahun 2008, tapi gw baru pindah awal April 2009 hehe…Bukan tanpa alasan, karena sekretaris pengganti gw kan belum ada, jadinya gw mesti menjalankan tugas sampai sekretaris yang baru ada. Karena seharusnya klo mau mutasi sekretaris dirjen harus sediain juga sekretaris pengganti, nah ini belum ada. Sebenernya akhir Januari udah dateng si sekretaris baru itu, tapi kan gw mesti ngajarin dia dulu soal kerjaan, selebihnya ya karena pihak kesekretarisan dirjen belum mau melepas gw pergi (kan mereka sayang ma gw xixixi). Beberapa kali pejabat dari kantor direktorat yang baru udah telpon nanyain kapan mau bertugas disana, selama ini kami masih bisa mengelak (yang jawab telpon mbak sekretaris senior gw si) karena masih ada ini itu, sampe akhirnya ditelpon lagi dan bingung mau jawab apa lagi hehe, ya sudahlah daripada malah repot sendiri akhirnya gw mutusin untuk segera bertugas kesana. Pas gw kasih tau ke sekretaris yang lain, setuju tapi dengan berat hati. Pamit deh gw ma pak Dirjen. Sebenernya gw berat juga si ninggalin sekretaris dirjen, selama bekerja dibeberapa tempat, dengan merekalah gw ngerasa seperti keluarga dan gw ngerasa nyaman banget baik secara materiil maupun spiritual. Bangga itu pasti, bekerja langsung untuk orang nomor satu di Direktorat Jenderal, gak semua pegawai dapat kesempatan itu. Buat temen-temen di sekretaris dirjen, Teteh Erni, Mbak Wiwid, Mas Erda, Fajar, Mas Deki, Pak Jarkasih, Mas Ahmad, Pak Wasta aku pamit yah, doakan aku selalu, love you all. Buat Bapak (pak dirjen), salam hormat selalu. See u Secretariat Directorat Jenderal of Treasury.

* KANTOR  BARU

Akhirnya gw masuk juga kantor baru gw (gedungnya cuma seberangan siy ma kantor lama). Berbeda sekali dengan kantor gw yang lama, yang ini mah berantakan sekali, berkas ada dimana-mana dan yang jelas gw gak kenal siapa-siapa kecuali sekretaris direkturnya (ya iyalah secara tiap hari berhubungan ma mereka, telpon2an hehehe). Bagusnya ni, disana ada yang ngira gw ni artis sinetron huhahahahaha…..lebay

Wokey….seminggu, 2 minggu, 3 minggu gw jalanin dengan berat hati, bis gak ada kerjaan yang bisa gw kerjain, jadi bingung, rasanya desperate banget hehehe….lebay. Ada masa gw rasanya pengen balik ke tempat lama aja (sekretaris dirjen) bukan diteknis kaya sekarang. Pengen nangis pun pernah gw alamin saking bosennya dan jenuhnya gw. Tapi akhirnya ketika sudah ada pembagian kerja semua kembali normal, hati mulai tertata dan bekerja pun semakin terlatih meski masih banyak belajar dari yang laen. Welcome to the jungle of Directorate of Budget Execution.

* SAKIT TELINGA

Gak tau ni, awalnya cuma ngerasa pendengaran telinga  sebelah kiri agak berkurang, kemungkinan awal yah pasti ada kotoran yang nyumbat. Pertama gw biarin aja, sapa tau tar baik sendiri, tapi ko ditunggu mpe seminggu gak bener juga. Akhirnya memutuskan ke rumah sakit spesialis gitu.

Widihh, udah ngeri duluan liat peralatan tempur si dokter, ngeri gila, tapi pasrah aja lah, yang dikorek pake macam besi lah, trus disemprot pake air…..huaaaaa jadi ilfil gw bayanginnya lagi.

Akhirnya bisa denger normal lagi dengan membayar mahal tentunya L. Tapi ternyata gak bertahan lama euy, beberapa hari kemudian terulang lagi dan gw pun kembali ke rumah sakit itu dan datang dan datang lagi sampai akhirnya gw disuruh ke rumah si dokter aja yang buka praktek juga dirumahnya. Hampir tiap minggu gw ke rumah si dokter karena pasti kambuh. Sampai stress gw mikirnya, stress otak dan isi dompet tentunya..

Ternyata di dalam telinga gw terjadi kebocoran, ada lubang sekecil lubang jarum dan itu mengakibatkan ada cairan yang keluar dan akan terus menyumbat. Obat-obat yang selama ini dikasih gak mempan, akhirnya dikasih obat lain…eh manjur. Alhamdulillah akhirnya setelah 2 bulan lebih sembuh juga sampai sekarang. Demi telinga sehat, bayarannya bener-bener muahallllllll, jaga kesehatan dan kebersihan deh boss.

v     Kesabaran dan Memaafkan

Tahun 2009, tahun yang teramat berat, sulit dan penuh intrik dan tahun yang benar2 membuat gw bekerja keras untuk terus melatih kesabaran. Meski kadang gw merasa ingin menyerah tapi gw berjanji gak akan stress. Gw diam dan bersabar bukan karena lemah dan kalah, tapi buat mengajarkan bahwa sabar itu tak ada batasnya. Gw juga terus belajar untuk bisa memaafkan orang lain dan tentunya yang paling penting belajar untuk memaafkan diri sendiri.

* DINAS vs TRAVEL

Selama setahun kemaren 3 kota propinsi dan 3 pulau gw jabanin, mesti gak pure itu traveling tapi diselingi tugas kantor hehehe…3 kota ini memang dari dulu pengen banget gw datengin eh akhirnya kesampean juga, Makasar, Ambon dan Padang. Masing-masing mempunyai cerita sendiri-sendiri dan keunikan sendiri-sendiri. Satu kesamaan dari ketiganya yaitu berada di tepi pantai semua, makanya kotanya panas.

Next travel, Aceh, Mataram, Jayapura hehehehe, ngarep….

* PANGRANGO

Naik gunung lagi…….bersama teman2 dari BKF formasi 18 0rang di akhir bulan Oktober. Ku taklukkan juga akhirnya Pangrango dan ku injakkan kaki di Mandalawangi yang akan tetap mewangi dalam sepi.

* BROKEN WINGS

Sayap itu telah patah, di saat gw sedang lembur di hari Jumat dan tentunya tau gemana kerjaan di akhir tahun yang bergunung2, kabar itu datang dengan tenang, polos dan tanpa dosa tapi mampu membuat luka, luka yang teramat perih.

When u’re dreaming with a broken heart

The waking up is the hardest part / the giving up is the hardest part

You roll out of bed and down on ur knees /  she takes you in with  her crying eyes

And for a moment u can hardly breath / then all at once you have to say goodbye

Wondering was she really here

Is she standing in my room

No, she’s not……

Cos she’s gone, gone, gone, gone, gone

Dan gw pun bisa nikmatin, bangun pagi di hari Sabtu itu, nangis sejam dan kemudian gw prepare buat ketemu klien dari departemen laen di kantor. How come??

But itulah hidup, dya telah menemukan takdirnya bersama orang lain dan gw gak akan berhenti mencari takdir gw sendiri.

Tuhan, terimakasih untuk setahun ini selalu membimbingku, melindungiku, dan selalu menyertaiku. Aku tau setiap rencanaMu itu selalu membawa kebahagiaan. Amin

THIS IS MY NOW

What would i tell about….

Been through a lot of bad things and good things, so many chances, hopes, changes. And i had one time of one thing that changed everything, a butterfly effect. Just like a butterfly, i need evolution to be a georgeus person.

I’m tying to be it.

But i still have to face a long and winding road there, and it’s not easy but  i should trying and fighting.  Just keep stronger. I knew i’ll be ok when i was decided to out of my save zone and i’m fine now.

Night, stars, moon up at the sky there, say hello to me, smile at me. Just like they say “ hey, we will be with you here, make your night special tonight. Keep smile and come on dance with us cos the galaxy dance for you”. So, how can i dance with you? Please, lift me up there, so i can feel the party.

This night,  a whole of my life is be with you. Age knows when it’s time to be added and one another is taken. Don’t need to teach the world to goes around and changes light day and night. It just another ordinary miracle today. But i get my ordinary miracle tonight, one night.

Life is a gift, wrapped it with a special wrapper and dress it of colourful ribbon. Touch it with flowers and parfumes. Think that everyday is beautiful with love. And now night of my life, a gift of my life, just want to make it easy, celebrate my ordinary miracle tonight not with all hedonism but it’s time for me to prosternation, honour to the God, cos i have had accepted a lot of things in this year.

Celebrate for my self, this is my now. Proud of my now and proud of my pass, never forget and never regret cos i knew God knows what the best to me.

My new journey is begin now, i don’t  want my life to be the water, cos it’s flows to below, but i want to be a tree it’s growing up..up and up.

Morning hopeRunning free infiltrate through the time

Leave the heart rootless in the back

Hungered of my future and it must to be come one.

DANCE WITH PANGRANGO

Pas diajak naik gunung lagi ma Reza, pengen tapi agak males. Bahkan dya nanya gak sekali dua kali dan gw pun berkali-kali minta waktu buat mikir (lebay…kayak perkara berat aja mpe dipikir berhari-hari hehehe). Dya ngomporin terus supaya gw ikut, dan akhirnya gw ikut bujuk rayunya wkwkwkwk. Tapi bukan hanya komporan Reza doank si yang bikin gw ikut, tapi kembali ke surya kencana lah yang bikin gw semangat & bikin gw pengen selalu kembali kesana. Meski akhirnya agak kecewa karena ternyata bukan naik ke Gede tapi ke Pangrango, tapi tak apalah apalagi belum pernah naik ke puncak Pangrango dan disana ada Mandalawangi kembarannya Surya Kencana, pasti keren juga.

Jumat malam, 30 Oktober 2009

Kumpul di Loby BKF dan rencana awal berangkat jam 9 malem molor gara-gara ‘sang komandan’ Reza telat dateng. Akhirnya tim 18 orang dengan personil 16 cowok dan 2 cewek berangkat jam setengah 11 malem naik bis dari Senen ke terminal kampung rambutan, lanjut ke cimacan trus naik ke cibodas by angkot.

Sabtu, 31 Oktober 2009

Sampe di camp Green Ranger alias tempat buat persinggahan n tempat buat nyewa perlengkapan mendaki sekitar jam setengah 2 dinihari.

Siapin perlengkapan dan istirahat.

green ranger

Setelah sarapan dan telah melaporkan diri ke pos tepat pukul 7 kami berangkat ditemani seorang guide en seorang porter yang bawain tenda, so let’s go guys….

Pangrango dari cibodas

Melewati Telaga Biru, istirahat bentar, foto-foto, lanjut lagi melewati rawa denok dengan jembatan papannya yang sudah banyak bolong sana-sini jadi mesti hati-hati klo gak ingin kejeblos dan sampai ke pos panyancangan dimana tak jauh dari situ ada air terjun cibeureum.

Jalanan dari sini mulai menanjak diselingi bonus alias jalanan mendatar. Pos berikutnya air terjun air panas yang berasal dari kawah gunung Gede, lumayan cuy sauna bentar. Dsini para awak pendakian beristirahat cukup lama, ada yang foto-foto seperti biasa, ada yang menikmati air panas, ada pula yang masak mie hehehe….

air panas

Lanjut gan, dari air panas menuju ke kandang batu. Dinamakan begitu karena jadi kandangnya batu hehehe……alias banyaknya batu dsini akibat dari letusan gunung Gede dahulu kala. Tak berapa lama sampailah di kandang badak tepat pukul 2 siang. 7 jam, ya lumayan lah, kebanyakan break soalnya hehehe…Klo ini dinamakan kandang badak karena dulu merupakan tempat badak2 berkubang, namun sekarang badaknya sudah tidak ada lagi, yang ada kami para badak kota xixixixi…

Kandang badak itu letaknya di persimpangan antara Gede dan Pangrango, jadi disini sebagai pos persinggahan sementara untuk mendirikan tenda dan menginap semalam sebelum melanjutkan perjalanan. Nantinya yang akan ke Gede ambil jalur ke kiri, sementara ke kanan yang akan mendaki ke Pangrango.

Jam 2 esok hari dicanangkan berangkat ke puncak demi untuk matahari terbit. Namun sekitar pukul setengah 6 sore hujan gerimis yang semakin deras mengguyur, alhasil kami2 yang sedang berkumpul santai sambil minum jahe wangi dan masak mie bubar jalan ke tenda masing2. Hujan rupanya sampai tengah malam dan jam 2 yang dijanjikan pun lewat lah sudah karena semua lebih memilih terlelap dalam dekapan sleeping bag masing2, dingin gitu…..

Minggu, 1 Nopember 2009

Jam setengah 5 pagi bangun, tak terasa sudah hari baru dan bulan baru, gajian hehehehe……

Solat Subuh, siap2 dan jam 6 berangkat. Ke puncak ini tim tinggal 15 orang karena 3 orang harus turun gunung karena ada acara masing-masing. Guide menginformasikan dalam pendakian ke puncak pangrango ini kami diberi batas sampai jam 10 saja. Bila jam 10 kami belum mencapai puncak disarankan untuk turun kembali ke kandang badak. Hal ini dikhawatirkan munculnya gas beracun yang datang. Jalur ke puncak Pangrango memang yahud, menantang, terjal dan inilah tantangan yang sebenarnya dari pendakian, Banyaknya medan yang sulit,melewati pohon2 yang tumbang, tanjakan-tanjakandan licinnya jalur membuat kami harus selalu waspada.

Seperempat perjalanan, tim terbagi 2, guide menginformasikan lagi, kira2 yang merasa tidak kuat lebih baik kembali turun ke kandang badak karena bila keadaannya harus saling menunggu karena kebanyakan break takutnya target waktu gak tercapai.

5 orang tereliminasi dan harus kembali ke kandang badak, dan kelimanya adalah Sigit, Rini, Arif Sety, Gondo dan Ricky. Maafkan ya teman2, jangan menyerah, lain waktu kalian pasti bisa  mencapai puncak :D , jangan lupa miscol ato sms klo sudah sampai.

OK, top ten pendaki unggulan akan bersaing mencapai puncak untuk memperebutkan tahta tertinggi Mr. P alias Mister Pangrango dengan mahkotanya tugu triangulasinya yang bercat warna hijau yang terkenal itu.

IMG_5306Akhirnya setelah melewati hutan cantigi yang merupakan hutan yang pohonnya banyak ditumbuhi lumut-lumut dan kawasan pra puncak terdengar teriakan diujung sana..puncak..puncak…puncak….Alhamdulillah akhirnya sampai puncak juga tepat pukul setengah 9. Kami menempuhnya selama 2,5 jam.

Puncak Pangrango berupa pos bangunan kayu yang sudah mulai rapuh dan sebuah tugu bercat hijau di titik tertingginya. Top ten akhirnya berhasil semua sampai puncak, sesi pemotretan pun di mulai…

JEPRET…….

triangulasi

Dan inilah top ten kita : Saya sendiri hehehe, Reza, Yudha, Gun, Oman, Arif Topiq, Parika, Noven, Tatang dan Anjar.

Senengnya hati ini, akhirnya Pangrango pun bisa kami taklukkan, dan perjalanan dilanjutkan ke Mandalawangi. Kami turun dari sisi yang lain, kira-kira 10 menit sampai lah ke padang yang maha indah, padang edelweis, msti tak seluas Surya Kencana tapi ini telah mengobati rinduku. Betapa menakjubkan. Capek yang sebelumnya bikin rontok badan, hilang seketika, itu yang bener-bener gw rasakan. Semua terasa ringan dan hangat. Sesi kenarsisan dimulai lagi dengan segala macam pose….

JEPRET…….

IMG_5360

mandalawangi

edelweis

Setengah 10 kami kembali ke puncak dan mulai turun ke kandang badak. Sampai di kandang badak membereskan semua perlengkapan dan  mulai untuk turun kembali ke cibodas sebelum malam.

Turun gunung un harus hati karena licin, gak sedikit alias banyak yang terpeleset termasuk gw sendiri. Banyak hal lucu juga yang terjadi seperti saat gw bertiga ma Gun en Oman yang “belajar bahasa Arab dan Korea” dan “menjadi TKI” dengan cerita disiram air panasnya hahahahaha…..dan tak lupa perjumpaan dengan Owa Jawa yang bergelantungan kayak tarzan.

Sampai di Pos Panyancangan kami singgah sebentar di air terjun cibeureum, tadinya rencana mau mandi tapi gak jadi. Jadinya cuma main-main air terjun dan terjadi hal narsisme lagi disini.

edelweis

Sampai pos menjadi yang pertamax gan bareng ma Reza en Parika.

Kembali ke camp Green Ranger, istirahat, mandi, makan dan menjelang Maghrib kami turun dari cibodas untuk kembali ke Jakarta.

Pendakian ini gw dedikasiin bwt ayah gw yang tepat tanggal 1 Nopember berulang tahun, tepat pula pas gw sampai puncak , all the best for you my father, you know i know that i love you full, i brought you some edelweis J dan ini bakal jadi kado ultah terindah gw yang sebentar lagi bakal gw jelang.

Thanks a lot Ja, thanks for komporan lo, klo lo gak rajin ngomporin gw, semua itu gak bakal ada dan gw masih tetep pengen kembali ke Surya Kencana lagi, someday. Bwt teman2 semua, thank bwt semangat dan kekompakannya.

(Jakarta, 5-6 Nopember 2009)

BETA PUTAR2 AMBON

Di awali surat tugas kantor yang mengharuskan aku dan teman-teman kantor untuk melakukan rekonsiliasi ke kanwil-kanwil di semua propinsi dan aku mendapat jatah Maluku. Yeah jalan-jalan ni ke daerah eh kerja ding (sambil jalan-jalan gitu maksudnya, work hard play hard haha).

OK, breafing sudah tapi embel-embelnya kok gak ngenakin gini yang bikin jadi males untuk berangkat. Laptop kurang, aplikasi bermasalah, duit jalan belum cair (padahal ini yang paling penting). Oalah mau ngadain acara kok gak mateng gini, kita-kita deh jadi korban. Terpaksa deh aku bawa laptop pribadi dan memakai duit pribadi. Ya sudah lah, demi Negara apapun dijalanin (meski setengah tiang aja kekeke)

Oktober 18, 2009

Akhirnya aku berangkat juga ke bandara malam ini dg taksi, jalanannya lancar abis tanpa macet, bikin aku sempet bermimpi sebentar hehehe….Dibandara, check in dan masuk ke ruang tunggu.

Huh, sebenernya males juga ambil penerbangan pagi buta begini, ngantuk, lemes plus males. Ngejar penerbangan langsung, klo berangkat yang pagi jam 6 mesti transit dulu. Di ruang tunggu rame gila orang yang mw ke Ambon. Agak aneh juga melihat mereka, kebanyakan penumpang bukanlah wajah-wajah Ambon, tapi Jawa. Dan yang lebih aneh lagi begitu dengar mereka berbicara, lah ko pake logat ambon hehehe…lucu juga ya…

Eits, tunggu, wew, rombongan pilot, copilot, pramugari2 yang cantik semampai lewat…mmm…liat dulu ya peragaan yang sebentar ini, ahhhhiiiii… :p

Oktober 19, 2009

Take off juga dari Sukarno Hatta jam 01.30 pagi dengan Lion Air. Sampe ambon jam 7.15 wita karena cuaca buruk jadi sedikit terlambat. Malah kata pramugari klo jarak pandang kurang akan mendarat di Makasar.

Ketemu teman dari dari DJA (pak syahrul & Bhasir) yang berangkat dengan penerbangan yang sama dari Jakarta tapi baru ketemu di Ambon hehe…dengan misi sama tapi nasib berbeda karena mereka sudah ada uang jalannya hiks..mas Wely dari kanwil jemput trus ke kota Ambon sekitar 1 jam dari bandara then cari hotel dapatnya di Hotel Grand Soya.


middle of ambon city
Istirahat dulu bentar, cek BB bentar…akhhhhhhh no service area for my Axis (kapan ni axis sampe Ambon?), yah gak bisa update fesbuk deh, gak bisa isi blog deh, gak bisa baca koran deh, gak bisa upload foto deh hiks…yasudah sarapan nasi kuning dulu yuk di warung dekat hotel. Lumayan gak ngeh waktu si penjual nasi kuning nawarin makan pake apa, daripada bingung mending di iyain aja hehe…


Balik hotel eh ternyata kunci kamarku ketinggalan didalam hehe, gak nyadar klo ni hotel uda pake key card, pantes daritadi nyari kunci ko gak ada hehe…Aku yang oon atau terlalu meremehkan hotel di sini yah huhuhu…..

Ke kantor di jemput mas wely lagi…….KERJA MODE ON……………

Setelah entry data dan mengumpulkan semua bahan, time to go around the city hehe…Di anter lagi ma mas Wely jalan-jalan keliling Ambon, melihat bekas-bekas kerusuhan, tengah kotanya dan bangunan-bangunan penting disana. Kotanya kecil, bisa dikelilingi dalam beberapa jam saja. Satu yang aku suka, view dari atas bukit ke arah kota yang terletak di bawah menakjubkan banget dengan teluknya yang keren.


Ambon city
Malam rencana mw makan ikan bakar di daerah jalan diponegoro. Di bawah derasnya hujan kami naik becak dan sampai di rumah makan khusus seafood Dedes.


Pesananku kerapu bakar ato garapu bakar klo orang sana bilang. Karena penasaran ma papeda (makanan khas ambon yg terdiri dari sagu n kuah ikan. Satu porsi papeda itu 1 kuali berukuran sedang dan bisa untuk 10 orang , padahal kami cuma berempat. Padahal sebelumnya ngirainnya satu porsi itu satu mangkuk kecil aja kekekeke…


papedaCara ngambil papeda, ambil bubur sagu yang bentuknya kayak lem itu pake macam sumpit dari kayu yang cukup besar, diputar-putar sampai dia menggumpal di sumpitnya trus dimasukkan ke piring, baru dikasih kuah ikan plus ikannya. Lalu begini makan papeda yang benar, gak boleh pake sendok tapi langsung diseruput langsung dari piringnya. Anda bisa?aku bisa hehe…..

Oktober 20, 2009

Wew, aku pikir hotel ini sungguh spesial, satu keunggulannya yang aku temukan di pagi ini. Naik ke lantai 6 buat sarapan, ada nasi kuning, nasi goreng dan roti plus selainya, aku pilih nasi goreng aja plus beberapa lauk. Lho ada balkon trus ada meja kursi juga dan yang paling utama meja itu kosong langsung deh aku menyerbu ke meja itu hehehe…. Aw..aw..aw…view dari balkon lantai 6 ini sangat menakjubkan. Keseluruhan kota ambon bisa kita liat dari sini, bukit-bukitnya, teluknya, kotanya, dan tentunya aktifitas orang-orangnya, so wonderful. Untung bawa kamera xixixi….bukannya sarapan malah foto-foto dulu :D

JEPRET…….

me at my table

view from 6th floor


Jam 9 kami dijemput mas welly lagi ke kantor lagi, dan ternyata data-data yang kami minta belum juga selesai di copy, malah kabarnya listrik mati lagi jadi acara copy nya terhambat.


Akhirnya kami menghadap ke kepala kanwil, pak rudy widodo dan kami berbincang skitar 1 jam lebih bersama pula pak sammy dan siangnya kami dijamu makan siang bersama dan rumah makan yang kami tuju memiliki nama yang sama dengan rumah makan yang semalam kami kunjungi RM Dedes hanya lokasinya yang berbeda.
Menunya pun sama ‘seafood’. Dan aku pun memilih menu yang sana kerapu bakar dengan jus sirsak.

Jam 2 antar bashir ma pak syahrul ke bandara pattimura ma stefi (orang kantor) karena mereka balik jkt hr ini. Setelah itu aku bajak stefi suruh antar sebentar ke pantai natsepa yang katanya terkenal itu dg pasir putihnya dan skalian pengen ngrasain rujak pantai. Sekitar setengah jam-an lah dr bandara ke natsepa. Pantainya cukup sepi dan sayang air laut lagi pasang jadi pasirnya gak kliatan.


Doh paling gak suka liat air laut yg bening dan melimpah begitu dan kita cuma bisa ngliatin doang, pengennya nyebur tapi gak bw baju ganti. Dengan modal nekat aku kasih tau stefi aku mw nyebur bentar meski hanya bermodal pake boxer ketat warna putih lagi (kekekeke). Malu juga habisnya di dekat situ ada cewek-cewek ambon & pada liatin hahaha….langsung aja deh daripada kelamaan mereka liatin, aku nyebur, byurrrr…..

natsepa beach

Lumayan bisa mandi bentar, itung-itung kenang-kenangan nyebur pantai di ambon. Tak lupa aku minta Stefi jadi potografer dadakan hehe…(Tetep foto2). Tapi gak bisa lama-lama karena jam 5 udah harus sampe kantor jadi kami buru-buru, tapi gak lupa beli rujak pantai dulu, dibungkus.

Malamnya ke jl diponegoro lagi sendirian naik becak, cari makan dan oleh-oleh.


Oktober 21, 2009

Ke lantai 6 lagi buat sarapan dan masih foto-foto hehehe…Karena udah gak ada acara ke kantor, so petualangan pun dimulai. Kata teman lebih afdol keliling kota ambon dengan jalan kaki karena kota ambon kecil saja, then i did it.


Patung Pattimura
Tujuan utama adalah lapangan merdeka dimana ada patung patimuranya, di situ ada kantor gubernur maluku dan benteng victoria di seberangnya. Jalan lagi sampai ke Amplas alias Ambon Plaza, karena masih pagi jd belum banyak yang buka. Klo boleh aku bilang, ini lebih mirip ITC klo di jakarta tapi lebih kecil atau pasar ya hehe….jalan lagi sampai di pelabuhan.


Oya, orang-orang ambon tu ramah dan baik lho, terutama mereka para tukang ojek & becak, karena aku selalu ditawarin ojek ato becak mereka hehehe

2 jam cukup lah dan harus segera kembali ke hotel buat mandi dan siap-siap ke bandara balik ke Jakarta. Jam 12 aku ke kawasan batu merah bentar (kawasan tempat jual kerajinan dari kerang dan mutiara), cukup jalan kaki karena dekat dari hotel.

Di anter mas Wely lagi ke bandara, @ bandara and 15.30 meninggalkan kota Ambon. Sial lagi-lagi gak dapat seat yg dekat jendela jadi gak bisa nikmati pemandangan di bawah sana, dan lagi-lagi dekat pintu darurat, tapi lumayan bisa liatin pramugarinya yang duduk di dekat pintu darurat….:p

Jakarta i’m back. @ bandara soekarno hatta n took damri jurusan gambir. Di damri duduk sebelahku seorang cewek tapi dari fisik ko kayak orang ambon eh ternyata orang Jakarta hehe…Males banget ngobrol ma dia selain polos banget, sotoy bin lebay, coba cantik masihmending lha ini hihihihihihi……Yah sutralah.


Lanjut taksi, udah dibilang ke pramuka eh si sopir taksi malah nanya mw ke hotel apa di pramuka, central ato puri?Bukan…bukan ke hotel pak sopir tapi ke rumah saya yah hehe…..

(Dari dulu pengen ke Ambon akhirnya kesampean juga :D )


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Jika Aku Menjadi……….

Minggu, 2 Agustus  2009

Sore itu sekitar jam setengah 6   aku lagi bermalas2an sambil nonton tv di tempat tidurku. Acara di salah satu stasiun tv itu pun berganti program “jika aku menjadi”, huah udah lama juga aku gak nonton acara ini, udah lama banget. Aku selalu senang melihat acara ini, membuat orang ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain dalam hidupnya karena mereka ikut terjun langsung di lapangan.

Cerita kali ini seorang mahasiswi kedokteran (sebut aja Adelia aku lupa namanya sebenarnya) di salah satu universitas di kota Bandung. Dia senang traveling dan menjadi backpacker dan tujuannya kali ini ke Jambi. Disinilah dia akan mencoba “menjadi” ibu pekerja perkebunan karet yang sehari2nya menyadap karet.

Tinggal di sebuah rumah papan sederhana bersama keluarga kecil, seorang ibu tua penyadap karet, anak perempuan dan suaminya yang bisu (sebut aja Ratna dan Wasi). Tak terbayangkan hidup tanpa listrik, tak ada kamar mandi, makan seadanya, tidur tak berkasur, sehari2 kerja di perkebunan, air untuk keperluan sehari2pun diambil dari air tanah yang berbentuk kolam kecil .

Dalam tugasnya ini Adelia sehari2 ada kala dia membantu si ibu di perkebunan karet, ada kala juga bersama Wasi mencari ikan dan belut di sawah dan rawa dan menjualnya, dan sebagai mahasiswi kedokteran dia pun membantu pelayanan/bakti sosial  kecil2an di puskesmas. Pengen dia mengeluh, tapi sering dia malu melihat kegigihan si ibu dalam bekerja. Dan ada beragam kegiatan lain seperti memasak atau mengambil air bersama Ratna dan tentunya banyak hal yang akan merubah hidupnya.

Dia sosok yang cukup tangguh meski  disini dia cuma makan cuma dengan nasi, teri dan sambal, mandi di ruang terbuka di belakang rumah (memakai kain tentunya), gosok gigi dengan air keruh dan lain2. Dia tau, ini bukan liburan, tapi dia sedang berperan tapi bukan akting untuk menjalani hidupnya yang baru sementara waktu.

Kebersamaan telah terjalin dengan keluarga ini. Keluarga yang sangat kekurangan, taat beribadah dan bersahaja.  Kebersahajaan ini mereka tunjukkan ketika Adelia bertanya kepada mereka “Pernah enggak kalian malu dibilang miskin, gak punya sama orang lain, tetangga2?”. Si ibu dengan bijaksananya menjawab “ kenapa harus malu, kalo memang keadaannya seperti ini. Ratna juga berbicara “ ya kadang klo saya merasa gak nyaman dengan situasi itu (dibilang gak punya) saya memilih pergi dari situ”

Tapi pikiranku masih masih saja teringat kata2 si ibu. Aku berpikir benar apa yang dikatakan ibu itu, kenapa kita harus malu klo orang lain tau keadaan kita apapun itu hal nya, karena memang begitulah keadaannya yang penting tak pernah berhenti untuk berusaha. Materi bukan suatu jaminan, karena didepan Tuhan kita semua sama. Apa artinya banyak harta tapi tak pernah ingat Tuhan.

HIngga akhirnya setelah beberapa hari tinggal bersama dan bergagi kebersamaan bersama Adelia bilang besok dia akan pulang, bukan karena dia tak betah tapi memang sampai hari itulah perjalanan dia disana. Ada banyak barang yang bermanfaat yang diberikan kepada keluarga itu, tapi Adelia menerima lebih dari keluarga itu, bukan materi tapi pelajaran hidup yang tak dapat dibeli oleh materi sebesar apapun.

Adelia pun pamit, suasana haru, ada tangis kegembiraan bercampur tangis kesedihan. Tak terasa aku pun ikut larut bersamanya, ditengah suara adzan Maghrib air mataku turut berlinang.  Aku berpikir, menjadi orang baik itu mudah, hanya saja jika tak ada niat maka itu akan sulit dilakukan.

Teringatku waktu aku harus berpisah dengan sahabat2ku di Waingapu sana, terlalu banyak kebersamaan meski hanya sebentar tapi ikatan itu terikat kuat. Seorang sahabat perempuan bilang “gak boleh nangis ya, awas klo nangis”, tapi akhirnya tangis pun pecah juga. Aku tau aku seorang yang kuat, tapi aku tak bisa untuk yang ini.

Pikiranku meracau kemana2, tentang masa lalu hingga sekarang. Tentang rasa malu yang pernah ada yang sebenarnya tak perlu ada, tentang hidup dan tinggal jauh dari keluarga yang pertama kali dan aku tau aku lebih tangguh dari yang orang pikir, tentang perjalanan mendaki gunung2 yang membuatku merasa inilah duniaku : tentang alam dan aku tak bisa dipisahkan darinya, tentang pengalaman hidup bersama sebuah keluarga di sebuah kota kecil dan pulau yang tak pernah ku tau sebelumnya yang benar2 telah merubah hidupku, merubah pandanganku, merubah pola pikirku, tentang kehidupan anak jalanan, panti asuhan dan para orang tua jompo dan mereka yang kekurangan yang selalu menjadi obsesiku untuk  sedikit saja dapat merasakan apa yang mereka rasakan dan banyak berbagi dengan mereka dan tentunya tentang keluargaku yang mana aku bangga menjadi bagian darinya.

Semua orang itu baik, tetapi tak semua melakukan yang baik. Untuk melakukan suatu kebaikan kecil saja terasa berat dan tak terpikirkan samasekali karena sering niat itu tak ada. Sering kita hanya bisa menilai orang dari sisi kita, tapi kita tak pernah berusaha menilai orang dari sisi mereka sendiri, bagaimana orang itu merasakan, berpikir dan hidup ala mereka. Coba kita dalam posisi mereka, bisa jadi kita pun akan mempunyai pikiran seperti mereka. Tak selamanya yang dibilang jelek itu jelek, karena sering justru dari yang jelek itu ditemukan banyak kebaikan, yang penting selalu ganti kaca mata kita untuk melihat satu hal karena kita akan mendapat berbagai macam jawaban yang berbeda untuk satu pertanyaan

Sering ketika kita melihat anak2 jalanan, kita berpikir yang negatif tentang mereka dan gaya hidup mereka, entah soal meminta2, ngamen atau nyemir sepatu dan lain2. Tak jarang mereka sering pula kena garukan dan mendapat perlakuan yang kasar dari aparat. Tapi mereka juga manusia, sama seperti kita, yang juga punya hati dan melakukan apapun untuk bisa bertahan hidup. Mereka punya tempat yang aman dan nyaman untuk hidup dan menghidupkan kehidupan yaitu jalanan. Seperti halnya kita dengan tempat aman dan nyaman kita sekarang ini.

Pada dasarnya mereka pun sama dengan kita pada umumnya, bisa merasa senang saat mendapat rezeki banyak ketika ngamen atau yang lainnya, mereka juga bisa sedih ketika 2 hari tidak makan, mereka pun bisa merasakan malu saat tertanggap razia atau juga merasa bangga ketika ada ibu-ibu mengucapkan terimakasih saat dikembalikan dompetnya yang terjatuh. Tak jarang mereka pernah iri saat melihat anak kecil yang digendong dan dibelai hangat oleh ibunya, mereka juga bisa marah saat ada garukan lalu alat2 ngamen disita dan tak dikembalikan oleh Pol PP dan mereka juga bisa kecewa ketika ada teman mengkhianati mereka.

Jangan pernah menilai orang atau sesuatu itu baik atau buruk sebelum kita bisa menilai dari kacamata orang atau sesuatu itu.

Jika aku menjadi…..tentunya aku ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang yang kekurangan dan mereka yang membutuhkan bantuan meski itu hanya sekecil zaroh pun. Insya Allah.

WANITA

Dia tercipta begitu indah, meski tiada yang sempurna. Berparas rupawan dengan cara yang berbeda-beda, tingkah laku yang senantiasa dijaga walau terkadang berlebihan, santun berbicara sesuai perangainya. Tak ada yang begitu mempesona selain hanya dia.

Hidupmu penuh dengan warna, penuh dengan karakter, dan penuh dengan pernik-pernik hidup yang harus dijalani karena memang itulah yang seharusnya ada pada dirimu. Kelembutan yang kamu miliki pun terkadang harus disembunyikan dibalik kerasnya hidup, menantang hidup meski tak jarang semua tumpah dalam cawan segara matamu. Ketika kamu nampak sama dengan mereka, hanya satu yang membuatmu beda, merahnya gincumu yang kamu oleskan pada bibirmu dan itu juga lah tak jarang menjadikanmu ancaman dan godaan terbesar bagi lawan jenismu. Istimewa benar dirimu hingga Dia pun bersedia menitipkan salah satu gerbang NirwanaNya padamu, mengamanatkannya, siapapun dia harus menghormatimu tak terkecuali aku. Kodratmu membutuhkan pengorbanan besar ketika hadirnya kehidupan baru, nyawa taruhanmu, karena kodratmu, wanita.

Banyak hal tentangmu yang belum aku ketahui, maukah kamu memberitahukannya padaku?

Katakan padaku apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku?

Katakan apa alasanmu ingin hidup denganku?

Beritahu aku kenapa aku harus memilihmu ?lipstick_3

Akankah kamu tetap setia padaku selamanya?

Katakan padaku dapatkah kau hidup tanpa aku?

Karena hanya satu alasan yang aku butuhkan untukmu, aku ingin kamu bahagia, karena aku lelakimu. Memberi sentuhan pada halaman yang masih putih bersih dengan coretan kanvas, memberinya noda dengan warna-warni pelangi kehidupan dan mendapati aku dan kamu yang terlukis disana.

3 jam untuk selamanya

Apa jadinya kalo liburan naik mobil tapi bagasinya susah ditutup dan juga terjebak macet selama 3 jam lebih? Itulah yang aku alami bersama teman-teman dalam liburan tahun baru kemaren. Aneh, lucu, seru meskipun tak dapat dipungkiri ada susahnya juga.

Tanggal 1 pagi, awal tahun 2009 , sama temen-temen melakukan perjalanan ke ciwidey, tepatnya ke situ patenggang, itu tuh tempat syutingnya film tentang cinta, heart & disini ada setan. Awalnya sih oke, tapi ketika di tol tiba-tiba mobil di belakang dari tadi klakson mulu, ada apa gerangan? Begitu liat ke belakang, hah, bagasi kebuka. Buru-buru deh menepi buat nutup bagasi. Tapi bagasi ini betul-betul aneh, ditutup dengan cara apapun, bahkan sampai ditutup rame-rame hingga menimbulkan suara sedemikian kerasnya (halah), didudukin juga, tapi gak mau ngunci. Kepenuhan?enggak juga. Mau gak mau inisiatif harus ditutup pake tali, paling gak biar gak sampe kebuka lebar dan barang-barang didalamnya pada bertaburan keluar, khan gak lucu. Eh nemu deh tuh tali dari karet ban. Dan gak ketinggalan dong moment seperti ini bagi orang-orang narsis tetap ada kesempatan buat foto-foto hihihi…

Memang sih gak bisa nutup-tup, tapi lumayan lah, jadinya ketika mobil gerak tuh pintu bagasi gerak naik turun gitu. Dan masih tetap banyak baik mobil maupun motor yang klakson atau kasih tau bagasinya kebuka dan kita-kita yang didalam mobil dengan kompaknya sambil memperlihatkan senyum termanis kami bilang “iya, makasih” hehe…

Ceritanya sudah liburan di situ patenggang nih ya dan dalam perjalanan menuju Bandung. Meski hujan rintik-rintik tapi masih sempet beberapa kali berhenti untuk mengobati sakit narsis foto dengan latar kebun teh hehe…. Nah, baru juga satu kilo lebih jalan dari situ patenggang, belum sampai Cimanggu sudah harus berhenti lagi, tapi bukan untuk foto-foto lagi tapi karena memang macet, stuck gak bergerak sama sekali. Dan macetnya gak tanggung-tanggung selama 3 jam lebih. Nah apakah yang terjadi selama 3 jam lebih itu?

1 jam pertama, masih happy-happy ketawa-tawa sambil foto-foto, sempet juga liat anak balita mobil depan lagi ngasih ‘pupuk alami’ di rerumputan alias pup hehe…. 2 jam selanjutnya, masih happy sambil bercerita, dan mulai kedinginan. 3 jam berikutnya, muka capek, masuk dalam bed cover yg sepertinya sengaja dibawa (:D), dan mulai pada kebelet pipis.

Nah yang mau dibahas neh yang tragedi kebelet pipis. Maklum ya, udara dingin memang memaksa untuk selalu pipis. Inilah yang juga terjadi. Klo cowok mah gampang tinggal cari tempat, pipis deh disitu. Lha klo cewek? Biar pun gelap, tapi banyak juga orang berlalu lalang berjalan kaki, kan malu juga klo kepergok lagi pipis. Yang lucu neh, aku lagi pipis di luar eh salah satu temen ngiranya aku lagi pose mau difoto, dasar. Tapi boleh juga tuh dicoba , halah…

Kembali ke masalah pipis cewek, eh maksudnya temen cewek yg kebelet pipis. Akal pun jalan, pintu mobil depan dan belakang dibuka semua, trus diselubungi pake bed covernya, jadi si cewek pipisnya di tengah-tengah, gak keliatan kan. Tapi temen cewekku ni biar udah dalam suasana gelap, terselubung bed cover juga, dan kita jagain di luar biar orang gak pada jalan lewat situ tapi ketika mencoba pipis di dalamnya, dia gak bisa pipis, gak bisa keluar, tegang katanya, halah..halah…halah..Tapi begitu aku ma temen cowokku pergi sebentar liat keadaan di depan dan kembali lagi, eh dia bilang udah pipis hahaha…bilang aja malu ma kita berdua hihihi….

Yah, yang penting semua aman terkendali. Jam selebihnya mulai bergerak, kita pun molor di perjalanan hehehe….

4 for all

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.