THIS IS MY NOW

08Nov09

What would i tell about….

Been through a lot of bad things and good things, so many chances, hopes, changes. And i had one time of one thing that changed everything, a butterfly effect. Just like a butterfly, i need evolution to be a georgeus person.

I’m tying to be it.

But i still have to face a long and winding road there, and it’s not easy but  i should trying and fighting.  Just keep stronger. I knew i’ll be ok when i was decided to out of my save zone and i’m fine now.

Night, stars, moon up at the sky there, say hello to me, smile at me. Just like they say “ hey, we will be with you here, make your night special tonight. Keep smile and come on dance with us cos the galaxy dance for you”. So, how can i dance with you? Please, lift me up there, so i can feel the party.

This night,  a whole of my life is be with you. Age knows when it’s time to be added and one another is taken. Don’t need to teach the world to goes around and changes light day and night. It just another ordinary miracle today. But i get my ordinary miracle tonight, one night.

Life is a gift, wrapped it with a special wrapper and dress it of colourful ribbon. Touch it with flowers and parfumes. Think that everyday is beautiful with love. And now night of my life, a gift of my life, just want to make it easy, celebrate my ordinary miracle tonight not with all hedonism but it’s time for me to prosternation, honour to the God, cos i have had accepted a lot of things in this year.

Celebrate for my self, this is my now. Proud of my now and proud of my pass, never forget and never regret cos i knew God knows what the best to me.

My new journey is begin now, i don’t  want my life to be the water, cos it’s flows to below, but i want to be a tree it’s growing up..up and up.

Morning hopeRunning free infiltrate through the time

Leave the heart rootless in the back

Hungered of my future and it must to be come one.


Pas diajak naik gunung lagi ma Reza, pengen tapi agak males. Bahkan dya nanya gak sekali dua kali dan gw pun berkali-kali minta waktu buat mikir (lebay…kayak perkara berat aja mpe dipikir berhari-hari hehehe). Dya ngomporin terus supaya gw ikut, dan akhirnya gw ikut bujuk rayunya wkwkwkwk. Tapi bukan hanya komporan Reza doank si yang bikin gw ikut, tapi kembali ke surya kencana lah yang bikin gw semangat & bikin gw pengen selalu kembali kesana. Meski akhirnya agak kecewa karena ternyata bukan naik ke Gede tapi ke Pangrango, tapi tak apalah apalagi belum pernah naik ke puncak Pangrango dan disana ada Mandalawangi kembarannya Surya Kencana, pasti keren juga.

Jumat malam, 30 Oktober 2009

Kumpul di Loby BKF dan rencana awal berangkat jam 9 malem molor gara-gara ‘sang komandan’ Reza telat dateng. Akhirnya tim 18 orang dengan personil 16 cowok dan 2 cewek berangkat jam setengah 11 malem naik bis dari Senen ke terminal kampung rambutan, lanjut ke cimacan trus naik ke cibodas by angkot.

Sabtu, 31 Oktober 2009

Sampe di camp Green Ranger alias tempat buat persinggahan n tempat buat nyewa perlengkapan mendaki sekitar jam setengah 2 dinihari.

Siapin perlengkapan dan istirahat.

green ranger

Setelah sarapan dan telah melaporkan diri ke pos tepat pukul 7 kami berangkat ditemani seorang guide en seorang porter yang bawain tenda, so let’s go guys….

Pangrango dari cibodas

Melewati Telaga Biru, istirahat bentar, foto-foto, lanjut lagi melewati rawa denok dengan jembatan papannya yang sudah banyak bolong sana-sini jadi mesti hati-hati klo gak ingin kejeblos dan sampai ke pos panyancangan dimana tak jauh dari situ ada air terjun cibeureum.

Jalanan dari sini mulai menanjak diselingi bonus alias jalanan mendatar. Pos berikutnya air terjun air panas yang berasal dari kawah gunung Gede, lumayan cuy sauna bentar. Dsini para awak pendakian beristirahat cukup lama, ada yang foto-foto seperti biasa, ada yang menikmati air panas, ada pula yang masak mie hehehe….

air panas

Lanjut gan, dari air panas menuju ke kandang batu. Dinamakan begitu karena jadi kandangnya batu hehehe……alias banyaknya batu dsini akibat dari letusan gunung Gede dahulu kala. Tak berapa lama sampailah di kandang badak tepat pukul 2 siang. 7 jam, ya lumayan lah, kebanyakan break soalnya hehehe…Klo ini dinamakan kandang badak karena dulu merupakan tempat badak2 berkubang, namun sekarang badaknya sudah tidak ada lagi, yang ada kami para badak kota xixixixi…

Kandang badak itu letaknya di persimpangan antara Gede dan Pangrango, jadi disini sebagai pos persinggahan sementara untuk mendirikan tenda dan menginap semalam sebelum melanjutkan perjalanan. Nantinya yang akan ke Gede ambil jalur ke kiri, sementara ke kanan yang akan mendaki ke Pangrango.

Jam 2 esok hari dicanangkan berangkat ke puncak demi untuk matahari terbit. Namun sekitar pukul setengah 6 sore hujan gerimis yang semakin deras mengguyur, alhasil kami2 yang sedang berkumpul santai sambil minum jahe wangi dan masak mie bubar jalan ke tenda masing2. Hujan rupanya sampai tengah malam dan jam 2 yang dijanjikan pun lewat lah sudah karena semua lebih memilih terlelap dalam dekapan sleeping bag masing2, dingin gitu…..

Minggu, 1 Nopember 2009

Jam setengah 5 pagi bangun, tak terasa sudah hari baru dan bulan baru, gajian hehehehe……

Solat Subuh, siap2 dan jam 6 berangkat. Ke puncak ini tim tinggal 15 orang karena 3 orang harus turun gunung karena ada acara masing-masing. Guide menginformasikan dalam pendakian ke puncak pangrango ini kami diberi batas sampai jam 10 saja. Bila jam 10 kami belum mencapai puncak disarankan untuk turun kembali ke kandang badak. Hal ini dikhawatirkan munculnya gas beracun yang datang. Jalur ke puncak Pangrango memang yahud, menantang, terjal dan inilah tantangan yang sebenarnya dari pendakian, Banyaknya medan yang sulit,melewati pohon2 yang tumbang, tanjakan-tanjakandan licinnya jalur membuat kami harus selalu waspada.

Seperempat perjalanan, tim terbagi 2, guide menginformasikan lagi, kira2 yang merasa tidak kuat lebih baik kembali turun ke kandang badak karena bila keadaannya harus saling menunggu karena kebanyakan break takutnya target waktu gak tercapai.

5 orang tereliminasi dan harus kembali ke kandang badak, dan kelimanya adalah Sigit, Rini, Arif Sety, Gondo dan Ricky. Maafkan ya teman2, jangan menyerah, lain waktu kalian pasti bisa  mencapai puncak :D , jangan lupa miscol ato sms klo sudah sampai.

OK, top ten pendaki unggulan akan bersaing mencapai puncak untuk memperebutkan tahta tertinggi Mr. P alias Mister Pangrango dengan mahkotanya tugu triangulasinya yang bercat warna hijau yang terkenal itu.

IMG_5306Akhirnya setelah melewati hutan cantigi yang merupakan hutan yang pohonnya banyak ditumbuhi lumut-lumut dan kawasan pra puncak terdengar teriakan diujung sana..puncak..puncak…puncak….Alhamdulillah akhirnya sampai puncak juga tepat pukul setengah 9. Kami menempuhnya selama 2,5 jam.

Puncak Pangrango berupa pos bangunan kayu yang sudah mulai rapuh dan sebuah tugu bercat hijau di titik tertingginya. Top ten akhirnya berhasil semua sampai puncak, sesi pemotretan pun di mulai…

JEPRET…….

triangulasi

Dan inilah top ten kita : Saya sendiri hehehe, Reza, Yudha, Gun, Oman, Arif Topiq, Parika, Noven, Tatang dan Anjar.

Senengnya hati ini, akhirnya Pangrango pun bisa kami taklukkan, dan perjalanan dilanjutkan ke Mandalawangi. Kami turun dari sisi yang lain, kira-kira 10 menit sampai lah ke padang yang maha indah, padang edelweis, msti tak seluas Surya Kencana tapi ini telah mengobati rinduku. Betapa menakjubkan. Capek yang sebelumnya bikin rontok badan, hilang seketika, itu yang bener-bener gw rasakan. Semua terasa ringan dan hangat. Sesi kenarsisan dimulai lagi dengan segala macam pose….

JEPRET…….

IMG_5360

mandalawangi

edelweis

Setengah 10 kami kembali ke puncak dan mulai turun ke kandang badak. Sampai di kandang badak membereskan semua perlengkapan dan  mulai untuk turun kembali ke cibodas sebelum malam.

Turun gunung un harus hati karena licin, gak sedikit alias banyak yang terpeleset termasuk gw sendiri. Banyak hal lucu juga yang terjadi seperti saat gw bertiga ma Gun en Oman yang “belajar bahasa Arab dan Korea” dan “menjadi TKI” dengan cerita disiram air panasnya hahahahaha…..dan tak lupa perjumpaan dengan Owa Jawa yang bergelantungan kayak tarzan.

Sampai di Pos Panyancangan kami singgah sebentar di air terjun cibeureum, tadinya rencana mau mandi tapi gak jadi. Jadinya cuma main-main air terjun dan terjadi hal narsisme lagi disini.

edelweis

Sampai pos menjadi yang pertamax gan bareng ma Reza en Parika.

Kembali ke camp Green Ranger, istirahat, mandi, makan dan menjelang Maghrib kami turun dari cibodas untuk kembali ke Jakarta.

Pendakian ini gw dedikasiin bwt ayah gw yang tepat tanggal 1 Nopember berulang tahun, tepat pula pas gw sampai puncak , all the best for you my father, you know i know that i love you full, i brought you some edelweis J dan ini bakal jadi kado ultah terindah gw yang sebentar lagi bakal gw jelang.

Thanks a lot Ja, thanks for komporan lo, klo lo gak rajin ngomporin gw, semua itu gak bakal ada dan gw masih tetep pengen kembali ke Surya Kencana lagi, someday. Bwt teman2 semua, thank bwt semangat dan kekompakannya.

(Jakarta, 5-6 Nopember 2009)


Di awali surat tugas kantor yang mengharuskan aku dan teman-teman kantor untuk melakukan rekonsiliasi ke kanwil-kanwil di semua propinsi dan aku mendapat jatah Maluku. Yeah jalan-jalan ni ke daerah eh kerja ding (sambil jalan-jalan gitu maksudnya, work hard play hard haha).

OK, breafing sudah tapi embel-embelnya kok gak ngenakin gini yang bikin jadi males untuk berangkat. Laptop kurang, aplikasi bermasalah, duit jalan belum cair (padahal ini yang paling penting). Oalah mau ngadain acara kok gak mateng gini, kita-kita deh jadi korban. Terpaksa deh aku bawa laptop pribadi dan memakai duit pribadi. Ya sudah lah, demi Negara apapun dijalanin (meski setengah tiang aja kekeke)

Oktober 18, 2009

Akhirnya aku berangkat juga ke bandara malam ini dg taksi, jalanannya lancar abis tanpa macet, bikin aku sempet bermimpi sebentar hehehe….Dibandara, check in dan masuk ke ruang tunggu.

Huh, sebenernya males juga ambil penerbangan pagi buta begini, ngantuk, lemes plus males. Ngejar penerbangan langsung, klo berangkat yang pagi jam 6 mesti transit dulu. Di ruang tunggu rame gila orang yang mw ke Ambon. Agak aneh juga melihat mereka, kebanyakan penumpang bukanlah wajah-wajah Ambon, tapi Jawa. Dan yang lebih aneh lagi begitu dengar mereka berbicara, lah ko pake logat ambon hehehe…lucu juga ya…

Eits, tunggu, wew, rombongan pilot, copilot, pramugari2 yang cantik semampai lewat…mmm…liat dulu ya peragaan yang sebentar ini, ahhhhiiiii… :p

Oktober 19, 2009

Take off juga dari Sukarno Hatta jam 01.30 pagi dengan Lion Air. Sampe ambon jam 7.15 wita karena cuaca buruk jadi sedikit terlambat. Malah kata pramugari klo jarak pandang kurang akan mendarat di Makasar.

Ketemu teman dari dari DJA (pak syahrul & Bhasir) yang berangkat dengan penerbangan yang sama dari Jakarta tapi baru ketemu di Ambon hehe…dengan misi sama tapi nasib berbeda karena mereka sudah ada uang jalannya hiks..mas Wely dari kanwil jemput trus ke kota Ambon sekitar 1 jam dari bandara then cari hotel dapatnya di Hotel Grand Soya.


middle of ambon city
Istirahat dulu bentar, cek BB bentar…akhhhhhhh no service area for my Axis (kapan ni axis sampe Ambon?), yah gak bisa update fesbuk deh, gak bisa isi blog deh, gak bisa baca koran deh, gak bisa upload foto deh hiks…yasudah sarapan nasi kuning dulu yuk di warung dekat hotel. Lumayan gak ngeh waktu si penjual nasi kuning nawarin makan pake apa, daripada bingung mending di iyain aja hehe…


Balik hotel eh ternyata kunci kamarku ketinggalan didalam hehe, gak nyadar klo ni hotel uda pake key card, pantes daritadi nyari kunci ko gak ada hehe…Aku yang oon atau terlalu meremehkan hotel di sini yah huhuhu…..

Ke kantor di jemput mas wely lagi…….KERJA MODE ON……………

Setelah entry data dan mengumpulkan semua bahan, time to go around the city hehe…Di anter lagi ma mas Wely jalan-jalan keliling Ambon, melihat bekas-bekas kerusuhan, tengah kotanya dan bangunan-bangunan penting disana. Kotanya kecil, bisa dikelilingi dalam beberapa jam saja. Satu yang aku suka, view dari atas bukit ke arah kota yang terletak di bawah menakjubkan banget dengan teluknya yang keren.


Ambon city
Malam rencana mw makan ikan bakar di daerah jalan diponegoro. Di bawah derasnya hujan kami naik becak dan sampai di rumah makan khusus seafood Dedes.


Pesananku kerapu bakar ato garapu bakar klo orang sana bilang. Karena penasaran ma papeda (makanan khas ambon yg terdiri dari sagu n kuah ikan. Satu porsi papeda itu 1 kuali berukuran sedang dan bisa untuk 10 orang , padahal kami cuma berempat. Padahal sebelumnya ngirainnya satu porsi itu satu mangkuk kecil aja kekekeke…


papedaCara ngambil papeda, ambil bubur sagu yang bentuknya kayak lem itu pake macam sumpit dari kayu yang cukup besar, diputar-putar sampai dia menggumpal di sumpitnya trus dimasukkan ke piring, baru dikasih kuah ikan plus ikannya. Lalu begini makan papeda yang benar, gak boleh pake sendok tapi langsung diseruput langsung dari piringnya. Anda bisa?aku bisa hehe…..

Oktober 20, 2009

Wew, aku pikir hotel ini sungguh spesial, satu keunggulannya yang aku temukan di pagi ini. Naik ke lantai 6 buat sarapan, ada nasi kuning, nasi goreng dan roti plus selainya, aku pilih nasi goreng aja plus beberapa lauk. Lho ada balkon trus ada meja kursi juga dan yang paling utama meja itu kosong langsung deh aku menyerbu ke meja itu hehehe…. Aw..aw..aw…view dari balkon lantai 6 ini sangat menakjubkan. Keseluruhan kota ambon bisa kita liat dari sini, bukit-bukitnya, teluknya, kotanya, dan tentunya aktifitas orang-orangnya, so wonderful. Untung bawa kamera xixixi….bukannya sarapan malah foto-foto dulu :D

JEPRET…….

me at my table

view from 6th floor


Jam 9 kami dijemput mas welly lagi ke kantor lagi, dan ternyata data-data yang kami minta belum juga selesai di copy, malah kabarnya listrik mati lagi jadi acara copy nya terhambat.


Akhirnya kami menghadap ke kepala kanwil, pak rudy widodo dan kami berbincang skitar 1 jam lebih bersama pula pak sammy dan siangnya kami dijamu makan siang bersama dan rumah makan yang kami tuju memiliki nama yang sama dengan rumah makan yang semalam kami kunjungi RM Dedes hanya lokasinya yang berbeda.
Menunya pun sama ’seafood’. Dan aku pun memilih menu yang sana kerapu bakar dengan jus sirsak.

Jam 2 antar bashir ma pak syahrul ke bandara pattimura ma stefi (orang kantor) karena mereka balik jkt hr ini. Setelah itu aku bajak stefi suruh antar sebentar ke pantai natsepa yang katanya terkenal itu dg pasir putihnya dan skalian pengen ngrasain rujak pantai. Sekitar setengah jam-an lah dr bandara ke natsepa. Pantainya cukup sepi dan sayang air laut lagi pasang jadi pasirnya gak kliatan.


Doh paling gak suka liat air laut yg bening dan melimpah begitu dan kita cuma bisa ngliatin doang, pengennya nyebur tapi gak bw baju ganti. Dengan modal nekat aku kasih tau stefi aku mw nyebur bentar meski hanya bermodal pake boxer ketat warna putih lagi (kekekeke). Malu juga habisnya di dekat situ ada cewek-cewek ambon & pada liatin hahaha….langsung aja deh daripada kelamaan mereka liatin, aku nyebur, byurrrr…..

natsepa beach

Lumayan bisa mandi bentar, itung-itung kenang-kenangan nyebur pantai di ambon. Tak lupa aku minta Stefi jadi potografer dadakan hehe…(Tetep foto2). Tapi gak bisa lama-lama karena jam 5 udah harus sampe kantor jadi kami buru-buru, tapi gak lupa beli rujak pantai dulu, dibungkus.

Malamnya ke jl diponegoro lagi sendirian naik becak, cari makan dan oleh-oleh.


Oktober 21, 2009

Ke lantai 6 lagi buat sarapan dan masih foto-foto hehehe…Karena udah gak ada acara ke kantor, so petualangan pun dimulai. Kata teman lebih afdol keliling kota ambon dengan jalan kaki karena kota ambon kecil saja, then i did it.


Patung Pattimura
Tujuan utama adalah lapangan merdeka dimana ada patung patimuranya, di situ ada kantor gubernur maluku dan benteng victoria di seberangnya. Jalan lagi sampai ke Amplas alias Ambon Plaza, karena masih pagi jd belum banyak yang buka. Klo boleh aku bilang, ini lebih mirip ITC klo di jakarta tapi lebih kecil atau pasar ya hehe….jalan lagi sampai di pelabuhan.


Oya, orang-orang ambon tu ramah dan baik lho, terutama mereka para tukang ojek & becak, karena aku selalu ditawarin ojek ato becak mereka hehehe

2 jam cukup lah dan harus segera kembali ke hotel buat mandi dan siap-siap ke bandara balik ke Jakarta. Jam 12 aku ke kawasan batu merah bentar (kawasan tempat jual kerajinan dari kerang dan mutiara), cukup jalan kaki karena dekat dari hotel.

Di anter mas Wely lagi ke bandara, @ bandara and 15.30 meninggalkan kota Ambon. Sial lagi-lagi gak dapat seat yg dekat jendela jadi gak bisa nikmati pemandangan di bawah sana, dan lagi-lagi dekat pintu darurat, tapi lumayan bisa liatin pramugarinya yang duduk di dekat pintu darurat….:p

Jakarta i’m back. @ bandara soekarno hatta n took damri jurusan gambir. Di damri duduk sebelahku seorang cewek tapi dari fisik ko kayak orang ambon eh ternyata orang Jakarta hehe…Males banget ngobrol ma dia selain polos banget, sotoy bin lebay, coba cantik masihmending lha ini hihihihihihi……Yah sutralah.


Lanjut taksi, udah dibilang ke pramuka eh si sopir taksi malah nanya mw ke hotel apa di pramuka, central ato puri?Bukan…bukan ke hotel pak sopir tapi ke rumah saya yah hehe…..

(Dari dulu pengen ke Ambon akhirnya kesampean juga :D )


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


Minggu, 2 Agustus  2009

Sore itu sekitar jam setengah 6   aku lagi bermalas2an sambil nonton tv di tempat tidurku. Acara di salah satu stasiun tv itu pun berganti program “jika aku menjadi”, huah udah lama juga aku gak nonton acara ini, udah lama banget. Aku selalu senang melihat acara ini, membuat orang ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain dalam hidupnya karena mereka ikut terjun langsung di lapangan.

Cerita kali ini seorang mahasiswi kedokteran (sebut aja Adelia aku lupa namanya sebenarnya) di salah satu universitas di kota Bandung. Dia senang traveling dan menjadi backpacker dan tujuannya kali ini ke Jambi. Disinilah dia akan mencoba “menjadi” ibu pekerja perkebunan karet yang sehari2nya menyadap karet.

Tinggal di sebuah rumah papan sederhana bersama keluarga kecil, seorang ibu tua penyadap karet, anak perempuan dan suaminya yang bisu (sebut aja Ratna dan Wasi). Tak terbayangkan hidup tanpa listrik, tak ada kamar mandi, makan seadanya, tidur tak berkasur, sehari2 kerja di perkebunan, air untuk keperluan sehari2pun diambil dari air tanah yang berbentuk kolam kecil .

Dalam tugasnya ini Adelia sehari2 ada kala dia membantu si ibu di perkebunan karet, ada kala juga bersama Wasi mencari ikan dan belut di sawah dan rawa dan menjualnya, dan sebagai mahasiswi kedokteran dia pun membantu pelayanan/bakti sosial  kecil2an di puskesmas. Pengen dia mengeluh, tapi sering dia malu melihat kegigihan si ibu dalam bekerja. Dan ada beragam kegiatan lain seperti memasak atau mengambil air bersama Ratna dan tentunya banyak hal yang akan merubah hidupnya.

Dia sosok yang cukup tangguh meski  disini dia cuma makan cuma dengan nasi, teri dan sambal, mandi di ruang terbuka di belakang rumah (memakai kain tentunya), gosok gigi dengan air keruh dan lain2. Dia tau, ini bukan liburan, tapi dia sedang berperan tapi bukan akting untuk menjalani hidupnya yang baru sementara waktu.

Kebersamaan telah terjalin dengan keluarga ini. Keluarga yang sangat kekurangan, taat beribadah dan bersahaja.  Kebersahajaan ini mereka tunjukkan ketika Adelia bertanya kepada mereka “Pernah enggak kalian malu dibilang miskin, gak punya sama orang lain, tetangga2?”. Si ibu dengan bijaksananya menjawab “ kenapa harus malu, kalo memang keadaannya seperti ini. Ratna juga berbicara “ ya kadang klo saya merasa gak nyaman dengan situasi itu (dibilang gak punya) saya memilih pergi dari situ”

Tapi pikiranku masih masih saja teringat kata2 si ibu. Aku berpikir benar apa yang dikatakan ibu itu, kenapa kita harus malu klo orang lain tau keadaan kita apapun itu hal nya, karena memang begitulah keadaannya yang penting tak pernah berhenti untuk berusaha. Materi bukan suatu jaminan, karena didepan Tuhan kita semua sama. Apa artinya banyak harta tapi tak pernah ingat Tuhan.

HIngga akhirnya setelah beberapa hari tinggal bersama dan bergagi kebersamaan bersama Adelia bilang besok dia akan pulang, bukan karena dia tak betah tapi memang sampai hari itulah perjalanan dia disana. Ada banyak barang yang bermanfaat yang diberikan kepada keluarga itu, tapi Adelia menerima lebih dari keluarga itu, bukan materi tapi pelajaran hidup yang tak dapat dibeli oleh materi sebesar apapun.

Adelia pun pamit, suasana haru, ada tangis kegembiraan bercampur tangis kesedihan. Tak terasa aku pun ikut larut bersamanya, ditengah suara adzan Maghrib air mataku turut berlinang.  Aku berpikir, menjadi orang baik itu mudah, hanya saja jika tak ada niat maka itu akan sulit dilakukan.

Teringatku waktu aku harus berpisah dengan sahabat2ku di Waingapu sana, terlalu banyak kebersamaan meski hanya sebentar tapi ikatan itu terikat kuat. Seorang sahabat perempuan bilang “gak boleh nangis ya, awas klo nangis”, tapi akhirnya tangis pun pecah juga. Aku tau aku seorang yang kuat, tapi aku tak bisa untuk yang ini.

Pikiranku meracau kemana2, tentang masa lalu hingga sekarang. Tentang rasa malu yang pernah ada yang sebenarnya tak perlu ada, tentang hidup dan tinggal jauh dari keluarga yang pertama kali dan aku tau aku lebih tangguh dari yang orang pikir, tentang perjalanan mendaki gunung2 yang membuatku merasa inilah duniaku : tentang alam dan aku tak bisa dipisahkan darinya, tentang pengalaman hidup bersama sebuah keluarga di sebuah kota kecil dan pulau yang tak pernah ku tau sebelumnya yang benar2 telah merubah hidupku, merubah pandanganku, merubah pola pikirku, tentang kehidupan anak jalanan, panti asuhan dan para orang tua jompo dan mereka yang kekurangan yang selalu menjadi obsesiku untuk  sedikit saja dapat merasakan apa yang mereka rasakan dan banyak berbagi dengan mereka dan tentunya tentang keluargaku yang mana aku bangga menjadi bagian darinya.

Semua orang itu baik, tetapi tak semua melakukan yang baik. Untuk melakukan suatu kebaikan kecil saja terasa berat dan tak terpikirkan samasekali karena sering niat itu tak ada. Sering kita hanya bisa menilai orang dari sisi kita, tapi kita tak pernah berusaha menilai orang dari sisi mereka sendiri, bagaimana orang itu merasakan, berpikir dan hidup ala mereka. Coba kita dalam posisi mereka, bisa jadi kita pun akan mempunyai pikiran seperti mereka. Tak selamanya yang dibilang jelek itu jelek, karena sering justru dari yang jelek itu ditemukan banyak kebaikan, yang penting selalu ganti kaca mata kita untuk melihat satu hal karena kita akan mendapat berbagai macam jawaban yang berbeda untuk satu pertanyaan

Sering ketika kita melihat anak2 jalanan, kita berpikir yang negatif tentang mereka dan gaya hidup mereka, entah soal meminta2, ngamen atau nyemir sepatu dan lain2. Tak jarang mereka sering pula kena garukan dan mendapat perlakuan yang kasar dari aparat. Tapi mereka juga manusia, sama seperti kita, yang juga punya hati dan melakukan apapun untuk bisa bertahan hidup. Mereka punya tempat yang aman dan nyaman untuk hidup dan menghidupkan kehidupan yaitu jalanan. Seperti halnya kita dengan tempat aman dan nyaman kita sekarang ini.

Pada dasarnya mereka pun sama dengan kita pada umumnya, bisa merasa senang saat mendapat rezeki banyak ketika ngamen atau yang lainnya, mereka juga bisa sedih ketika 2 hari tidak makan, mereka pun bisa merasakan malu saat tertanggap razia atau juga merasa bangga ketika ada ibu-ibu mengucapkan terimakasih saat dikembalikan dompetnya yang terjatuh. Tak jarang mereka pernah iri saat melihat anak kecil yang digendong dan dibelai hangat oleh ibunya, mereka juga bisa marah saat ada garukan lalu alat2 ngamen disita dan tak dikembalikan oleh Pol PP dan mereka juga bisa kecewa ketika ada teman mengkhianati mereka.

Jangan pernah menilai orang atau sesuatu itu baik atau buruk sebelum kita bisa menilai dari kacamata orang atau sesuatu itu.

Jika aku menjadi…..tentunya aku ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang yang kekurangan dan mereka yang membutuhkan bantuan meski itu hanya sekecil zaroh pun. Insya Allah.


WANITA

19Jan09

Dia tercipta begitu indah, meski tiada yang sempurna. Berparas rupawan dengan cara yang berbeda-beda, tingkah laku yang senantiasa dijaga walau terkadang berlebihan, santun berbicara sesuai perangainya. Tak ada yang begitu mempesona selain hanya dia.

Hidupmu penuh dengan warna, penuh dengan karakter, dan penuh dengan pernik-pernik hidup yang harus dijalani karena memang itulah yang seharusnya ada pada dirimu. Kelembutan yang kamu miliki pun terkadang harus disembunyikan dibalik kerasnya hidup, menantang hidup meski tak jarang semua tumpah dalam cawan segara matamu. Ketika kamu nampak sama dengan mereka, hanya satu yang membuatmu beda, merahnya gincumu yang kamu oleskan pada bibirmu dan itu juga lah tak jarang menjadikanmu ancaman dan godaan terbesar bagi lawan jenismu. Istimewa benar dirimu hingga Dia pun bersedia menitipkan salah satu gerbang NirwanaNya padamu, mengamanatkannya, siapapun dia harus menghormatimu tak terkecuali aku. Kodratmu membutuhkan pengorbanan besar ketika hadirnya kehidupan baru, nyawa taruhanmu, karena kodratmu, wanita.

Banyak hal tentangmu yang belum aku ketahui, maukah kamu memberitahukannya padaku?

Katakan padaku apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku?

Katakan apa alasanmu ingin hidup denganku?

Beritahu aku kenapa aku harus memilihmu ?lipstick_3

Akankah kamu tetap setia padaku selamanya?

Katakan padaku dapatkah kau hidup tanpa aku?

Karena hanya satu alasan yang aku butuhkan untukmu, aku ingin kamu bahagia, karena aku lelakimu. Memberi sentuhan pada halaman yang masih putih bersih dengan coretan kanvas, memberinya noda dengan warna-warni pelangi kehidupan dan mendapati aku dan kamu yang terlukis disana.


Apa jadinya kalo liburan naik mobil tapi bagasinya susah ditutup dan juga terjebak macet selama 3 jam lebih? Itulah yang aku alami bersama teman-teman dalam liburan tahun baru kemaren. Aneh, lucu, seru meskipun tak dapat dipungkiri ada susahnya juga.

Tanggal 1 pagi, awal tahun 2009 , sama temen-temen melakukan perjalanan ke ciwidey, tepatnya ke situ patenggang, itu tuh tempat syutingnya film tentang cinta, heart & disini ada setan. Awalnya sih oke, tapi ketika di tol tiba-tiba mobil di belakang dari tadi klakson mulu, ada apa gerangan? Begitu liat ke belakang, hah, bagasi kebuka. Buru-buru deh menepi buat nutup bagasi. Tapi bagasi ini betul-betul aneh, ditutup dengan cara apapun, bahkan sampai ditutup rame-rame hingga menimbulkan suara sedemikian kerasnya (halah), didudukin juga, tapi gak mau ngunci. Kepenuhan?enggak juga. Mau gak mau inisiatif harus ditutup pake tali, paling gak biar gak sampe kebuka lebar dan barang-barang didalamnya pada bertaburan keluar, khan gak lucu. Eh nemu deh tuh tali dari karet ban. Dan gak ketinggalan dong moment seperti ini bagi orang-orang narsis tetap ada kesempatan buat foto-foto hihihi…

Memang sih gak bisa nutup-tup, tapi lumayan lah, jadinya ketika mobil gerak tuh pintu bagasi gerak naik turun gitu. Dan masih tetap banyak baik mobil maupun motor yang klakson atau kasih tau bagasinya kebuka dan kita-kita yang didalam mobil dengan kompaknya sambil memperlihatkan senyum termanis kami bilang “iya, makasih” hehe…

Ceritanya sudah liburan di situ patenggang nih ya dan dalam perjalanan menuju Bandung. Meski hujan rintik-rintik tapi masih sempet beberapa kali berhenti untuk mengobati sakit narsis foto dengan latar kebun teh hehe…. Nah, baru juga satu kilo lebih jalan dari situ patenggang, belum sampai Cimanggu sudah harus berhenti lagi, tapi bukan untuk foto-foto lagi tapi karena memang macet, stuck gak bergerak sama sekali. Dan macetnya gak tanggung-tanggung selama 3 jam lebih. Nah apakah yang terjadi selama 3 jam lebih itu?

1 jam pertama, masih happy-happy ketawa-tawa sambil foto-foto, sempet juga liat anak balita mobil depan lagi ngasih ‘pupuk alami’ di rerumputan alias pup hehe…. 2 jam selanjutnya, masih happy sambil bercerita, dan mulai kedinginan. 3 jam berikutnya, muka capek, masuk dalam bed cover yg sepertinya sengaja dibawa (:D), dan mulai pada kebelet pipis.

Nah yang mau dibahas neh yang tragedi kebelet pipis. Maklum ya, udara dingin memang memaksa untuk selalu pipis. Inilah yang juga terjadi. Klo cowok mah gampang tinggal cari tempat, pipis deh disitu. Lha klo cewek? Biar pun gelap, tapi banyak juga orang berlalu lalang berjalan kaki, kan malu juga klo kepergok lagi pipis. Yang lucu neh, aku lagi pipis di luar eh salah satu temen ngiranya aku lagi pose mau difoto, dasar. Tapi boleh juga tuh dicoba , halah…

Kembali ke masalah pipis cewek, eh maksudnya temen cewek yg kebelet pipis. Akal pun jalan, pintu mobil depan dan belakang dibuka semua, trus diselubungi pake bed covernya, jadi si cewek pipisnya di tengah-tengah, gak keliatan kan. Tapi temen cewekku ni biar udah dalam suasana gelap, terselubung bed cover juga, dan kita jagain di luar biar orang gak pada jalan lewat situ tapi ketika mencoba pipis di dalamnya, dia gak bisa pipis, gak bisa keluar, tegang katanya, halah..halah…halah..Tapi begitu aku ma temen cowokku pergi sebentar liat keadaan di depan dan kembali lagi, eh dia bilang udah pipis hahaha…bilang aja malu ma kita berdua hihihi….

Yah, yang penting semua aman terkendali. Jam selebihnya mulai bergerak, kita pun molor di perjalanan hehehe….

4 for all


Ku lihat awan berarak meninggalkan peraduannya, kini telah berganti lembayung jingga berpendar menerangi sang langit di ufuk barat. Geliat lampu-lampu jalan juga semakin benderang menerangi tempatku berdiri, sejak entah kapan aku berada disini. Masih tetap sama, aku menunggu disini, di tempat kita akan bertemu, untuk pertama kali.

Pertemuan tak sengaja dalam sebuah jejaring itu ternyata mampu menarik hati kita berdua. Hanya dalam waktu sebulan, kurang malah, kita begitu dekatnya, bercerita tentang diri masing-masing tanpa ada sekat lagi. Hingga akhirnya aku bilang aku cinta kau, begitu pula dirimu padaku.

Aku begitu jatuh cinta dengan suaramu, begitu mendengarnya di ujung handphone, aku tau itu nyanyian terindah yang pernah ku dengar. Aku jatuh cinta dengan pribadimu, kau begitu apa adanya ketika bercerita denganku. Aku sangat jatuh cinta padamu, karena aku yakin hanya kamu yang akan memiliki hatiku. Aku luluh padamu.

Tapi, klo kau juga mencintaiku, kenapa sampai detik ini juga kau belum datang menemuiku pada pertemuan pertama kita ini. Tadinya aku berpikir hari ini menjadi hari bersejarah bagiku dan tentunya juga buat kau, karena aku akan bertemu kekasihku, aku ingin melihatnya langsung dengan kedua bola mataku. Begitu inginnya ku genggam tanganmu, ku belai rambutmu, ah, seperti apa rasanya. Namun, kau tak kunjung datang juga.

Kasihku, kau bilang kau menyayangiku, tapi kenapa aku masih saja sendiri menunggu disini, hanya ditemani sebungkus rokok yang isinya tinggal sebatang hampir habis ku gunakan menjaga untuk tetap setia menunggumu, hanya untuk dirimu. Aku tau, kau pasti marah jika saat ini melihatku merokok, karena aku sudah janji berhenti merokok pada pertemuan pertama kita . Tapi malam semakin larut sayangku.

Keyakinanku kian pudar, kau tak datang malam ini. Seribu tanya, seribu sesal, seribu goresan luka, aku dipermainkan. Mungkin saja kau tadi sudah datang dan melihatku, tapi kau urungkan niat untuk menemuiku karena aku tak seperti yang kau mau, itu mungkin saja terjadi. Tapi apa artinya kata sayang selama ini, mungkin terlalu dangkal aku memahami semua itu, atau terlalu polosnya aku.

Aku pergi, maafkan aku sayang, aku tak mampu lagi untuk tetap setia berdiri disini menunggu hadirmu menyapaku. Hatiku sepertinya akan larut bersama perginya malam. Akan ku hapus jejakku disini sehingga tak akan ada yang tau, bahkan dirimu, bahwa aku pernah membawa setumpuk cinta disini.

Aku melangkah pergi , dan tangan itu menepuk pundakku. Dengan napas masih terengah-engah kau bertanya “maafkan aku, aku terlambat, apakah kau masih mencintaiku setelah ini?”. Aku melihatnya, wajah itu, suara itu, yang selalu hadir dalam mimpiku, aku tau itu dia “Ya, aku akan selalu mencintaimu” kataku. “Klo begitu bawalah aku pergi bersamamu, aku baru saja kabur dari pernikahanku”

sebuah karya pendek yang lahir tanpa sengaja ditengah malasnya untuk menulis dan kebuntuan ide akhir-akhir ini serta kebosanan kerja hari ini (jakarta, 13 januari 2009)


…baik yah

19Dec08

Embun berteman dengan pagistarmoon

Matahari berteman dengan siang

Bulan dan bintang berteman dengan malam

Manusia berteman dengan siapa?

Tentunya manusia berteman dengan pagi, siang dan malam

Ternyata manusia itu teman yang baik ya, mau berteman dengan pagi, siang dan malam

Tapi ada yang lebih baik daripada manusia dalam hal berteman, seperti apa baiknya?

Dia setia dengan pagi bahkan ketika embun mulai menghilang di siang hari

Dia tetap setia berteman dengan siang ketika matahari mulai tenggelam di senja hari

Dan tetap setia dengan malam ketika bulan dan bintang pamit undur diri di pagi hari

Bahkan ketika manusia terlelap dan acuh tak acuh tak memperdulikan sekalipun, atau malah memusuhi, tetap saja setia.

Kesetiaannya tak terukur apapun, bahkan tak pernah tidur sedetikpun untuk memastikan pagi, siang, malam dan manusia tetap baik-baik saja.

Siapa ya gerangan yang sebegitu setianya

Hanya Tuhan yang bisa begitu

Tuhan itu baik ya

(Jakarta, 19 Desember 2008, terpikir saat melihat gambar bulan & bintang di sajadah di sela-sela kotbah Jumat (ketauan gak dengerin kotbah nih) hehe…)


………………………

Sebuah kotak musik berhiaskan kristal putih berbentuk bunga lily kesukaannya, dan sekantong coklat berbentuk hati. Sella spontan sesenggukan melihat apa yang ada dihadapannya. Diambilnya surat yang terikat tali di kotak kunci, perlahan-lahan mulai dibacanya…

Dear Sella,

Apa kabar Sella, baik-baik kan?Aku harap begitu.

Makasih ya Sel, kamu sudah mau menemui aku. Yah aku tau karena kamu sedang membaca surat ini sekarang, karena kalo kamu tak menemuiku kamu tak akan pernah membaca surat ini, ya kan Sel? Meski kamu menemuiku dalam bentuk lain. Oya, aku tak melanggar janji kan ya untuk tidak menemuimu lagi, karena sekarang kamu yang datang menemuiku hehe…. ( Sella mengangguk dan tersenyum)

Sel, di dalam kotak ini ada sebuah kotak musik bunga lily diatasnya dan sebungkus coklat kesukaan kamu, Aku harap ini bisa mengurangi rasa sedih kamu. Maafkan aku karena aku sudah mempersiapkannya dari lama.

Oya Sel, kamu boleh memutar kotak musik itu, dengerin deh Sel lagunya, kamu pasti suka sama lagunya, tinggal pencet aja tombolnya.

Sella pun spontan memencet tombol itu, dan sebuah lagu Judy Garland ‘somewhere over the rainbow’ bernyanyi. Sella tersenyum.

Kamu ingat kan sama lagu itu Sel, lagu kita berdua saat kita sedang menikmati bintang-bintang di padang rumput halaman rumahmu malam-malam. Ingat gak skali saat kita sedang duduk-duduk, lagi asyik ngobrol eh tiba-tiba turun hujan, kita pun bukannya masuk ke rumah tapi hujan-hujanan berdua, mirip sekali anak kecil hehe…..belum berhenti deh yak lo mama gak teriak-teriak suruh berhenti. Sampai akhirnya kita berdua besoknya sama-sama masuk angin hehe….Ingin Sel rasanya mengulang itu lagi, aku kangen Sel saat-saat berdua bersamamu, aku kangen sama senyuman kamu, aku kangen elusan tangan kamu di kepalaku, aku kangen semuanya.

Sella tertawa dalam tangis air matanya yang mulai meleleh pelan di pipinya. Dia pun merasa kangen dengan semua kenangan itu, betapa sulit untuk dia hapus dari ingatan dan dari hati terdalamnya.

Sel…. kamu pasti marah ya kenapa aku tak pernah cerita ke kamu semua ini sebelumnya. Terus terang, aku takut Sel, kalo aku menceritakan sakitku, aku bakal kehilanganmu, aku takut cintaku akan pergi meninggalkanku. Sampai akhirnya semua berlanjut hingga menjelang pernikahan. Wow, betapa aku ingin sekali meneruskan pernikahan itu Sel, betapa aku ingin sekali duduk bersanding di pelaminan itu bersamamu menjadi raja dan ratu sehari, betapa aku ingin mengawali kisah kita menjadi suami istri, betapa aku…ah bermimpi. Aku sadar Sel, aku tak boleh egois dengan diriku sendiri dengan keadaanku yang seperti itu. Aku sadar, waktuku tak banyak Sel, sampai akhirnya ku tau semuanya semakin parah dan aku selalu pandai menyembunyikannya darimu hingga ku putuskan untuk membatalkan pernikahan itu, semua demi kamu, kebahagiaanmu nanti.

Maafkan aku karena keputusan itu,membuatmu terluka, tapi itu jalan satu-satunya Sel. Aku tak ingin kamu lebih terluka lagi nanti justru setelah kita menikah. Karena itu Sel, sebelum waktuku habis dan semua terlambat aku akhirnya memutuskan itu semua, membuat luka di awal tapi itu jalan yang akan membuatmu mendapatkan bahagia yang sesungguhnya meski tanpa aku. Jalanmu masih panjang Sel, jangan lagi bersedih ya, hidupmu terus berjalan, temukan kebahagianmu disana. Aku ingin melihatmu bahagia nanti Sel.

Ingatkah kamu Sel, malam terakhir kita bertemu di café, lagu terakhir, itu lagu sebagai tanda perpisahanku ke kamu kalo Sel, just like the title, that night i just wanted to hold you, kiss you like you’ll never see me again, but, yah tak mungkin akan ku dapat karena kamu kan masih marah padaku, ya kan Sel? Tapi aku seneng banget kamu mau datang waktu itu, di hari-hari akhirku aku masih bisa melihat orang yang sangat aku cintai berada di haapanku.

Saat ini aku sedang dirawat di rumah sakit di Singapura Sel, bukan pindah seperti yang pernah aku bilang. Sepi Sel, cuma ada mama sama papa disini, ntah kenapa aku kangen banget pengen ketemu kamu lagi, andai aku punya kesempatan itu lagi ya Sel, ingin rasanya dirawat sama kamu, tapi itu sudah tak mungkin. Bunga Lily yang ditaruh dikamar selalu mengingatkanku padamu, white lily, putih…seputih cinta kita. Aku rasa waktuku sudah dekat sekarang Sel, aku sudah siap.

Sella semakin sesenggukan.

Sel, jangan benci aku ya untuk semua ini. Ku lakukan semua ini demi kamu Sel, demi kebahagiaan kamu selanjutnya. Mohon maafkan aku.

Aku akan selalu mencintaimu Sel, hatiku adalah milikmu. Tetaplah melangkah, karena aku akan selalu ada dalam jejak langkahmu. Tak kan ada perpisahan Sel meski raga tak ada, tapi hatiku selalu dan cintaku pasti menemanimu.

Saat menit terasa terabaikan dew in spider

Tapi kini detik begitu berharga

Merajut setiap helai nafas

Meniti setiap detak jantung

Pelan-pelan dalam jaring kehidupan

Waktuku telah tiba

Tapi cintaku takkan mati

Bersama hilangnya raga

Karena White lily ku ada

Seputih hati yang takkan terganti

Bintang malam sampaikan untuk dewiku

Aku rindu padanya

Ingin ku lukis indahmu dihatinya

Embun pagi sampaikan untuk bidadariku

Aku sayang padanya

Ingin ku lukis damaimu dihatinya

Sayap putih sampaikan untuk kekasihku

Aku cinta padanya

Ingin ku lukis putihmu dihatinya

Cinta itu putih

Cinta itu suci

Cinta itu bersih

Cinta itu cantik

Cinta itu white lily

Yours,

Riv

(miss you from heaven)

Sella semakin tak kuasa, dia terus menangis dan mendekap surat itu dalam dadanya. Sella paham sekarang kenapa Riv melakukan semua ini. Semua demi kebahagiaan dia, yah semua demi dia, karena Riv begitu mencintai dan menyayanginya.

Keesokan harinya Sella kembali datang menemui Riv seorang diri, dibersihkannya dan dihiasinyanya rumah baru Riv dengan bunga-bunga yang baru dan tak lupa diletakkannya 2 tangkai bunga Lily putih, di bagian pangkal bunga tersemat cincin kawin mereka yang selama ini disimpan Sella.

“Hi Riv pa kabar?kamu baik-baik ya disana. Oya Riv aku udah buka kotaknya dan baca suratnya, kotak musiknya lucu dan makasih ya buat coklatnya, kamu selalu tau cara membuatku tersenyum. Riv, biar kita tak jadi menikah, tapi bunga Lily yang aku bawa ini sebagai simbol aku dan kamu, aku sematkan cincin di keduanya sebagai tanda kita berdua sudah menikah. Ha..kedengaran bodoh ya Riv, yah anggap aja ini rahasia kita berdua yah, cuma kita berdua yang tahu. Aku tau, aku harus tetap melanjutkan hidupku, meski tanpa kamu, tapi aku tau kamu melihatku dari sana Riv”

Sella tau, Riv tak kan pernah terganti dalam hidupnya, tapi dia tak akan mau menyerah dengan keadaan, karena dia harus mencari kebahagiaan yang lain. Dia akan mencoba untuk kembali tersenyum, tersenyum demi cinta, cinta white lily.

white lily


………………………

Entah kenapa selama hampir sebulan ini Sella selalu bermimpi hal yang sama, bayang-bayang orang yang gagal jadi calon suaminya selalu datang dalam mimpinya.

“Dia tak berkata apa-apa. Dia hanya datang dan tersenyum” ceritanya pada mamanya.

“Apa kamu kangen sama dia Sel? Apa kamu juga masih cinta dia?” mamanya menanggapi.

“heghhh….aku tak tau Ma, Sella masih sulit ngobatin luka ini, disisi lain Sella juga masih sulit begitu saja menghapus kenangan sama dia Ma”

Semua kejadian ini membuat Sella semakin susah untuk melupakan semua kenangan indah dan pengalaman pahit itu, meski sekarang sudah tak pernah ada kontak lagi. Tapi adanya mimpi-mimpi itu membuatnya semakin stress, apa yang harus dia lakukan.

Jam setengah 3 dini hari Sella terbangun dari mimpinya, dia dapati dirinya basah dengan keringat dingin. “Ohhhh…apa lagi ini, dia memintaku datang”. Ntah kenapa dia pagi ini dia merasa takut, dia seperti dikejar-kejar sebuah permintaan yang pernah diberikan kepadanya. Sella tersadar, diliatnya kalender, tepat sebulan.

Sebagai manager, Sella sedang memimpin rapat dikantornya pagi ini, ketika tiba-tiba dia melihat salah satu karyawan laki-lakinya tersenyum kepadanya, ntah kenapa dia melihat baying-bayang “Itu bukan dia” pikirnya mencoba menenangkan diri. Tiap dia mencoba mengalihkan atau menyibukkan diri tapi selalu saja bayang-bayang itu muncul. Dan semakin besar rasa penolakannya dan tidak peduliannya, semakin sering pula bayang-bayang itu hadir kepadanya, Sella menjadi takut sendiri.

“Apa sih mau nya dia, buat apa aku harus ke rumahnya lagi?’ gumam Sella.

Sella hanya diam, makananan pun tak dia sentuh ketika dia makan siang bersama teman-temannya. Di saat teman-temannya bercanda, dia hanya termenung, teman-temannya heran melihatnya. Wajahnya semakin pucat, dan dia pamit duluan tanpa menyentuh makannya.

Dia merasa semua keanehan ini dimulai dari sebulan yang lalu. Dia semakin tak tahan dengan perasaan terhantui ini, dia pun memutuskan untuk mengakhiri semuanya dan dia tau kemana dia harus pergi.

Ting tong..Assalamualaikum…suara bel rumah berbunyi.

Pintu rumah pun dibuka “Assalamualaikum tante”

“Waalikum salam, Sella, apa kabar? Sambil cipika cipiki

“Baik tante, tante sama om baik juga kan?”

“Alhamdulillah Sel. Tante sudah nungguin kamu ”

“Nungguin aku?”batin Sella bertanya “Kon sepi tante, pada kemana?”

“Emang mau ada siapa lagi, kan cuma ada tante sama si bibi, om juga lagi di kantor Sel”

“Riv di luar negeri ya tan?” ntah kenapa pertanyaan ini tiba-tiba keluar dari mulutnya.

“Riv?”wajahnya sedikit kaget. “Oh, dia sudah pulang, tapi dia sudah tidak tinggal disini lagi Sel”

“Oh, dia sudah punya rumah sendiri gitu tan?Wah hebat ya dia?”

“Iya, kamu mau ketemu dia?”

Ntah kenapa Sella tiba-tiba merasa kangen sekali, dan bibirnya pun spontan “Klo boleh”. Menyadarinya, buru-buru Sella menutup bibirnya dengan tangannya.

“Tentu saja boleh, Seno pasti senang kamu datang. Tunggu bentar ya, tante ganti baju dulu”

“Tapi apa dia ada di rumah tan, apa dia gak di kantor sekarang?”

‘Dia ada di rumahnya kok Sel, percaya sama tante” meyakinkan sambil tersenyum

“oh…” jawab Sella mengiyakan saja.

“Kita parkir di depan ya Sel”

“Iya tante”

Tapi Sella agak merasa heran, kok parkirnya di tempat ini. Mungkin rumahnya agak di dalam kompleks jadi mobil gak bisa masuk. Tapi keheranannya semakin bertambah ketika di ajak masuk, apakah kita gak salah jalan dan gak salah masuk?pikirnya, tapi dia tak berani bertanya, jadi dia ikut saja. Pikirannya semakin kacau melihat ini semua, ntah kenapa jantungnya semakin berdetak kencang.

“Kita sudah sampai Sel”

“Sampai tante, yang mana rumahnya tante, bukannya disini gak ada rumah, tapi cuma….” tanyanya heran tak mampu melanjutkan kata-katanya.

“Ini, didepan kita” sambil menunjuk kearah bawah

Hati Sella bagai disambar petir disiang bolong, ketika dia mulai duduk dan membaca sebuah nama terukir di sana    “Ojeriv Tandro bin Tyo Rahdian, Jakarta 11 Mei 1983 – 16 Oktober 2008 “.

jepun

Dia tak mampu mengucap  sepatah kata pun, dia hanya bisa melihatnya dan mulai menangis. “Riv tante, jadi dia sudah……”

“Iya sayang, Riv sudah meninggal dan inilah pelengkap jawaban yang dia janjikan untuk kamu”

Jadi ini jawaban akhirnya, semua kini sudah lengkap, pikir Sella.

Mama akhirnya cerita ke Sella “ Riv setahun yang lalu divonis mengidap kanker hati tapi tidak ganas, tapi harus selalu minum obat untuk menghambat pertumbuhannya dan harus rajin kontrol juga. Dia sengaja menyembunyikannya dari kamu Sel, dia takut klo kamu tau kamu jadi khawatir tapi dia lebih takut lagi klo kamu meninggalkan dia setelah kamu tau dia sakit. Semua baik-baik saja sampai akhirnya kejadian dia pingsan di café waktu itu. Kami pikir itu karena kecapekan, tapi setelah dicek ke dokter ternyata sel kankernya telah menyebar, obatnya tak mampu lagi menghambat pertumbuhannya. Dokter bilang harus segera masuk rumah sakit, tapi Riv menolak, dia tak mau pernikahannya gagal karena perawatan. Setelah menikah baru dia akan menjalankan perawatannya, meski dia tau klo tak segera ditangani dokter harapannya akan semakin tipis. Akhirnya dokter hanya memberikan dia obat lagi. Namun mimisan di toko bunga itu membuat Riv sadar bahwa sakitnya semakin parah. Dokter pun bilang harapan hidup Riv tak lama lagi, karena sudah cukup terlambat untuk ditangani. Dia sudah memikirkannya dari jauh hari,apa benar tindakannya untuk menikah denganmu dengan kondisi badannya yang seperti itu. Riv sadar akan hal itu sayang, sampai akhirnya dia harus memutuskan untuk tak jadi menikah denganmu. Dia terlalu sayang sama kamu Sel, dia ingin kamu bahagia. Klo pun dipaksakan menikah, tapi setelah itu kamu ditinggalkan dan menjadi janda hanya akan membuat kamu menderita dan menjadi beban kamu seorang. Dia tak ingin kamu mengalaminya sayang, dia ingin membuatmu bahagia dengan cara dia, meski kamu tak mengerti akan keputusannya. Dia ingin kamu menemukan kebahagiaan yang lain sebelum semua terlambat, karena dia sadar dia akan meninggalkanmu, meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya”

Sella menyimak cerita itu dengan berurai air mata, dia sadar akan semua itu.

“Setelah dia ketemu kamu di café yang terakhir kalinya, dia bilang ke kamu kan klo dia bakal pindah ke luar negeri, ya besoknya kami ke Singapore tapi tepatnya untuk perawatan dia, karena dokter disini merujuk dia ksana segera. Tapi semua memang sudah terlambat, hanya 4 hari dirawat disana dia sudah tak mampu lagi bertahan. Dia sempet titip pesan untukmu, dia bilang dia sayang kamu. Riv sudah mempersiapkan semuanya Sel, termasuk menyuruh tante menanti kedatangan kamu sekarang dan menceritakan semuanya ke kamu”

“ Jangan benci dia Sel karena keputusannya itu, itu demi kebahagiaan kamu yang mungkin tak dapat dia berikan karena dia sendiri tak mampu memberikan jaminan atas hidupnya sendiri”

Sella mengerti sekarang, dia mengangguk, mereka berdua pun saling memeluk. “Ini ada titipan dari Riv buat kamu, buka saja nanti kalo kamu sudah sampai rumah ya”

Mata Sella masih sembab. Sampai dirumahnya dia masuk kamar dan mulai menangis lagi di tempat tidurnya. Masih tergenggam dalam tangan kanannya kotak kecil itu. Dia belum berniat untuk membukanya, ada perasaan takut menyelimuti perasaannya. Namun akhirnya dia beranikan diri untuk membuka kotak itu, sebuah kunci ada di dalamnya dan 2 buah surat, satu tergulung terikat tali dan yang satu seperti memang dibiarkan terbuka dan Sella membacanya…

Sella, kamu pasti bingung kenapa aku memberikan kunci ini kepadamu? Masih ingatkah kamu kotak yang pernah aku titipkan kepadamu?Ini adalah kuncinya Sel. Bukalah. Surat yang masih terikat talinya kamu baca setelah kamu buka kotak hitam itu yah”

Riv

Kotak yang dititipkan Riv kepadaku? pikir Sella. Sella berpikir keras, berusaha untuk fokus megingatnya, ya, kotak hitam itu, disana dia menyimpannya, lemarinya. Buru-buru dia membuka lemarinya dan dia tak menemukannya. Dia semakin bingung, dimana dia telah meletakkan kotak itu. Seluruh kamar dia obrak-abrik, pakainnya pun tersebar kemana-mana dan sekarang sudah seperti kapal pecah tapi tak juga dia temukan. Dia mulai menangis lagi dan dia terduduk menangis di atas meja komputernya.

Pipinya sudah sangat basah dengan air matanya dan dia tampak bingung berpikir dimana dia letakkan kotak hitam itu. Dia merasa seakan berhalusinasi ketika dia tiba-tiba samar-samar melihat kotak hitam di depannya. Huh, akibat banyak menangis pikirnya, dia pun mengacuhkannya, tapi kotak itu semakin jelas terpampang di depannya dan dia pun menajamkan penglihatannya. Dan dia baru sadar kebodohannya, kotak itu memang pernah dia simpan di lemari tapi kemudian dia pakai untuk memajang boneka-boneka kecil dan ditaruhnya dia atas meja.

Sella pun mencoba membuka kotak hitam itu dengan kunci itu dan berhasil. Dan ketika dia membukanya, seketika dia menutup mulutnya.

(continue…)